-
Iran mengancam akan menghancurkan fasilitas desalinasi Amerika Serikat dan Israel sebagai bentuk balasan.
-
Timur Tengah terancam krisis air parah karena sangat bergantung pada teknologi pengolahan air.
-
Kerusakan pabrik desalinasi berisiko memicu eksodus massal penduduk dan kelumpuhan ekonomi total.
Suara.com - Perang yang melibatkan kekuatan besar di Timur Tengah kini memasuki fase baru yang mengancam keberlangsungan hidup warga sipil. Salah satunya soal ketersediaan air tawar di kawasan itu.
Ketegangan meningkat drastis setelah pihak Teheran Iran mengeluarkan peringatan keras terkait keamanan infrastruktur vital di wilayah tersebut.
Militer Iran menyatakan kesiapannya untuk melakukan serangan balasan yang masif jika aset energi nasional mereka terus diganggu.
Langkah ini diambil menyusul klaim kerusakan pada instalasi air dan energi Iran akibat serangan dari lawan mereka.
Ancaman ini menjadi sinyal bahaya bagi stabilitas pasokan air bersih bagi jutaan penduduk di semenanjung Arab.
Khatam Al-Anbiya selaku komando operasional militer Iran telah mempertegas posisi mereka dalam menghadapi tekanan dari blok Barat.
"Menindaklanjuti peringatan sebelumnya, jika infrastruktur bahan bakar dan energi Iran dilanggar oleh musuh, semua infrastruktur energi, teknologi informasi, dan desalinasi milik AS dan rezim (Israel) di kawasan itu akan menjadi sasaran," kata komando operasional militer Iran, Khatam Al-Anbiya, dikutip dari The Daily Star.
Pernyataan militer tersebut merupakan respons langsung terhadap gertakan dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Trump sebelumnya telah bersumpah akan meratakan pembangkit listrik di wilayah Iran jika akses Selat Hormuz tetap ditutup.
Baca Juga: Iran Ajak Negara Arab Bersatu Bentuk Pakta Pertahanan Berbasis Al Quran
Eskalasi ini bermula dari tenggat waktu 48 jam yang diberikan Trump agar jalur pelayaran vital di Teluk segera dibuka.
Riwayat serangan terhadap fasilitas umum sebenarnya sudah mulai tercatat dalam beberapa pekan terakhir di wilayah konflik.
Pihak Kementerian Dalam Negeri Bahrain sempat melaporkan adanya aktivitas pesawat tak berawak yang menyasar pabrik pengolahan air.
Kejadian pada 8 Maret tersebut memicu tuduhan bahwa Teheran mulai menyasar infrastruktur sipil tanpa mempertimbangkan dampak kemanusiaan.
Meski demikian, otoritas komunikasi Bahrain mengonfirmasi bahwa operasional distribusi air tetap berjalan normal tanpa gangguan signifikan.
Tuduhan ini berkembang menjadi saling lempar tanggung jawab antara pihak-pihak yang terlibat dalam peperangan di kawasan tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Status Honorer Dihapus 2027, FSGI: Jangan Sampai Picu Krisis Guru dan Gaji Tak Layak!
-
Cegah Gesekan El Clasico, Polresta Tangerang Patroli Keliling di Titik Nobar Persija-Persib
-
Hapus Jejak Tiang Monorel, Pramono Anung Buka Perdana CFD Rasuna Said sebagai Ikon Baru Jakarta
-
Usut Jaringan Internasional! 321 WNA Operator Judol Jakbar Dipindahkan ke Imigrasi
-
Polda Metro Kerahkan Ratusan Polis Jaga Ketat HUT GRIB Jaya di GBK
-
Milad GRIB Jaya di GBK, Polda Metro Siagakan Personel Antisipasi Macet dan Kepadatan
-
Puluhan Warga Inggris Korban Wabah Hantavirus Kapal Pesiar Diisolasi Ketat
-
Analis Intelijen Barat Puji Iran Tetap Kokoh Meski Selat Hormuz Digempur AS
-
Respon Iran Atas Tawaran Damai AS Masih Misteri, Tenggat Waktu Marco Rubio Habis
-
Rudal Iran yang Dipakai Serang Kapal Amerika Ternyata Bertuliskan Pesan Ini