-
Jepang resmi melepas cadangan minyak negara mulai Kamis untuk atasi dampak perang Iran.
-
PM Sanae Takaichi berkoordinasi dengan Donald Trump guna menjamin keamanan jalur Selat Hormuz.
-
Cadangan minyak swasta dan negara dilepaskan bertahap untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Suara.com - Pemerintah Jepang mengambil langkah strategis dengan memutuskan untuk membuka akses cadangan BBM nasional milik negara.
Kebijakan krusial ini mulai diberlakukan secara resmi pada hari Kamis mendatang sesuai arahan pimpinan pusat.
Perdana Menteri Sanae Takaichi menyampaikan pengumuman tersebut secara langsung pada hari Selasa tanggal 24 Maret 2026.
Keputusan besar ini lahir dari rasa kekhawatiran yang mendalam terkait terganggunya rantai pasokan bahan bakar dunia.
Kondisi tersebut dipicu oleh eskalasi pertempuran yang melibatkan Amerika Serikat bersama Israel dalam melawan pihak Iran.
Seluruh detail operasional dibahas secara mendalam dalam sebuah pertemuan kabinet yang berlangsung secara khusus baru-baru ini.
Pemerintah berfokus pada mitigasi dampak buruk dari meningkatnya ketegangan di wilayah Timur Tengah terhadap laju ekonomi.
Langkah ini merupakan kelanjutan dari proses pelepasan cadangan minyak dari pihak swasta yang sudah berjalan.
Aktivitas penyaluran stok bahan bakar dari sektor privat tersebut diketahui telah dimulai sejak pekan yang lalu.
Baca Juga: Siasat Licin Iran Perpanjang Napas Perang Usai Mojtaba Khamenei Menghilang
Takaichi menjelaskan bahwa stok minyak dari negara-negara Timur Tengah di Jepang juga akan segera dimanfaatkan.
Rencana penggunaan cadangan minyak simpanan tersebut dijadwalkan akan terlaksana sepenuhnya pada pengujung bulan Maret ini.
Pemimpin Jepang tersebut menegaskan betapa pentingnya menjaga ketenangan di wilayah penghasil minyak bumi terbesar di dunia itu.
"Perdamaian dan stabilitas Timur Tengah sangat penting bagi Jepang dan komunitas internasional," katanya.
Pernyataan tersebut menekankan bahwa keseimbangan global sangat bergantung pada situasi keamanan yang ada di wilayah teluk.
Takaichi menjamin bahwa pihak Tokyo tidak akan tinggal diam dan terus bergerak secara aktif di jalur komunikasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal
-
Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?
-
Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan
-
Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim
-
Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman
-
Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus
-
Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah
-
30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?
-
Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027
-
Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!