News / Internasional
Selasa, 24 Maret 2026 | 09:47 WIB
Rudal kiamat Iran (Tasnimnews)
Baca 10 detik
  • Sistem Davids Sling gagal menjatuhkan rudal balistik Iran di Dimona dan juga Arad.

  • Dua ratus warga mengalami luka akibat ledakan hebat dari hulu ledak konvensional Iran.

  • Israel mencoba menghemat biaya pertahanan dengan memakai David's Sling daripada sistem Arrow 3.

IDF mengeklaim sistem Davids Sling telah mencegat kedua rudal tersebut, tetapi pencegatnya gagal menjatuhkan mereka.

Artinya, meskipun sensor radar telah bekerja, proses netralisasi ancaman di udara tidak berjalan sesuai dengan skenario pertahanan.

Kegagalan ini cukup mengejutkan mengingat rekam jejak sistem ini yang biasanya memiliki akurasi sangat tinggi terhadap target serupa.

Menurut IAF, dua serangan rudal sebelumnya di area yang sama di Israel selatan berhasil dicegat menggunakan sistem pertahanan udara yang sama.

Keberhasilan di masa lalu tersebut ternyata tidak menjamin keamanan total dalam serangan besar yang terjadi akhir pekan kemarin.

Lebih dari 400 rudal balistik telah diluncurkan dari Iran ke Israel sejak awal perang.

Intensitas serangan yang tinggi memaksa sistem pertahanan bekerja ekstra keras tanpa henti dalam beberapa bulan terakhir.

Dengan IDF mengeklaim tingkat pencegatan sebesar 92 persen dari serangan yang menuju ke daerah berpenduduk dan infrastruktur penting.

Persentase tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar ancaman memang berhasil dipatahkan sebelum mencapai permukaan tanah.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Ambles 7 Persen, Drama AS-Iran Guncang Pasar Energi

Namun, margin kesalahan yang kecil sekalipun tetap bisa berakibat bencana bagi kota-kota yang menjadi sasaran utama.

Meskipun awalnya tidak dirancang untuk mencegat rudal balistik jarak jauh, sistem pertahanan Davids Sling pertama kali digunakan melawan rudal balistik Iran selama perang Juni 2025.

Teknologi ini terus dipaksa beradaptasi untuk menghadapi dinamika ancaman yang kian berkembang di kawasan Timur Tengah.

Sistem ini tercatat berhasil menembak jatuh beberapa proyektil yang diluncurkan dari jarak 1.500 kilometer (932 mil).

Kemampuan menjangkau target jarak jauh ini menjadi alasan utama mengapa David's Sling menjadi tulang punggung pertahanan udara.

Evolusi fungsi sistem ini dilakukan secara bertahap seiring dengan meningkatnya ketegangan antar kedua negara.

Load More