- Warga negara Irak berinisial Fuad membunuh cucu Mpok Nori berinisial DA (37) di Cipayung, Jakarta Timur pada Sabtu (21/3/2026).
- Pelaku dijerat Pasal Pembunuhan (seumur hidup atau 20 tahun) dan Penganiayaan Berat (hingga 8 tahun).
- Motif pembunuhan tersebut dipicu rasa cemburu karena Fuad menduga korban menjalin hubungan dengan pria lain.
Suara.com - Warga negara Irak, Fuad, terancam hukuman seumur hidup atau 20 tahun penjara usai melakukan pembunuhan terhadap cucu seniman senior, Mpok Nori, DA (37), di sebuah kamar kontrakan kawasan Cipayung, Jakarta Timur.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, mengatakan Fuad dijerat dengan Pasal 458 ayat (3) tentang pembunuhan.
“Pasal 458 ayat (3) pembunuhan yang diikuti, disertai, atau didahului oleh suatu tindak pidana yang dilakukan dengan maksud untuk mempersiapkan atau mempermudah pelaksanaannya, atau untuk melepaskan diri sendiri atau peserta lainnya dari pidana dalam hal tertangkap tangan, atau untuk memastikan penguasaan barang yang diperolehnya secara melawan hukum,” kata Budi saat dikonfirmasi, Rabu (25/3/2026).
“Dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling lama 20 tahun,” imbuhnya.
Selain itu, Budi juga menyebut pelaku dijerat dengan Pasal 468 ayat (2) tentang penganiayaan berat dengan ancaman penjara selama 8 tahun.
“Jika perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mengakibatkan mati, dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 tahun,” jelas Budi.
Sebelumnya, polisi meringkus pelaku pembunuhan terhadap Dwintha Anggary, yang tewas bersimbah darah di kamar kontrakannya di Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur.
Wanita berusia 37 tahun ini merupakan cucu dari seniman sekaligus pelawak senior, Mpok Nori.
Panit 2 Subdit Resmob Polda Metro Jaya, AKP Fechy J. Ataupah, mengatakan pelaku pembunuhan berinisial FTJ merupakan warga negara Irak. FTJ diketahui merupakan suami siri korban.
Baca Juga: Sebelum Bunuh Cucu Mpok Nori, Mantan Suami Diduga KDRT hingga Paksa Gugurkan Kandungan
“Tersangka berhasil kami ringkus di rest area Tol Tangerang–Merak saat berupaya melarikan diri ke wilayah Sumatera,” kata Fechy, Senin (23/3/2026).
Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengakui motif pembunuhan tersebut dilatarbelakangi rasa cemburu.
“Motif di balik pembunuhan ini adalah karena tersangka cemburu dengan korban. Tersangka, yang merupakan suami siri korban, mengaku beberapa kali memergoki korban sedang menjalin hubungan dengan pria lain,” ujar Fechy.
“Hingga akhirnya terjadi keributan dan perkelahian antara tersangka dan korban yang menyebabkan korban tewas dengan luka senjata tajam di bagian leher,” imbuhnya.
Pelaku sempat berpikir untuk melarikan diri ke negara asalnya. Namun, untuk menunggu situasi tenang, ia mencoba kabur ke wilayah Sumatera untuk bersembunyi.
Peristiwa pembunuhan ini terjadi pada Sabtu (21/3/2026). Kasus tersebut terungkap saat ibu korban mendatangi kontrakan anaknya.
Berita Terkait
-
Sebelum Bunuh Cucu Mpok Nori, Mantan Suami Diduga KDRT hingga Paksa Gugurkan Kandungan
-
Berpapasan di Polda Metro, Keluarga Minta Pembunuh Cucu Mpok Nori Dihukum Seberat-beratnya
-
Selain Keluarga, Polisi Bakal Periksa Laki-Laki yang Bersama Cucu Mpok Nori Sebelum Tewas Dibunuh
-
Terkuak Sosok Fuad WNA Irak Pembunuh Cucu Mpok Nori: Ternyata Penjual Parfum
-
Versi Pelaku, Bunuh Cucu Mpok Nori di Malam Takbiran Gegara Cemburu
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Nelayan Tak Boleh Dilupakan, Prabowo Janjikan Perbaikan Kesejahteraan Nasional
-
Prabowo di Gorontalo: Indonesia Kuat, Tak Panik Hadapi Gejolak Dunia karena Swasembada Pangan
-
Prabowo soal MBG: Sekolah yang Butuh Segera Diberi, yang Tidak Perlu Tidak Dipaksakan
-
Anies Baswedan dan Najelaa Shihab Soroti Bahaya AI bagi Pelajar: Otak Bisa Malas Berpikir
-
Ketua DPD Golkar DKI Sebut Jakarta Darurat Sampah, Warga Diminta Mulai Bergerak dari Rumah
-
Prabowo Genjot Ekonomi Biru, Nelayan Disiapkan Jadi Kekuatan Baru Indonesia
-
Terungkap! Ratusan WNA Operator Judi Online di Hayam Wuruk Ternyata Direkrut 'Veteran Kamboja'
-
Menuju Target Nasional Pengurangan Sampah 2029, Ini Kebiasaan yang Harus Digencarkan di Rumah
-
Jemaah Haji RI Meninggal Dunia 20 Orang, Mayoritas karena Gangguan Jantung dan Paru
-
Uang Miliaran Rupiah hingga Puluhan Juta Dong Vietnam Disita dari Sarang Judol Hayam Wuruk