News / Metropolitan
Kamis, 26 Maret 2026 | 18:43 WIB
Ilustrasi penikaman atau penusukan. (Shutterstock)
Baca 10 detik
  • Seorang wanita berinisial SV meninggal pada 26 Maret 2026 setelah ditusuk kekasihnya, SLG, di Cengkareng.
  • Penusukan terjadi pada Jumat, 20 Maret 2026, di Kedaung Kali Angke menggunakan pisau dapur bagian leher.
  • Motif utama penusukan terhadap korban diduga kuat berkaitan dengan persoalan masalah keuangan ekonomi antara keduanya.

Suara.com - Seorang wanita berinisial SV meninggal dunia usai menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat ditusuk menggunakan pisau dapur oleh kekasihnya.

Kanit Reskrim Polsek Cengkareng, AKP Gultom, mengatakan peristiwa penusukan terhadap wanita berusia 26 tahun itu terjadi pada Jumat (20/3/2026).

Korban tewas setelah ditusuk oleh pacarnya, SLG (24), di bagian leher menggunakan pisau dapur.

Insiden ini terungkap setelah pihak kepolisian menerima laporan dari warga terkait adanya penusukan.

Menerima laporan tersebut, petugas langsung menuju lokasi kejadian di Kelurahan Kedaung Kali Angke, Cengkareng, Jakarta Barat.

“Kami selidiki, ternyata pacarnya yang melakukan tindakan itu. Kemudian dicari-cari pelakunya, dan pelaku ternyata tidak jauh dari situ, lalu kami lakukan penangkapan," kata Gultom saat dihubungi, Kamis (26/3/2026).

Gultom mengatakan pelaku menusuk korban pada bagian leher menggunakan pisau dapur hingga bersimbah darah. Saat itu, korban yang terkapar langsung dibawa ke rumah sakit terdekat.

Saat itu korban masih dalam keadaan bernapas dan sempat mendapatkan perawatan di RSUD Cengkareng hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada hari ini sekitar pukul 03.00 WIB.

"Sebenarnya waktu kejadian itu tidak langsung meninggal dunia, tanggal 20 kejadian. Nah tadi pagi jam 3 lebih korban meninggal dunia," jelasnya.

Baca Juga: 7 Fakta Pembunuhan Wanita dalam Boks di Medan: Motif Seks Menyimpang hingga Terekam CCTV

Dari hasil pemeriksaan sementara, Gultom menyampaikan motif pelaku nekat menusuk korban diduga karena persoalan ekonomi.

"Dari informasi yang kita dalami, motifnya ekonomi. Artinya mungkin masalah keuangan, jadi bukan karena cemburu," ujarnya.

Saat ini, Gultom menambahkan pihaknya masih melakukan pemeriksaan mendalam terhadap pelaku. Sebab, saat terakhir diperiksa, pelaku disebut sedang dalam kondisi tidak stabil.

"Pelaku masih seperti stres, jadi pemeriksaannya masih belum selesai," tandasnya.

Load More