- Rusia melancarkan gempuran drone masif pada Selasa siang, menghancurkan bagian Kompleks Biara Bernardine di Lviv, situs Warisan Dunia UNESCO.
- Serangan drone yang melibatkan hampir seribu unit tersebut menyebabkan korban jiwa dan melukai lebih dari 20 orang di Lviv saja.
- Presiden Zelensky mengutuk serangan tersebut, menilai Rusia tidak berniat mengakhiri perang meskipun Ukraina berupaya kembali ke perundingan damai.
Setelah melepaskan 34 rudal dan 392 drone pada malam harinya, Rusia kembali meluncurkan lebih dari 550 drone di tengah hari kerja.
Gempuran mematikan ini menyasar sejumlah kota besar termasuk Ternopil, Vinnytsia, Ivano-Frankivsk, Zhytomyr, Zaporizhzhia, dan Dnipro. Warga yang tengah bekerja terpaksa berlarian mencari tempat perlindungan darurat.
Angkatan Udara Ukraina melabeli peristiwa ini sebagai "salah satu serangan paling besar" dalam sejarah perang tersebut. Sebanyak 15 serangan dilaporkan berhasil menembus pertahanan udara meski militer Ukraina telah menjatuhkan 541 drone.
“Ini adalah salah satu serangan terbesar sepanjang hari,” ujar Juru Bicara Angkatan Udara Ukraina, Yuriy Ignat, merujuk pada rentetan drone yang diarahkan ke kawasan tengah dan barat negara itu.
Selain kerugian sejarah material, dampak kemanusiaan dari serangan ini sangat tragis. Zelensky mencatat setidaknya 40 orang terluka, termasuk lima anak-anak di seluruh negeri.
Kisah paling memilukan terjadi di sebuah rumah sakit bersalin di Ivano-Frankivsk. Dua orang tewas dalam serangan tersebut, yang menurut pihak berwenang adalah seorang tentara Garda Nasional dan putrinya yang masih berusia 15 tahun.
Keduanya tewas seketika saat sedang berada di ruang bersalin untuk menjenguk istri sang tentara yang baru saja melahirkan bayi laki-laki. Di kota ini, dua rumah sakit bersalin dan belasan bangunan tempat tinggal rusak parah.
Korban jiwa juga berjatuhan di wilayah Vinnytsia (satu pria berusia 59 tewas), serta di Poltava, Zaporizhzhia, dan di sebuah kereta penumpang di Kharkiv akibat serangan malam harinya.
Di sisi lain, gempuran tidak hanya terjadi di satu arah. Pelaksana Tugas Gubernur Kursk di Rusia, Alexander Khinshtein, melaporkan bahwa serangan drone dari pihak Ukraina pada hari yang sama telah menewaskan seorang pria berusia 55 tahun dan melukai 13 orang lainnya di wilayah Kursk.
Baca Juga: Siap Perang Terbuka! Iran Akhirnya Akui China dan Rusia Bantu Lawan AS-Israel
Reporter: Tsabita Aulia
Berita Terkait
-
AS Mulai Seret China dan Rusia di Perang Lawan Iran, Direktur CIA Ungkap Fakta Ini
-
Kremlin Bantah Rusia Bantu Drone Iran Serang Pasukan Amerika Serikat
-
Here We Go! Rusia Disebut Bantu Iran Lacak Posisi Strategis Pasukan AS
-
Siap Perang Terbuka! Iran Akhirnya Akui China dan Rusia Bantu Lawan AS-Israel
-
Iran Ungkap Dapat Dukungan Militer Rusia dan China untuk Hadapi Israel-AS
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Puncak Arus Balik dari Jogja Pertama Terlewati, Gelombang Kedua Diprediksi Akhir Pekan
-
Bocor! China Bikin Peta Laut hingga Indonesia untuk Hadapi AS di Perang Dunia III
-
Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
Terkini
-
Awal Retaknya Hubungan Trump - Netanyahu, Skenario Rahasia Mossad yang Gagal
-
Nasib Selat Hormuz dan Pasokan Minyak Dunia Bergantung Pada Respon Iran Terhadap Proposal AS
-
ASN Jakarta Malas Kerja Usai WFA Siap-siap Disanksi, Pramono Anung: Tak Ada Keringanan!
-
Puncak Arus Balik dari Jogja Pertama Terlewati, Gelombang Kedua Diprediksi Akhir Pekan
-
Syarat Mutlak Iran Bagi Kapal Internasional di Selat Hormuz Agar Bisa Melintas Dengan Selamat
-
Pramono Minta Penertiban Parkir Liar Diperkeras, Soroti Monas hingga Belakang Grand Indonesia
-
Eks Ketua PN Depok Ajukan Praperadilan, KPK Langsung Minta Penundaan Sidang Perdana
-
Tak Hanya Potong Gaji DPR dan Menteri, Wakil Rakyat Usul Efisiensi Sasar Anggaran Lain di Pemerintah
-
Inggris Kerahkan Kapal Perusak Tipe 45 dan Sistem Otonom Canggih ke Selat Hormuz Iran
-
Misteri Negosiator Rahasia, Klaim Damai Donald Trump Dibantah Mentah-mentah oleh Teheran