-
Konflik Iran memacu negara dunia mempercepat transisi energi fosil ke sumber terbarukan yang mandiri.
-
Gangguan di Selat Hormuz mengancam pasokan minyak global sehingga memicu kenaikan investasi energi hijau.
-
Energi bersih kini menjadi aset strategis geopolitik untuk memperkuat keamanan energi domestik banyak negara.
Suara.com - Konflik bersenjata perang Iran yang melibatkan Iran memberikan dampak signifikan terhadap peta jalan energi penduduk bumi saat ini.
Para analis memprediksi ketegangan ini akan memicu percepatan perpindahan penggunaan bahan bakar fosil menuju energi hijau.
Negara-negara di dunia kini mulai mengevaluasi ulang strategi pertahanan energi mereka melalui pemanfaatan sumber daya terbarukan.
Sektor ekspor minyak melalui Selat Hormuz mengalami gangguan hebat yang mengancam stabilitas ekonomi banyak negara pembeli.
Padahal jalur perairan tersebut merupakan rute krusial bagi seperlima distribusi minyak serta gas alam cair dunia.
Gejolak di titik hambatan perdagangan ini juga berdampak buruk pada distribusi pupuk global yang melewati wilayah tersebut.
Fenomena ini membuktikan betapa rentannya tatanan dunia yang masih sangat bergantung pada jalur distribusi bahan bakar fosil.
Lonjakan harga komoditas migas di pasar internasional telah memicu kecemasan mendalam terhadap ancaman inflasi yang tidak terkendali.
Kawasan Asia kini berada di posisi yang paling sulit mengingat ketergantungan mereka yang sangat tinggi terhadap impor energi.
Baca Juga: Inggris Kerahkan Kapal Perusak Tipe 45 dan Sistem Otonom Canggih ke Selat Hormuz Iran
Meskipun begitu, dampak negatif dari ketidakpastian pasokan ini juga telah merembet hingga ke daratan Eropa serta Afrika.
Fatih Birol selaku Kepala Badan Energi Internasional mengamati bahwa tren peralihan energi sebenarnya sudah menguat sebelum konflik pecah.
Guncangan pasokan yang terjadi saat ini diperkirakan akan membuat arus modal mengalir lebih deras ke sektor energi bersih.
“Saya memperkirakan salah satu respons terhadap krisis ini adalah percepatan energi terbarukan. Bukan hanya karena energi terbarukan membantu mengurangi emisi, tetapi juga karena merupakan sumber energi domestik yang dihasilkan di dalam negeri,” kata Direktur Eksekutif IEA Fatih Birol di National Press Club di ibu kota Australia pada hari Senin, dikutip dari CNBC Internasional.
Data menunjukkan bahwa dominasi sumber energi bersih dalam pembangunan pembangkit listrik baru mencapai angka 85 persen secara global.
Tenaga surya tercatat menjadi motor penggerak utama dalam pergeseran masif kapasitas pembangkit listrik di seluruh dunia tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Kronologi Kecelakaan Bus vs Minibus di Pekanbaru, Tewaskan Bocah Perempuan
-
Diduga Kurang Berhati-hati, Minibus Nyemplung di Bundaran HI Usai Tabrak Pembatas Jalan
-
Usai Lebaran, Para Bos Anak Usaha Astra Kompak Mundur
-
Kronologi Pemudik Terjebak di Jalan Sawah Sleman Akibat Google Maps, Antrean Panjang Tak Terhindar
-
Puncak Arus Balik dari Jogja Pertama Terlewati, Gelombang Kedua Diprediksi Akhir Pekan
Terkini
-
Cerdas! Iran Mau Hancurkan Pusat Desalinasi Air Punya Israel, Warga Timur Tengah Bisa Mati Kehausan
-
Jelang Masuk Sekolah Usai Lebaran, KPAI Soroti Risiko Kelelahan hingga Tekanan Mental Anak
-
Diperiksa Penyidik Usai Kembali ke Rutan KPK, Yaqut: Mohon Maaf Lahir Batin
-
Diduga Kurang Berhati-hati, Minibus Nyemplung di Bundaran HI Usai Tabrak Pembatas Jalan
-
Gubernur DKI Tunggu Keputusan Pusat soal WFH ASN untuk Efisiensi BBM
-
Australia Lumpuh, SPBU Kehabisan BBM Imbas Perang Iran
-
KPK Panggil Ulang Gus Yaqut Hari Ini, Ada Apa Setelah Status Penahanan Kembali ke Rutan?
-
Iran Ajak Negara Arab Bersatu Bentuk Pakta Pertahanan Berbasis Al Quran
-
Noel Mau Ikutan Yaqut untuk Ajukan Pengalihan Penahanan, KPK: Kewenangan Hakim
-
Pramono Anung Tegaskan Kebijakan WFA bagi ASN DKI Berlaku hingga 27 Maret