- Juru bicara PM Israel, Ziv Agmon, melontarkan pernyataan rasis menargetkan anggota parlemen Mizrahi dan istri Netanyahu.
- Pernyataan tersebut memicu protes keras dari politisi pendukung dan oposisi mengenai budaya di kantor Perdana Menteri Israel.
- Agmon kemungkinan besar akan diberhentikan dari jabatannya akibat kontroversi serius yang telah ia timbulkan tersebut.
Suara.com - Perang melawan Iran memasuki pekan keempat, situasi politik di Israel sendiri malah tengah memanas.
Hal ini terkait bocornya pernyataan rasis dan menyinggung istri PM Israel Benjamin Netanyahu yang dilakukan juru bicara Ziv Agmon.
Juru bicara Netanyahu itu melontarkan kalimat rasis yang ditujukan kepada anggota parlemen, etnis Mizrahi, partai politik, hingga istri Netanyahu, Sara Netanyahu.
Menurut laporan Amit Segal, Agmon menyebut beberapa anggota Knesset, perlemen Israel sebagai babi hutan dan meledek warga Maroko.
“Sekarang kita tahu dari mana asal Maroko kita. Dari Afrika. Babi hutan itu monyet,” kata Agmo.
Tak hanya itu, anggota parlemen dari Likud juga menjadi sasaran.
Agmo menyebut beberapa legislator dengan istilah merendahkan, bahkan menuding partai hanya tahu mengambil uang.
Tak berhenti disitu, juru bicara PM Israel itu juga menyerang Benjamin Netanyahu dan istrinya.
Agmo membandingkan tas istri Netanyahu dengan jam mewah Rolex, sambil menyinggung komentar politik dari tokoh lain.
Baca Juga: Terbongkar! Prancis dan 2 Negara Eropa Dituding Diam-diam Bantu AS Bombardir Iran
Pernyataan tersebut memicu protes keras dan spekulasi mengenai masa depan Agmon.
Menurut laporan wartawan Motti Kastel, Agmon kemungkinan besar akan diberhentikan dari jabatannya, bersamaan dengan pejabat senior lain di kantor PM.
Hingga saat ini, Agmon belum memberikan tanggapan resmi mengenai tuduhan dan kontroversi yang muncul.
Sementara pihak kantor PM Israel menolak berkomentar lebih jauh.
Pernyataan dari jubir Netanyahu itu menimbulkan gelombang amarah dari partai pendukung dan oposisi pemerintah Israel.
Anggota perlemen Israel, Eliyahu Revivo, menyebut, “Orang yang berbicara seperti ini tidak layak melayani publik bahkan satu menit pun lagi.”
Berita Terkait
-
Terbongkar! Prancis dan 2 Negara Eropa Dituding Diam-diam Bantu AS Bombardir Iran
-
Pekan Keempat Perang Lawan AS-Israel, Warga Iran Tercekik: Inflasi Meroket, Internet Mati Total
-
Putra Mahkota Arab Saudi Terus Komporin Donald Trump untuk Perangi Iran
-
Diplomasi Idulfitri: Prabowo Telepon Pemimpin Dunia Bahas Konflik Iran-Israel
-
Cerdas! Iran Mau Hancurkan Pusat Desalinasi Air Punya Israel, Warga Timur Tengah Bisa Mati Kehausan
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Negara Tetangga RI Mulai Alami Krisis BBM
-
Danantara Tunjuk Teman Seangkatan Menko AHY di SMA Taruna Nusantara jadi Bos PT Pos
-
Kronologi Kecelakaan Bus vs Minibus di Pekanbaru, Tewaskan Bocah Perempuan
-
Diduga Kurang Berhati-hati, Minibus Nyemplung di Bundaran HI Usai Tabrak Pembatas Jalan
-
Usai Lebaran, Para Bos Anak Usaha Astra Kompak Mundur
Terkini
-
Gus Ipul Kunjungi Pesantren Pendiri NU, Sosialisasikan Agenda Muktamar
-
Terbongkar! Prancis dan 2 Negara Eropa Dituding Diam-diam Bantu AS Bombardir Iran
-
Yaqut Sempat Jadi Tahanan Rumah, Jubir Hingga Pimpinan KPK Dilaporkan ke Dewas
-
Cegah Kekerasan Perempuan dan Anak, Terminal Kalideres Dipantau Ketat Selama Arus Mudik Lebaran
-
Mendagri Ungkap Penyebab Antrean BBM di Kalbar, Panic Buying Gegara Hal Ini
-
Stok Bahan Bakar Tinggal 45 Hari Lagi! Filipina Tetapkan Status Darurat
-
Pekan Keempat Perang Lawan AS-Israel, Warga Iran Tercekik: Inflasi Meroket, Internet Mati Total
-
Kronologi Mobil BYD Tabrak Pembatas dan Masuk Kolam Bundaran HI Menteng
-
Hindari Puncak Arus Balik, Menhub Imbau Pemudik Maksimalkan WFA
-
Putra Mahkota Arab Saudi Terus Komporin Donald Trump untuk Perangi Iran