News / Internasional
Kamis, 26 Maret 2026 | 18:51 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Dia mengklaim ditawari oleh pemerintah Iran untuk menjadi Pemimpin Tertinggi alias Ayatollah.
Baca 10 detik
  • Presiden Trump mengklaim Iran menawarinya jabatan Pemimpin Tertinggi pada acara Kamis, 26 Maret 2026, dan klaim ini dibantah Teheran.
  • Klaim Trump muncul saat Iran menghadapi krisis kepemimpinan serius pasca-kematian Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
  • Trump menegaskan operasi militer AS sukses besar dan klaim negosiasi damai sedang berlangsung meski ada ketidaksesuaian informasi.

Suara.com - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali memicu kontroversi global melalui pernyataan terbarunya mengenai konflik yang sedang berlangsung dengan Iran.

Dalam sebuah acara penggalangan dana Partai Republik pada hari Kamis (26/3/2026), Trump melontarkan klaim yang tidak biasa.

Dikutip dari Gazeta Express, Trump mengatakan pemerintah Iran secara tidak resmi pernah menyarankan agar dirinya menjadi Pemimpin Tertinggi atau Ayatollah Republik Islam tersebut.

Pernyataan ini muncul di tengah ketegangan yang belum mereda, dan klaim sepihak dari Washington mengenai adanya pembicaraan damai untuk mengakhiri perang.

Trump dengan gaya bicaranya yang khas menyatakan dirinya telah menolak mentah-mentah tawaran tersebut.

"Kami ingin menjadikan Anda pemimpin tertinggi berikutnya. Tidak, terima kasih. Saya tidak menginginkannya," ujar Trump, menceritakan kembali klaim percakapan tersebut.

Ia kemudian menambahkan dengan nada sinis, "Belum pernah ada kepala negara yang kurang menyukai pekerjaan itu selain menjadi pemimpin Iran."

Meski Trump bersikeras komunikasi terus berjalan, pemerintah Iran justru mengeluarkan bantahan keras.

Teheran secara tegas menyatakan tidak ada negosiasi yang sedang berlangsung untuk menyelesaikan perang yang telah berkecamuk selama hampir satu bulan tersebut.

Baca Juga: Israel Klaim Tewaskan Kepala Staf AL IRGC Iran di Kota Dekat Selat Hormuz

Ketidaksinkronan informasi antara Gedung Putih dan Teheran ini menciptakan kebingungan diplomatik di tingkat internasional.

Misteri Kepemimpinan Iran Pasca-Khamenei

Klaim Trump ini meluncur di saat Iran sedang menghadapi krisis kepemimpinan yang sangat serius.

Bulan lalu, dunia dikejutkan dengan kabar pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Kepergian Khamenei meninggalkan lubang besar dalam struktur kekuasaan tertinggi di negara para Mullah tersebut.

Pascainsiden tersebut, putra Khamenei, Mojtaba Khamenei, dilaporkan mengisi posisi strategis sebagai Pemimpin Tertinggi.

Load More