-
Sistem Davids Sling gagal menjatuhkan rudal balistik Iran di Dimona dan juga Arad.
-
Dua ratus warga mengalami luka akibat ledakan hebat dari hulu ledak konvensional Iran.
-
Israel mencoba menghemat biaya pertahanan dengan memakai David's Sling daripada sistem Arrow 3.
IDF mengeklaim sistem Davids Sling telah mencegat kedua rudal tersebut, tetapi pencegatnya gagal menjatuhkan mereka.
Artinya, meskipun sensor radar telah bekerja, proses netralisasi ancaman di udara tidak berjalan sesuai dengan skenario pertahanan.
Kegagalan ini cukup mengejutkan mengingat rekam jejak sistem ini yang biasanya memiliki akurasi sangat tinggi terhadap target serupa.
Menurut IAF, dua serangan rudal sebelumnya di area yang sama di Israel selatan berhasil dicegat menggunakan sistem pertahanan udara yang sama.
Keberhasilan di masa lalu tersebut ternyata tidak menjamin keamanan total dalam serangan besar yang terjadi akhir pekan kemarin.
Lebih dari 400 rudal balistik telah diluncurkan dari Iran ke Israel sejak awal perang.
Intensitas serangan yang tinggi memaksa sistem pertahanan bekerja ekstra keras tanpa henti dalam beberapa bulan terakhir.
Dengan IDF mengeklaim tingkat pencegatan sebesar 92 persen dari serangan yang menuju ke daerah berpenduduk dan infrastruktur penting.
Persentase tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar ancaman memang berhasil dipatahkan sebelum mencapai permukaan tanah.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Ambles 7 Persen, Drama AS-Iran Guncang Pasar Energi
Namun, margin kesalahan yang kecil sekalipun tetap bisa berakibat bencana bagi kota-kota yang menjadi sasaran utama.
Meskipun awalnya tidak dirancang untuk mencegat rudal balistik jarak jauh, sistem pertahanan Davids Sling pertama kali digunakan melawan rudal balistik Iran selama perang Juni 2025.
Teknologi ini terus dipaksa beradaptasi untuk menghadapi dinamika ancaman yang kian berkembang di kawasan Timur Tengah.
Sistem ini tercatat berhasil menembak jatuh beberapa proyektil yang diluncurkan dari jarak 1.500 kilometer (932 mil).
Kemampuan menjangkau target jarak jauh ini menjadi alasan utama mengapa David's Sling menjadi tulang punggung pertahanan udara.
Evolusi fungsi sistem ini dilakukan secara bertahap seiring dengan meningkatnya ketegangan antar kedua negara.
Davids Sling juga telah digunakan dalam perang saat ini, menembak jatuh sejumlah rudal Iran.
Pemerintah terus berupaya memperbarui perangkat lunak dan kemampuan perangkat keras pada unit peluncur pencegat mereka.
Ini terjadi setelah Kementerian Pertahanan Israel mengatakan pada awal Februari bahwa mereka telah menyelesaikan serangkaian uji coba kompleks dengan Davids Sling yang bertujuan untuk meningkatkan kesiapan menghadapi ancaman di masa depan.
Uji coba tersebut mencakup simulasi serangan serentak dari berbagai arah untuk menguji batas kemampuan radar.
Namun, realitas di lapangan ternyata memberikan tantangan yang jauh lebih berat dibandingkan dengan kondisi saat pengujian.
Israel mengoperasikan sistem pertahanan rudal berlapis sebagai perlindungan komprehensif dari berbagai jenis proyektil.
Sistem ini dirancang untuk bekerja secara sinkron mulai dari jarak pendek, menengah, hingga jarak yang sangat jauh.
Dengan Arrow 3 saat ini merupakan sistem pertahanan rudal jarak jauh tercanggih rezim Zionis.
Teknologi Arrow 3 dimaksudkan untuk mencegat rudal balistik—seperti yang ditembakkan dari Iran—saat masih berada di luar atmosfer Bumi.
Penghancuran di ruang angkasa sangat penting untuk meminimalkan risiko jatuhnya serpihan hulu ledak di area pemukiman.
Penggunaan sistem jarak menengah sebagai pengganti Arrow 3 untuk menembak jatuh rudal balistik Iran diyakini sebagai bagian dari upaya IDF untuk menghemat persediaan pencegat jarak jauh Israel yang mahal.
Manajemen logistik persenjataan menjadi krusial dalam perang jangka panjang yang menguras sumber daya ekonomi negara.
Keputusan menggunakan sistem yang lebih murah diambil berdasarkan kalkulasi efisiensi tanpa mengurangi aspek keamanan nasional.
Meskipun setiap rudal pencegat Davids Sling berharga sekitar USD1 juta untuk digunakan.
Sistem Arrow 3 dapat menelan biaya lebih dari USD2,5 juta per penggunaan bagi Israel.
Selisih harga yang mencapai lebih dari dua kali lipat menjadi pertimbangan utama bagi para komandan di lapangan.
Dalam satu malam serangan, biaya yang harus dikeluarkan bisa mencapai ratusan juta dolar hanya untuk perlindungan udara.
Oleh karena itu, Davids Sling seringkali diprioritaskan jika ancaman dianggap masih berada dalam jangkauan teknisnya.
Namun, kejadian di Dimona membuktikan bahwa strategi penghematan ini membawa risiko kegagalan yang nyata dan membahayakan warga.
Ke depannya, militer mungkin akan mengevaluasi kembali prosedur penggunaan jenis pencegat untuk rudal balistik berat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Promo Beli Pertamax Dapat Diskon dan Flash Sale 45 Persen Spesial 17 Agustus 2026
-
Jangan Ketinggalan Promo KFC 17 Agustus 2026, Cek Cara Klaim Voucher di Sini
-
Gaya Hidup Keluarga Makin Dinamis, Akses Nutrisi Berkualitas Jadi Kebutuhan
-
6 Cara Layering Serum yang Benar agar Bahan Aktifnya Bekerja Maksimal
-
Novel Dari Hari ke Hari: Sejarah Besar Diceritakan dari Mata Seorang Bocah
-
The Dream Life of Mr. Kim: Sisi Rentan Pekerja Senior di Dunia Korporat
-
Mengenal Teknologi Robotik ROSA yang Bantu Operasi Lutut Lebih Presisi
-
Iran Tolak Buka Selat Hormuz Meski Diancam AS, Harga Minyak Naik Tipis
-
CORE Nilai Target Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen dalam Asumsi APBN Terlalu Optimistis
-
Traveling Makin Praktis, Sewa Mobil Kini Bisa Dipesan Lewat Aplikasi