News / Internasional
Rabu, 25 Maret 2026 | 15:46 WIB
Benjamin Netanyahu Diserang Orang Kepercayaan: Jubir Sindir Tas Mewah Sara Netanyahu [Istimewa]
Baca 10 detik
  • Juru bicara PM Israel, Ziv Agmon, melontarkan pernyataan rasis menargetkan anggota parlemen Mizrahi dan istri Netanyahu.
  • Pernyataan tersebut memicu protes keras dari politisi pendukung dan oposisi mengenai budaya di kantor Perdana Menteri Israel.
  • Agmon kemungkinan besar akan diberhentikan dari jabatannya akibat kontroversi serius yang telah ia timbulkan tersebut.

Suara.com - Perang melawan Iran memasuki pekan keempat, situasi politik di Israel sendiri malah tengah memanas.

Hal ini terkait bocornya pernyataan rasis dan menyinggung istri PM Israel Benjamin Netanyahu yang dilakukan juru bicara Ziv Agmon.

Juru bicara Netanyahu itu melontarkan kalimat rasis yang ditujukan kepada anggota parlemen, etnis Mizrahi, partai politik, hingga istri Netanyahu, Sara Netanyahu.

Menurut laporan Amit Segal, Agmon menyebut beberapa anggota Knesset, perlemen Israel sebagai babi hutan dan meledek warga Maroko.

“Sekarang kita tahu dari mana asal Maroko kita. Dari Afrika. Babi hutan itu monyet,” kata Agmo.

Tak hanya itu, anggota parlemen dari Likud juga menjadi sasaran.

Agmo menyebut beberapa legislator dengan istilah merendahkan, bahkan menuding partai hanya tahu mengambil uang.

Benjamin Netanyahu Diserang Orang Kepercayaan: Jubir Sindir Tas Mewah Sara Netanyahu [Istimewa]

Tak berhenti disitu, juru bicara PM Israel itu juga menyerang Benjamin Netanyahu dan istrinya.

Agmo membandingkan tas istri Netanyahu dengan jam mewah Rolex, sambil menyinggung komentar politik dari tokoh lain.

Baca Juga: Terbongkar! Prancis dan 2 Negara Eropa Dituding Diam-diam Bantu AS Bombardir Iran

Pernyataan tersebut memicu protes keras dan spekulasi mengenai masa depan Agmon.

Menurut laporan wartawan Motti Kastel, Agmon kemungkinan besar akan diberhentikan dari jabatannya, bersamaan dengan pejabat senior lain di kantor PM.

Hingga saat ini, Agmon belum memberikan tanggapan resmi mengenai tuduhan dan kontroversi yang muncul.

Sementara pihak kantor PM Israel menolak berkomentar lebih jauh.

Pernyataan dari jubir Netanyahu itu menimbulkan gelombang amarah dari partai pendukung dan oposisi pemerintah Israel.

Anggota perlemen Israel, Eliyahu Revivo, menyebut, “Orang yang berbicara seperti ini tidak layak melayani publik bahkan satu menit pun lagi.”

Load More