- Pemerintah Iran menunjuk Mohammad Bagher Zolghadr sebagai kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi pasca kematian Ali Larijani.
- Penunjukan Zolghadr, tokoh Garda Revolusi, mengindikasikan penguatan peran militer dalam kebijakan keamanan strategis Iran.
- Jabatan ini penting karena Dewan Keamanan mengoordinasikan kebijakan keamanan dan luar negeri Iran di tengah ketegangan regional.
Suara.com - Pemerintah Iran bergerak cepat menyusul tewasnya Ali Larijani dalam serangan udara Israel beberapa waktu lalu.
Mohammad Bagher Zolghadr resmi ditunjuk menggantikan Ali Larijani sebagai kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi.
Dewan Keamanan Nasional Tertinggi merupakan lembaga kunci yang mengoordinasikan kebijakan keamanan dan luar negeri Iran.
Struktur ini melibatkan pejabat militer, intelijen, hingga perwakilan pemimpin tertinggi Mojtaba Khamenei.
Menurut sejumlah pengamat di Timur Tengah, penunjukan Zolghadr menunjukkan arah baru kebijakan pemerintah Iran menghadapi AS dan Israel.
“Ini mengindikasikan adanya penambahan lapisan militer dalam struktur keamanan nasional,” ujar analis Al Jazeera.
Zolghadr ga disebut akan memegang peran penting dalam setiap keputusan strategis. “Siapa pun yang bernegosiasi harus mendapat persetujuan Zolghadr sebelum keputusan diambil,” lanjut laporan tersebut.
Zolghadr dikenal sebagai tokoh senior di Islamic Revolutionary Guard Corps alias Garda Revolusi Iran dengan rekam jejak panjang sejak perang Iran-Irak.
Zolghadr juga pernah menjabat posisi penting di pemerintahan, memperkuat pengaruh militer dalam politik.
Baca Juga: Cerdas! Iran Mau Hancurkan Pusat Desalinasi Air Punya Israel, Warga Timur Tengah Bisa Mati Kehausan
Penunjukan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan regional dan ketidakpastian kepemimpinan Iran.
Pemimpin tertinggi Mojtaba Khamenei belum banyak muncul di publik sejak pergantian kekuasaan awal bulan ini.
Sementara itu, konflik belum menunjukkan tanda mereda. Donald Trump bahkan mengklaim sedang berkomunikasi dengan tokoh penting, meski dibantah pejabat Iran.
“Tidak ada negosiasi yang sedang berlangsung,” tegas Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf.
Ghalibaf menuduh pernyataan tersebut sebagai upaya memanipulasi pasar global terkait kenaikan harga minyak dunia.
Kontributor: Adam Ali
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- Sepeda Gunung Apa yang Bagus dan Murah? Ini 7 Rekomendasi Terbaik untuk Pemula
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
Terkini
-
Mendikdasmen: Hard Skills Saja Tak Cukup, Ini Keterampilan Utama yang Wajib Dikuasai Gen Z!
-
Review Dream To You: Romansa Hangat Cinta Pertama, Luka dan Impian
-
Kota Makin Padat, Banjir Mengintai: Akademisi Soroti Teknologi Pengendalian Air di PIK2
-
Gen Z Fasih Bahasa Inggris, tapi Makin Asing dengan Bahasa Ibu, Mengapa?
-
3,28 Juta Batang Rokok Ilegal Disita di Tol Banyumanik, Negara Berpotensi Rugi Rp3,17 Miliar
-
Menjelang Snoopy Run 2026, Saatnya Menjelajah Dunia Peanuts Selama 54 Hari di Sini!
-
The Last House: Pesan Moral Mendalam tentang Hubungan Manusia dan Alam
-
80 Persen Beras Fortifikasi Tak Sesuai Klaim, Ada yang Dijual Rp42 Ribu/Kg
-
Belanja Mewah di SEIBU Dapat Voucher Gratis? Cek Promo BRI Ini!
-
Detik-Detik Mencekam di Sydney! Airbus A320 Nyaris Tabrakan dengan Boeing 777