- Menteri Sosial Gus Ipul mengunjungi kiai di Jawa Timur saat Idulfitri menyampaikan salam Presiden Prabowo Subianto.
- Kunjungan ini bertujuan menguatkan legitimasi moral program prorakyat seperti Program Sekolah Rakyat agar tepat sasaran.
- Gus Ipul menegaskan silaturahmi ini memohon doa kiai demi keberkahan dan efektivitas kebijakan pemerintah di lapangan.
Suara.com - Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul memanfaatkan momentum Idulfitri untuk berkeliling menemui para kiai di Jawa Timur. Dalam rangkaian silaturahmi itu, ia membawa pesan dari Presiden Prabowo Subianto sekaligus meminta dukungan doa untuk program-program pemerintah.
Gus Ipul yang juga Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyebut kunjungan ke pesantren bukan sekadar agenda seremonial Lebaran, melainkan bagian dari upaya menguatkan legitimasi moral program pemerintah.
“Alhamdulillah, di hari ketiga Idulfitri, kami masih diberi kesempatan menyambung silaturahmi, sowan, sekaligus menyampaikan salam dari Presiden Prabowo Subianto. Kami memohon doa para masyayikh agar Program Sekolah Rakyat dan berbagai program prorakyat lainnya sungguh-sungguh sampai kepada mereka yang benar-benar membutuhkan,” kata Gus Ipul dalam keterangannya, Selasa (24/3/2026).
Pada hari ketiga Idulfitri, Gus Ipul mendatangi sejumlah pesantren besar di Jawa Timur. Ia memulai kunjungan ke Pesantren Zainul Hasan Genggong untuk bertemu KH Mutawakkil Alallah, lalu melanjutkan ke Pesantren Nurul Jadid, Paiton, menemui KH Moh. Zuhri Zaini.
Rangkaian kunjungan berlanjut ke Pesantren Sidogiri dengan menemui KH A. Fuad Noerhasan, sebelum akhirnya bersilaturahmi ke Pesantren Besuk, Pasuruan, dengan KH Muhibbul Aman Aly dan KH Imron Mutamakkin.
Sehari sebelumnya, Gus Ipul juga menyambangi sejumlah kiai lainnya, termasuk Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar di Surabaya hingga tokoh-tokoh pesantren di Kediri seperti KH Anwar Iskandar dan KH Anwar Mansyur.
Di tengah agenda tersebut, ia menegaskan bahwa sowan kepada kiai memiliki dimensi lebih dalam dari sekadar tradisi tahunan.
“Silaturahmi kepada kiai bukan sekadar tradisi Lebaran, tapi juga ikhtiar untuk meminta doa, menjaga adab, dan memohon keberkahan,” ujarnya.
Menurutnya, dukungan moral dari para ulama menjadi faktor penting dalam memastikan program pemerintah, terutama yang menyasar masyarakat kecil, benar-benar berjalan efektif di lapangan.
Baca Juga: Masuk Sekolah Setelah Lebaran 2026 Kapan? Ini Jadwal Resminya
Ia juga menggarisbawahi bahwa setiap kebijakan harus berpijak pada nilai kebermanfaatan. Dengan dukungan doa para kiai, Gus Ipul berharap program seperti Sekolah Rakyat bisa tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Bagi dia, rangkaian silaturahmi ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kerja-kerja pemerintah tidak hanya soal teknokrasi, tetapi juga menyangkut legitimasi sosial dan kepercayaan publik.
Berita Terkait
-
Masuk Sekolah Setelah Lebaran 2026 Kapan? Ini Jadwal Resminya
-
Jadwal Ganjil Genap Jakarta, One Way dan Contraflow Pascalebaran 2026
-
Strategi Sukses Lewati Macet Arus Balik 2026: Jangan Cuma Modal Google Maps!
-
Bank Buka Mulai Kapan Setelah Lebaran 2026? Ini Jadwal Lengkapnya
-
Persija Jakarta Kembali Berlatih Usai Lebaran, Sejumlah Pemain Tidak Bergabung
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
PERADI Profesional Dikukuhkan, Bawa Standar Baru Profesi Advokat
-
Tinggal di Kawasan Industri, Warga Pasirranji Justru Sulit Dapat Air Layak Konsumsi
-
Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?
-
Mantan Ketua KPPU Soroti Denda Rp 755 Miliar untuk Pinjol, Sebut Ada Kekeliruan Fundamental
-
Suasana Hangat Warnai Kunjungan Rajiv ke SLB Lembang, Bantuan PIP hingga Kursi Roda Disalurkan
-
Modus Pijat dan Doktrin Patuh Guru, Cara Keji Kiai Ashari Berkali-kali Cabuli Santriwati
-
Peringati Usia ke-80, Persit Kartika Chandra Kirana Mantapkan Pengabdian Dalam Berkarya
-
Indonesia Darurat Kekerasan Anak? MPR Soroti Celah Sistem Perlindungan Anak
-
Polisi Bongkar Gudang Penadah HP Curian di Bekasi, 225 iPhone dan Android Disita
-
Yuk Liburan ke Surabaya! Jelajahi Panggung Budaya Terbesar Tahun Ini di Perayaan HJKS ke-733