-
Sistem Davids Sling gagal menjatuhkan rudal balistik Iran di Dimona dan juga Arad.
-
Dua ratus warga mengalami luka akibat ledakan hebat dari hulu ledak konvensional Iran.
-
Israel mencoba menghemat biaya pertahanan dengan memakai David's Sling daripada sistem Arrow 3.
Suara.com - Militer Israel atau IDF akhirnya mengakui bahwa sistem pertahanan udara canggih Davids Sling gagal menembak jatuh dua rudal kiamat atau rudal balistik Iran pada Sabtu malam lalu.
Kegagalan teknis ini mengakibatkan dua proyektil besar milik Teheran berhasil menembus ruang udara dan menghantam pemukiman warga.
Kota Dimona dan Arad di wilayah selatan menjadi titik jatuhnya material peledak yang memicu kerusakan infrastruktur cukup masif.
Investigasi mendalam segera dilakukan oleh pihak otoritas keamanan untuk mengetahui penyebab pasti di balik tidak berfungsinya pencegat otomatis.
Laporan resmi menunjukkan bahwa kegagalan tersebut berdampak fatal pada keselamatan penduduk sipil yang berada di lokasi kejadian.
Menurut penyelidikan Angkatan Udara Israel (IAF) atas insiden tersebut, tidak ada hubungan antara kesalahan yang menyebabkan dampak serangan rudal Iran tersebut, yang melukai hampir 200 orang dan menyebabkan kerusakan yang luas.
Pihak IAF menegaskan bahwa dua ledakan besar yang terjadi dalam rentang waktu singkat di area yang sama adalah sebuah ketidaksengajaan.
Menurut Angkatan Udara Israel, yang dikutip Times of Israel, Selasa (24/3/2026), fakta bahwa insiden tersebut terjadi di area yang sama dalam waktu dua jam sepenuhnya hanya kebetulan.
Meskipun jatuh di koordinat yang berdekatan, militer bersikeras bahwa ini bukan merupakan pola serangan terarah yang terencana secara khusus.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Ambles 7 Persen, Drama AS-Iran Guncang Pasar Energi
Hasil analisis teknis menunjukkan bahwa rudal yang digunakan bukanlah jenis yang menyebarkan amunisi kecil di udara.
Rudal-rudal yang menghantam Dimona dan Arad membawa hulu ledak konvensional—bukan hulu ledak cluster—dengan ratusan kilogram bahan peledak.
Kekuatan ledakan yang dihasilkan mampu meratakan bangunan di sekitarnya karena volume bahan peledak yang sangat besar.
Intelijen IDF mengatakan rudal-rudal Iran kemungkinan berasal dari keluarga proyektil Ghadr dan merupakan ancaman yang sudah diketahui.
Jenis senjata ini memang menjadi salah satu kekuatan utama dalam gudang persenjataan jarak jauh milik militer Iran.
Unit pertahanan sebenarnya telah mendeteksi kehadiran ancaman ini sesaat setelah peluncuran dilakukan dari wilayah musuh.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Putin Isyaratkan Akhir Perang Ukraina, Rusia Buka Dialog Keamanan Eropa
-
Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19
-
Update Kericuhan Lukas Enembe: 14 Orang Diperiksa, Polisi Data Puluhan Kendaraan yang Rusak
-
Momen Akrab Presiden Prabowo Dialog di Atas Perahu: Borong Keluhan Nelayan Gorontalo
-
Nelayan Tak Boleh Dilupakan, Prabowo Janjikan Perbaikan Kesejahteraan Nasional
-
Prabowo di Gorontalo: Indonesia Kuat, Tak Panik Hadapi Gejolak Dunia karena Swasembada Pangan
-
Prabowo soal MBG: Sekolah yang Butuh Segera Diberi, yang Tidak Perlu Tidak Dipaksakan
-
Anies Baswedan dan Najelaa Shihab Soroti Bahaya AI bagi Pelajar: Otak Bisa Malas Berpikir
-
Ketua DPD Golkar DKI Sebut Jakarta Darurat Sampah, Warga Diminta Mulai Bergerak dari Rumah
-
Prabowo Genjot Ekonomi Biru, Nelayan Disiapkan Jadi Kekuatan Baru Indonesia