- Akses Jalan Kayu Mas Utara, Pulogadung, Jakarta Timur, amblas selama seminggu, melumpuhkan total kendaraan roda empat.
- Warga khawatir kecelakaan fatal terjadi karena struktur tanah keropos dan telah memasang pagar pembatas dari bambu.
- Warga menduga drainase yang buruk menyebabkan terkikisnya tanah di bawah aspal, sementara perbaikan dari Pemkot belum terealisasi.
Suara.com - Sudah sepekan terakhir, aktivitas warga di kawasan Jalan Kayu Mas Utara, Pulogadung, Jakarta Timur, terganggu akibat amblasnya akses jalan utama.
Kondisi jalan yang kian memprihatinkan ini memicu kekhawatiran warga akan potensi kecelakaan fatal, sementara perbaikan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur tak kunjung terlihat.
Pantauan di lokasi menunjukkan aspal yang pecah membentuk cekungan dalam, membuat akses tersebut lumpuh total bagi kendaraan roda empat.
Pengendara motor yang nekat melintas pun harus ekstra waspada, merayap perlahan di sisi jalan yang tersisa.
Kasiyah, warga RT 11/RW 03 Pulogadung, mengungkapkan keresahannya saat ditemui di lokasi pada Kamis (23/5). Ia berharap pemerintah segera turun tangan sebelum jatuh korban.
"Harapan saya semoga jalanan yang udah amblas ini segera diperbaiki, soalnya bahaya buat kita," kata Kasiyah.
Struktur Tanah Keropos, Mobil Terpaksa Putar Balik
Kekhawatiran warga bukan tanpa alasan. Di balik permukaan aspal yang retak, diduga terdapat rongga yang membuat struktur jalan sangat rapuh. Kondisi ini membuat warga sepakat menutup akses jalan bagi mobil demi keamanan bersama.
"Sudah parah, di bawahnya itu seperti bolong-bolong. Takutnya kalau dilewati malah tambah amblas," ujar Kasiyah menjelaskan kondisi di bawah permukaan jalan yang rusak.
Baca Juga: Rekaman 3 Menit Terakhir Ungkap Penyebab Tragis Kecelakaan Pesawat Air Canada di New York
Akibatnya, mobilitas warga kini terhambat. Banyak kendaraan roda empat yang terpaksa gigit jari dan mencari rute alternatif yang lebih jauh.
"Mobil sudah tidak bisa lewat, jadi orang-orang pada putar balik. Aktivitas jadi terganggu," tambah Kasiyah.
Inisiatif Warga Pasang Pagar Bambu
Gerah dengan kondisi yang membahayakan namun belum ada tindakan nyata, warga berinisiatif memasang pagar pembatas seadanya dari bambu dan papan. Tanda peringatan dipasang agar tidak ada pengendara yang terperosok ke dalam lubang amblas.
"Sudah dipagari, supaya tidak ada yang lewat. Kalau dipaksakan, bahaya," tegas Kasiyah.
Meski warga telah melapor ke pihak Kelurahan Pulo Gadung dan petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) sudah sempat melakukan pengecekan, hingga kini belum ada tanda-tanda alat berat atau material bangunan dikerahkan ke lokasi.
Berita Terkait
-
Misteri Pria Hilang di Jaktim Berujung Tragis: Jasad Ditemukan Terkubur di Cikeas
-
Rekaman 3 Menit Terakhir Ungkap Penyebab Tragis Kecelakaan Pesawat Air Canada di New York
-
Diduga Kurang Berhati-hati, Minibus Nyemplung di Bundaran HI Usai Tabrak Pembatas Jalan
-
Kecelakaan Beruntun di Tol Andara: Fortuner Terbalik, Penumpang LCGC Dilarikan ke RS
-
Pengemudi Fortuner Mabuk Tabrak Beruntun Sejumlah Motor di PIK, Dua Orang Tewas
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
Terkini
-
Cuma Rp50 Ribu Per Hari, Polisi Ungkap Rahasia di Balik Penitipan Bayi Ilegal di Sleman
-
Minta Polri-PPATK Bongkar Sosok Pemodal Judol di Jakbar, Sahroni: Tak Mungkin 321 WNA Gerak Sendiri!
-
Kronologi Lengkap Pria Depok Ngamuk Bumper Ambulans, Berawal dari Cekcok Soal Lampu Rotator
-
Dari Kantong Kuning dan Hijau, Jakarta Bisa Mulai Benahi Sampahnya
-
Yusril Ingatkan Hakim Militer di Kasus Andrie Yunus: Jangan Sekadar Formalitas
-
Warga RT 02 Tebet Tak Lagi Buang Sampah Dapur ke TPA: Diubah Jadi Pupuk dalam Sumur Teba
-
Waspada Hantavirus, Arab Saudi Perketat Pengawasan Gerbang Masuk ke Negara
-
Wali Kota Jaktim Larang Lapak Kurban di Trotoar, Nekat Bakal Ditegur dan Ditertibkan!
-
Mengenal Teba Modern, Rahasia Warga Gudang Peluru Jadi Pionir Pilah Sampah Mandiri
-
Polisi Ungkap Kondisi 11 Bayi di Penitipan Sleman: Tiga Masih Dirawat di Rumah Sakit