-
Iran mempertahankan kontrol penuh Selat Hormuz hingga tercapai kesepakatan damai yang bersifat mengikat.
-
Kapal niaga wajib berkoordinasi dengan otoritas Iran dan menjauhi tindakan agresi untuk melintas.
-
Rute pelayaran bergeser ke utara Pulau Larak untuk memastikan keamanan armada internasional.
Suara.com - Ketegangan di jalur perairan paling strategis di dunia Selat Hormuz kembali memuncak seiring pernyataan terbaru dari pemerintah Teheran.
Otoritas Iran secara resmi menyatakan tidak akan melonggarkan pengawasan ketat mereka terhadap Selat Hormuz dalam waktu dekat.
Keputusan ini akan tetap berlaku secara konsisten sampai sebuah konsensus perdamaian yang komprehensif benar-benar disepakati para pihak.
Di tengah situasi geopolitik yang memanas, Iran mulai memberlakukan protokol khusus bagi setiap kapal internasional yang melintas.
Kebijakan ini menjadi sinyal kuat bahwa Teheran memegang kunci utama atas urat nadi pasokan energi global tersebut.
Berdasarkan laporan BBC News, perwakilan Iran di PBB memberikan penjelasan mendetail mengenai pengecualian bagi sektor perdagangan niaga.
Kapal-kapal komersial yang tidak menunjukkan aktivitas permusuhan tetap diberikan izin untuk mengarungi wilayah perairan yang sangat vital itu.
Namun terdapat sebuah persyaratan mutlak yakni setiap perusahaan pelayaran wajib melakukan koordinasi awal dengan otoritas berwenang di Iran.
Langkah koordinasi ini dimaksudkan untuk memastikan bahwa setiap pergerakan kapal terpantau dan sesuai dengan standar keamanan mereka.
Baca Juga: Menjemput Jawaban di Atas Kapal Blitar Holland: Ulasan Novel "Rindu"
Melalui saluran komunikasi resmi di platform X, pihak Misi Iran di PBB menguraikan lebih lanjut mengenai parameter aturan tersebut.
Kapal-kapal yang melintas akan mendapatkan kepastian keamanan asalkan mereka mematuhi norma yang telah ditetapkan oleh pemerintah setempat.
"Dengan syarat mereka tidak berpartisipasi atau mendukung tindakan agresi terhadap Iran dan sepenuhnya mematuhi peraturan keselamatan dan keamanan yang telah ditetapkan,” tulisnya, dikutip dari BBC News, pada Rabu (25/3/2026).
Pernyataan tegas ini pada dasarnya merupakan bentuk formalitas dari berbagai aktivitas diplomasi jalur belakang yang terjadi belakangan.
Banyak negara besar dan korporasi logistik global yang memilih untuk mengambil langkah praktis dengan bernegosiasi langsung dengan Teheran.
Langkah ini diambil demi menjamin bahwa aset-aset bernilai tinggi milik mereka tidak terjebak dalam pusaran konflik yang merugikan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Update Kericuhan Lukas Enembe: 14 Orang Diperiksa, Polisi Data Puluhan Kendaraan yang Rusak
-
Momen Akrab Presiden Prabowo Dialog di Atas Perahu: Borong Keluhan Nelayan Gorontalo
-
Nelayan Tak Boleh Dilupakan, Prabowo Janjikan Perbaikan Kesejahteraan Nasional
-
Prabowo di Gorontalo: Indonesia Kuat, Tak Panik Hadapi Gejolak Dunia karena Swasembada Pangan
-
Prabowo soal MBG: Sekolah yang Butuh Segera Diberi, yang Tidak Perlu Tidak Dipaksakan
-
Anies Baswedan dan Najelaa Shihab Soroti Bahaya AI bagi Pelajar: Otak Bisa Malas Berpikir
-
Ketua DPD Golkar DKI Sebut Jakarta Darurat Sampah, Warga Diminta Mulai Bergerak dari Rumah
-
Prabowo Genjot Ekonomi Biru, Nelayan Disiapkan Jadi Kekuatan Baru Indonesia
-
Terungkap! Ratusan WNA Operator Judi Online di Hayam Wuruk Ternyata Direkrut 'Veteran Kamboja'
-
Menuju Target Nasional Pengurangan Sampah 2029, Ini Kebiasaan yang Harus Digencarkan di Rumah