-
Hizbullah meluncurkan serangan roket ke Israel Utara yang menewaskan satu warga sipil di kendaraan.
-
Korban jiwa di Misgav Am merupakan yang pertama sejak perang melawan Iran dimulai.
-
Konflik ini telah mengakibatkan seribu kematian dan satu juta pengungsi di wilayah Lebanon.
Suara.com - Wilayah Israel Utara kembali membara setelah rentetan serangan udara diluncurkan dari wilayah Lebanon.
Kelompok Hizbullah secara resmi menyatakan bertanggung jawab atas gempuran roket yang terjadi pada Minggu (22/3/2026).
Insiden mematikan ini mencatatkan korban jiwa pertama di pihak Israel sejak ketegangan dengan Iran memuncak.
Kematian ini menjadi titik balik krusial di tengah keterlibatan Amerika Serikat dalam operasi militer tersebut.
Situasi keamanan di perbatasan kini berada pada level yang sangat mengkhawatirkan bagi warga setempat.
Hizbullah menegaskan bahwa target utama dari operasi ini adalah posisi-posisi tentara musuh di lapangan.
Komunitas Misgav Am menjadi titik pusat jatuhnya proyektil yang ditembakkan dari wilayah kedaulatan Lebanon tersebut.
Laporan dari Al Jazeera mengonfirmasi bahwa rentetan roket tersebut memang ditujukan untuk mengganggu pertahanan Israel.
Pihak berwenang segera mengerahkan unit tanggap darurat guna menyisir dampak kerusakan di lokasi kejadian.
Baca Juga: Menlu Israel Klaim 40 Negara Labeli Garda Revolusi Iran sebagai Teroris, Ada Indonesia?
ZAKA 360 melaporkan adanya satu individu yang tidak tertolong akibat hantaman langsung pada kendaraannya.
ZAKA Rescue Unit 360 adalah organisasi sukarelawan di Israel yang berfokus pada Kavod Hameis (penghormatan terhadap jenazah), khususnya dalam penanganan, identifikasi, dan pemakaman korban teror atau kecelakaan.
Unit ini bertindak cepat di lokasi kejadian, seringkali menjadi tim pertama yang merespons serangan di wilayah utara Israel.
Petugas penyelamat menemukan kondisi yang sangat mengenaskan saat tiba di titik ledakan roket tersebut.
Api besar tampak melahap dua unit kendaraan yang terparkir di area yang terkena serangan udara.
Upaya pemadaman dilakukan dengan cepat oleh petugas pemadam kebakaran untuk mencegah ledakan susulan terjadi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Bos Go Ahead Eagles: Dean James Masih Gunakan Paspor Belanda!
Pilihan
-
Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
Terkini
-
Arus Balik Padat, Korlantas Polri Berpeluang Perpanjang One Way Nasional Trans Jawa
-
Respons KPK Usai Dapat Sindiran Satire Soal Status Tahanan Rumah Yaqut
-
Urai Kepadatan di Jalur Arteri, Jam Operasional Tol Fungsional Purwomartani Diperpanjang
-
Waka MPR Ingatkan Opsi Sekolah Daring untuk Hemat BBM: Jangan Ulangi Kesalahan Saat Covid-19
-
Cegah Pemudik Nyasar ke Sawah, Jasamarga Hapus Rute Google Maps
-
Kenapa Krisis Minyak Global 2026 Lebih Parah dari 1973? Begini Penjelasannya dari Ahli
-
Terminal Kampung Rambutan Bakal Dirombak Total Usai Terendam Banjir
-
Siapa Mohammad Bagher Zolghadr? Pengganti Ali Larijani sebagai Pimpinan Keamanan Tertinggi Iran
-
Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani
-
Aturan Baru! Polisi Bisa Paksa Warga Serahkan Password HP, Menolak Siap-siap Masuk Bui