- Pengelola Terminal Kalideres Jakarta Barat rugi miliaran rupiah akibat menjamurnya terminal bayangan saat arus balik Lebaran.
- Terminal resmi mengalami penurunan signifikan penumpang sebab banyak bus memilih menaikkan penumpang di lokasi ilegal pinggir jalan.
- Pengelola berharap Dinas Perhubungan menindak tegas keberadaan terminal bayangan dan titik kumpul tiket online ilegal.
Suara.com - Kondisi Terminal Bus Kalideres, Jakarta Barat, pada masa arus balik Lebaran tahun ini menyisakan pilu bagi para pengelola dan pedagang resmi. Meski arus balik terpantau mengalami lonjakan signifikan, keuntungan justru diduga “dirampok” oleh keberadaan terminal bayangan (TB) yang menjamur di pinggir jalan.
Komandan Koordinator Lapangan (Dankorlap) dari Paguyuban Terminal Kalideres (PTK), Feri Mulyadi, mengungkapkan bahwa saat ini terminal bus penumpang tipe A tersebut justru terlihat sepi dibandingkan dengan titik-titik jemput ilegal. Menurutnya, penurunan jumlah penumpang yang naik dari dalam terminal mencapai angka yang mengkhawatirkan.
"Kalau arus mudik itu terminalnya sepi, nggak ada orang. (Turun) 50 persen. Tapi banyak terminal yang naik di agen bayangan, semacam TB (terminal bayangan) tidak resmi," ujar Feri saat diwawancarai Suara.com di lokasi pada Rabu (25/3/2026).
Feri menyayangkan banyaknya bus yang lebih memilih menaikkan dan menurunkan penumpang di lokasi ilegal seperti Jembatan Gantung, Cengkareng, hingga Pesakih. Padahal, sebagai terminal tipe A, Terminal Kalideres telah menyediakan fasilitas lengkap dan jaminan keamanan bagi pemudik.
"Kita kan bayar resmi, bayar pajak, segala macam retribusi lengkap. Sedangkan TB itu nggak ada pembayaran. Kalau kita kan fasilitas lengkap, kalau penumpang ada apa-apa, kehujanan segala macam kan ada perlindungan. Kalau TB itu kan cuma pinggir jalan. Kalau hujan lari ke mana penumpangnya?" keluh Feri.
Ia bahkan membandingkan ketegasan pemerintah saat ini dengan masa kepemimpinan mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
"Sudah ada langkah (melapor), tapi dari pihak Dinas Perhubungan belum ditanggapi. Kami ini sudah 5–6 tahun... cuma iya-iya doang tapi belum dikerjakan. Tapi kalau kembali zamannya Ahok dulu tahu kan? Zamannya Pak Ahok semua masuk terminal, tutup semua. Nah itu enak," tambahnya.
Kerugian Mencapai Miliaran Rupiah
Senada dengan Feri, Bendahara Umum PTK, Bapak Alfian Tamin atau yang akrab disapa Pak Cofy, menyebut kerugian yang dialami para pelaku usaha dan pengelola terminal akibat praktik ilegal ini tidak main-main.
"Waduh itu kalau dihitung-hitung bisa kena miliaran itu kerugian totalitas dalam ini. Iya benar. Penumpang-penumpang itu merosot jauh. Pada naiknya di luar semua," ungkap Alfian.
Baca Juga: Anggota Polresta Yogyakarta Meninggal Dunia saat Bertugas Lebaran, Diduga Akibat Kelelahan
Ia menekankan bahwa keberadaan terminal bayangan tidak hanya merugikan pengelola loket, tetapi juga mematikan ekonomi UMKM di dalam terminal. Jika bus masuk ke dalam terminal, pendapatan daerah melalui pajak dan retribusi dipastikan akan meningkat, dan pedagang warung pun ikut kecipratan rezeki.
"Contoh bapak ini benar katanya seperti Ahok kemarin kan semua itu masuk, semuanya tidak boleh naik turun di luar. Harapan kami itu yang naik turun di luar itu ditindak tegas, bila perlu dikandangkan," tegasnya.
Masalah Baru: Tiket Online dan Titik Kumpul
Selain masalah terminal bayangan fisik, Alfian juga menyoroti sistem penjualan tiket online yang mulai tidak terkontrol. Alih-alih mempermudah, banyak penyedia layanan tiket online yang justru membuat titik kumpul sendiri di luar terminal resmi.
"Sekarang ini lebih bahaya lagi yang namanya online ini, titik kumpul dia sudah bukan terminal lagi. Sudah punya titik kumpul masing-masing. Nah semestinya dibawa ke sini, ke dalam terminal gitu lho. Ini titik kumpulnya sudah ngadain sendiri, dia kan tambah rugi kita," tutur Alfian.
Pihak pengelola Terminal Kalideres kini hanya bisa berharap Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta segera mengambil tindakan nyata untuk mengembalikan “marwah” terminal tipe A.
"Harapan kami sangat besar terhadap Dinas Perhubungan setempat, mohon ditindaklanjuti secepat mungkin biar kembali lagi marwahnya terminal tipe A ini. Jangan hanya sebatas retorika ataupun pencitraan, yang kami harapkan kenyataan," pungkas Alfian.
Reporter: Dinda Pramesti K
Berita Terkait
-
Anggota Polresta Yogyakarta Meninggal Dunia saat Bertugas Lebaran, Diduga Akibat Kelelahan
-
Targetkan 675 Ribu Pengunjung, Kawasan Malioboro Masih Dipadati Ribuan Wisatawan pada H+4 Lebaran
-
Usai Libur Lebaran, Pemprov DKI Jakarta terapkan WFA
-
Cegah Kekerasan Perempuan dan Anak, Terminal Kalideres Dipantau Ketat Selama Arus Mudik Lebaran
-
Viral Seleb TikTok Mat Peci Kasih THR Bak Beri Makan Ayam, Sampai Habis Rp50 Juta
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Misteri Formasi Tak Lazim Drone Iran, Kesaksian Pilot F-15 Bikin Geger
-
Wacana Ekspor Satu Pintu Dinilai Berpotensi Perkuat Posisi Indonesia di Tengah Persaingan Global
-
Warga Sipiongot Senang Karena Jalan Diaspal Setelah Puluhan Tahun
-
Skandal Korupsi Kuota Haji: KPK Cecar Eks Dirjen PHU Hilman Latief Soal Modus Bagi-bagi 50 Persen
-
Masuk RS Polri Gegara Sakit Saluran Pencernaan! Penahanan Gus Yaqut Dibantarkan
-
Eks Plt Direktur PU Ditahan! Terima Suap BUMN dan Rekayasa Proyek Fiktif Rp16 Miliar
-
3 Tahun dalam Penyiksaan: Bagaimana Penyekapan YTR Bisa Luput dari Pantauan Sekitar?
-
Sasaran Turis Bali! 18 Kg Ganja Asal Amerika-Rusia Diselundupkan Lewat Trik Kompartemen Koper
-
Ditanya Nyesal Ikut Pilpres 2024, Anies Balik Tanya Publik: NyeseI Tak Memilih Saya?
-
Usut Dalang Pembagian Kuota Haji 50:50, Eks Dirjen PHU Kemenag Dicecar KPK