-
Jepang resmi melepas cadangan minyak negara mulai Kamis untuk atasi dampak perang Iran.
-
PM Sanae Takaichi berkoordinasi dengan Donald Trump guna menjamin keamanan jalur Selat Hormuz.
-
Cadangan minyak swasta dan negara dilepaskan bertahap untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Pemerintah akan berupaya maksimal melalui langkah-langkah diplomasi yang terukur dengan melibatkan berbagai negara mitra strategis.
Ia menambahkan Tokyo akan terus "melakukan semua upaya diplomatik yang diperlukan dalam koordinasi erat dengan negara-negara terkait."
Takaichi juga menyinggung hasil komunikasinya dengan pemimpin Amerika Serikat mengenai isu krisis energi yang sedang terjadi.
Dirinya bersama Presiden AS Donald Trump telah menyamakan persepsi mengenai urgensi menjaga kelancaran distribusi minyak dunia.
Pembicaraan tersebut dilakukan guna memastikan jalur perdagangan tetap terbuka meski situasi di lapangan sedang memanas.
Fokus utama koordinasi tersebut adalah menjamin keamanan lalu lintas kapal tanker yang melintasi kawasan Selat Hormuz.
Hal ini menjadi sangat vital mengingat status selat tersebut sebagai urat nadi utama transportasi komoditas minyak mentah.
Pertemuan intensif antara Takaichi dan Trump tersebut telah berlangsung di Washington DC pada pekan yang lalu.
Sebelumnya Jepang telah memberikan sinyal terkait pelepasan cadangan ini bersamaan dengan pengumuman Badan Energi Internasional.
Baca Juga: Siasat Licin Iran Perpanjang Napas Perang Usai Mojtaba Khamenei Menghilang
Pada tanggal 11 Maret Takaichi sudah memberikan arahan awal terkait penggunaan stok minyak cadangan di negaranya.
Sektor swasta diminta berkontribusi dengan melepas persediaan yang setara dengan kebutuhan konsumsi selama lima belas hari.
Tahapan awal untuk cadangan milik perusahaan swasta tersebut sudah mulai dijalankan terhitung sejak tanggal 16 Maret.
Setelah fase tersebut selesai pemerintah akan langsung menyambungnya dengan melepaskan cadangan milik otoritas negara.
Jumlah minyak yang akan dikeluarkan dari bunker negara tersebut memiliki volume yang setara dengan satu bulan penggunaan.
Pemerintah Jepang berharap intervensi pasar ini mampu meredam gejolak harga energi yang mulai merangkak naik secara signifikan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Gus Yaqut Dibawa ke Rutan Tanpa Borgol, KPK Sebut Aman
-
Sempat Jadi Tahanan Rumah, Gus Yaqut Disebut Derita Gerd Hingga Asma
-
KPK Ungkap Alasan Gus Yaqut Dikembalikan ke Rutan
-
Siang Ini, Wilayah Jabodetabek Berpotensi Diguyur Hujan Lebat dan Angin Kencang
-
Siapa 0,07 Persen Rakyat Korea Utara Pemberani yang Tolak Kim Jong Un?
-
Rudal Iran Tembus Kota Nuklir Dimona, Pertahanan Udara Israel Makin Dipertanyakan
-
Hanya Berlaku Hari Ini, Tarif MRT Jakarta Dibanderol Rp243
-
Kiamat Sudah Dekat Kalau Amerika Nekat Buka Paksa Selat Hormuz Iran
-
MRT Berlakukan Tarif Rp243 Bagi Pelanggan Khusus Hari Ini, Berikut Persyaratannya
-
Siasat Licin Iran Perpanjang Napas Perang Usai Mojtaba Khamenei Menghilang