- Aktivitas mencurigakan terjadi di pasar keuangan global sekitar 15 menit sebelum pernyataan Trump tentang Iran.
- Transaksi besar senilai total $2,1 miliar dipertaruhkan pada minyak dan S&P 500 sesaat sebelum pengumuman tersebut.
- Senator AS dan politisi Inggris menuntut penyelidikan mendalam atas dugaan kebocoran informasi tersebut, sementara Gedung Putih membantah.
Suara.com - Aktivitas mencurigakan di pasar keuangan global memicu sorotan tajam setelah sejumlah trader diduga meraup keuntungan besar hanya dalam hitungan menit, sebelum pernyataan mengejutkan dari Donald Trump soal peluang damai dengan Iran.
Lonjakan transaksi terjadi sekitar 15 menit sebelum Trump mengunggah pesan di platform Truth Social yang menyebut adanya pembicaraan produktif dengan pemerintah Iran.
Pernyataan itu langsung membalik arah pasar, dari harga minyak yang melonjak menjadi turun, serta indeks saham yang berbalik naik.
Dilansir dari Dailymail, data menunjukkan sekitar 600 juta dolar AS dipertaruhkan pada pergerakan harga minyak dalam waktu singkat.
Pada saat yang sama, sekitar 1,5 miliar dolar AS dipasang di indeks S&P 500.
Sejumlah analis menilai timing transaksi tersebut sangat tidak wajar.
“Trader bukan peramal. Jika posisi berubah beberapa menit sebelum berita besar, biasanya ada informasi yang bocor,” ujar analis pasar.
Reaksi keras datang dari kalangan politikus AS dan Inggris.
Senator AS Chris Murphy menyebut situasi ini sebagai skandal besar.
Baca Juga: Menakar Posisi Tawar Iran: Benarkah Makin Kuat Usai Digempur AS dan Israel?
“Siapa yang terlibat? Trump? Keluarganya? Ini korupsi yang mencengangkan,” tegasnya.
Sementara itu, politisi Inggris John Glen meminta penyelidikan menyeluruh.
“Ini terlihat sangat tidak biasa. Sangat menjijikkan jika ada yang mengambil keuntungan dari perang,” katanya.
Pakar pasar juga memperingatkan dampak jangka panjang terhadap kepercayaan investor.
“Pasar hanya bekerja jika semua pihak memiliki akses informasi yang sama. Jika tidak, kepercayaan bisa runtuh,” ujar seorang analis pasar.
Namun, pihak Gedung Putih membantah tuduhan tersebut.
“Kami tidak mentoleransi pejabat yang mengambil keuntungan ilegal. Tuduhan tanpa bukti adalah tidak bertanggung jawab,” kata juru bicara resmi.
Kontributor: Azka Putra
Berita Terkait
-
Menakar Posisi Tawar Iran: Benarkah Makin Kuat Usai Digempur AS dan Israel?
-
Pemain Selandia Baru Tegaskan Dukungan untuk Iran: Mereka Layak di Piala Dunia 2026
-
Arab Saudi dan UEA Diam-diam Bantu Israel dan AS Perangi Iran
-
Benjamin Netanyahu Diserang Orang Kepercayaan: Jubir Sindir Tas Mewah Sara Netanyahu
-
Ini Prediksi yang Bakal Dialami AS-Israel Pasca Pengangkatan Mohammad Bagher Zolghadr
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Harga Emas Antam Masih Tinggi, Hari Ini Tembus Rp2,69 Juta/Gram
-
Hasil MotoGP Inggris 2026: Kejutan dari Raul Fernandez yang Lama Menghilang
-
Mengulik Desa Les: Saat Tradisi Gerakkan Ekonomi, Anak Muda Siap Warisi?
-
Pengusaha Sektor Horeka Disarankan Pakai LPG Nonsubsidi, Ini Alasannya
-
Review Sterling Point: Refleksi Kehidupan dan Romansa Remaja Masa Kini
-
17 Agustus Zodiak Apa? Kenali Karakteristik Sang "Singa" yang Lahir di Hari Kemerdekaan Indonesia
-
4 Zodiak Paling Beruntung pada 10 Agustus 2026, Siap Raih Kesuksesan Besar
-
Harga Pangan 10 Agustus 2026: Cabai Rawit Merah Hingga Beras Merangkak Naik
-
Paling Kuat di Asia, Rupiah Pukul Mundur Dolar AS ke Level Rp17.810
-
Rekam Jejak Saepul Pelaku Mutilasi Depok: Mantan Guru Matematika hingga Peserta Dangdut TV