- Ketua Komisi II DPR, Rifqinizamy Karsayuda, mendukung rencana pemotongan gaji DPR dan kabinet sebagai langkah efisiensi anggaran.
- Efisiensi anggaran harus mencakup pos-pos lain serta memastikan seluruh anggaran memiliki output dan outcome pembangunan yang jelas.
- Pelaksanaan pemotongan gaji memerlukan regulasi teknis di bawah undang-undang, seperti peraturan presiden atau menteri keuangan, secara transparan.
Suara.com - Ketua Komisi II DPR, Rifqinizamy Karsayuda, memandang positif rencana pemotongan gaji anggota DPR dan kabinet, sebagai langkah efisiensi anggaran menyusul eskalasi konflik di Timur Tengah.
Kendati demikian, Rifqinizamy memandang efisiensi tidak hanya berhenti terhadap pemotongan gaji anggota dewan, menteri, dan wakil menteri. Menurutnya perlu ada langkah serupa terhadap pos-pos anggaran lain.
"Tentu bukan hanya pemotongan gaji yang diperlukan, tetapi juga mengefektifkan dan mengefisienkan sejumlah anggaran yang ada di pemerintahan dan memastikan bahwa anggaran itu memiliki output dan outcome yang jelas untuk kegiatan-kegiatan pembangunan," kata Rifqinizamy kepada wartawan, Rabu (25/3/2026).
"Dan karena itu hal tersebut menurut pandangan saya sangat positif," sambungnya.
Ia menyadari rencana pemotongan gaji DPR dan anggota kabinet yang belakangan disampaikan Presiden Prabowo Subianto merupakan sinyal bagi semua pihak bahwa Indonesia bisa saja menghadapi krisis.
"Dan wacana yang disampaikan presiden itu adalah cara beliau untuk membangkitkan sense of crisis kita semua. Kita menyadari bahwa dinamika ekonomi terutama pascaperang di Timur Tengah itu tidak mudah, dan karena itu efisiensi menjadi kebutuhan kita semua," ujarnya.
Atur Lewat Regulasi
Rifqinizami menyampaikan perlu ada regulasi yang dibentuk untuk mengatur dan merealisasikan rencana kepala negara untuk memotong gaji Dewan hingga menteri.
Tetapi menurutnya tidak perlu sampai melakukam revisi undang-undang untuk membentuk payung hukum yang dibutuhkan.
Baca Juga: Momentum Idulfitri 1447 H Pererat Kebersamaan Demi Bangun Indonesia yang Lebih Baik
"Tentu tidak memerlukan revisi undang-undang karena ini adalah hal-hal teknis pemerintahan. Cukup pada level peraturan di bawah undang-undang, apakah itu peraturan presiden atau bahkan hanya cukup peraturan menteri keuangan," kata Rifqinizamy.
Terpenting, politikus Partai NasDem ini mengingatkan penerepan efisiensi anggaran, semisal pemotongan gaji DPR dikelola secara baik, transparan, dan akuntabel.
"Dan yang paling penting adalah efisiensi sekali lagi harus menyasar pada pos-pos yang tepat. Dan jangan sampai efisiensi itu justru memperlambat semangat dan pelayanan publik kepada masyarakat," kata Rifqinizamy.
Berita Terkait
-
Legislator: Negara Rogoh Kocek Rp 6,7 T Setiap Kenaikan Harga Minyak 1 Dolar AS
-
Anggaran Dana Pensiun DPR-Pejabat Diusulkan untuk Guru Honorer hingga Nakes
-
4 Anggota BAIS TNI Terlibat Teror Air Keras, DPR Desak Pengusutan Transparan
-
Momentum Idulfitri 1447 H Pererat Kebersamaan Demi Bangun Indonesia yang Lebih Baik
-
Nominal Uang Pensiun DPR yang Resmi Dicabut MK
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Relokasi Dua Pabrik Jepang ke Vietnam Ditunda, Ancaman PHK Massal Ribuan Buruh Mereda
-
Menkum: Pakai Karya Jurnalistik untuk Tujuan Komersil Wajib Bayar Royalti ke Pemegang Hak Cipta!
-
Prabowo Keceplosan 'Ndasmu' Lagi, Niatnya Guyon Tapi Kena Sindir Pakar Komunikasi
-
Motor Listrik Korupsi BGN untuk Guru Honorer: Solusi Cerdas atau Masalah Baru?
-
Venezuela Mirip Zona Perang, Kisah Orianna Cari Ayahnya di Reruntuhan Gedung
-
Daftar 11 Rusun yang akan Dibangun Jakarta pada 2027, Ada di Mana Saja?
-
Heboh Dugaan Uang Rp20 Juta untuk Alihkan Demo Mahasiswa, DPR: Jangan Beli Idealisme!
-
Prabowo Kantongi Data Pendana Demo, KSP Dudung Pastikan akan Ada Langkah Hukum
-
Energi Bersih Jadi Kunci Tingkatkan Nilai Ekonomi Masyarakat Pesisir
-
MBG 'Caplok' 29 Persen Dana Pendidikan, BEM UI Adukan Nasib Kampus ke MK: Listrik Sering Padam!