News / Internasional
Rabu, 25 Maret 2026 | 11:05 WIB
Ilustrasi perang (Pixabay)
Baca 10 detik
  • Rusia melancarkan gempuran drone masif pada Selasa siang, menghancurkan bagian Kompleks Biara Bernardine di Lviv, situs Warisan Dunia UNESCO.
  • Serangan drone yang melibatkan hampir seribu unit tersebut menyebabkan korban jiwa dan melukai lebih dari 20 orang di Lviv saja.
  • Presiden Zelensky mengutuk serangan tersebut, menilai Rusia tidak berniat mengakhiri perang meskipun Ukraina berupaya kembali ke perundingan damai.

Suara.com - Sirine peringatan bahaya memecah kesibukan warga Ukraina pada Selasa siang. Pasukan Rusia melancarkan salah satu gempuran siang hari paling masif sejak invasi dimulai.

Mengerahkan hampir 1.000 drone dalam kurun waktu 24 jam, serangan ini tak hanya memakan korban jiwa, tetapi juga menghancurkan pusat bersejarah peninggalan budaya dunia.

Dilansir dari The New York Times, Di kota Lviv, Ukraina barat, sebuah drone Shahed terekam kamera menembus pusat kota dan menghantam fasilitas budaya yang dilindungi dunia.

Kepala Administrasi Militer Wilayah Lviv, Maksym Kozytskyi, mengonfirmasi bahwa serangan tersebut menyasar bagian dari Kompleks Biara Bernadine. Gereja tersebut merupakan bagian integral dari situs Warisan Dunia UNESCO Lviv - Kompleks Pusat Sejarah.

“Sebuah monumen arsitektur yang memiliki nilai penting nasional, Kompleks Biara Bernardine, telah mengalami kerusakan,” tulis Kozytskyi di Telegram, dikutip dari CNN International, pada Rabu (25/3/2026).

Ia menambahkan bahwa para ahli saat ini masih melakukan asesmen untuk menentukan seberapa parah tingkat kerusakannya.

Kawasan yang menjadi target bukanlah area sembarangan. “Lokasinya berada di dalam distrik bersejarah Lviv, sebuah situs yang terdaftar dalam Daftar Warisan Budaya Internasional di bawah perlindungan yang ditingkatkan,” kata Kozytskyi.

Dampak dari ledakan tersebut meluas ke area sekitar. Petugas pemadam kebakaran harus berjibaku memadamkan api yang berkobar hingga malam hari. Setidaknya lebih dari 20 orang dilaporkan terluka di kota tersebut.

“Api telah melahap bangunan-bangunan yang berdekatan dengan kompleks tersebut,” tambah Kozytskyi.

Baca Juga: Siap Perang Terbuka! Iran Akhirnya Akui China dan Rusia Bantu Lawan AS-Israel

Hancurnya peninggalan bersejarah ini memicu kemarahan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Dalam pidato malamnya, ia secara khusus menyoroti penggunaan drone buatan Iran yang memporak-porandakan gereja di Lviv.

“Para 'Syahid' Iran, yang dimodernisasi oleh Rusia, menyerang gereja di Lviv – ini adalah penyimpangan mutlak, dan hanya orang seperti Putin yang bisa menikmatinya,” kecam Zelensky.

Ia menilai serangan brutal ini terjadi justru saat pemerintahannya sedang berusaha mengembalikan jalur perundingan perdamaian.

“Ini benar-benar menyimpang,” tegasnya.

“Skala serangan hari ini sangat menunjukkan bahwa Rusia tidak berniat untuk benar-benar mengakhiri perang ini.” tambahnya.

Seperti dilansir dari The New York Times, taktik serangan Rusia kali ini terbilang langka dan mematikan.

Load More