- Kemenag kutuk kekerasan guru TPQ Probolinggo yang banting santri karena mobil.
- TPQ lokasi kekerasan santri di Probolinggo ternyata belum miliki izin resmi.
- Kemenag dukung proses hukum pelaku penganiayaan anak di lingkungan TPQ Probolinggo.
Suara.com - Kementerian Agama (Kemenag) memberikan perhatian serius terhadap kasus dugaan kekerasan terhadap anak di sebuah Taman Pendidikan Al-Qur’an atau TPQ di Probolinggo, Jawa Timur, yang viral di media sosial. Insiden tersebut memperlihatkan seorang anak yang menjadi korban kekerasan oleh oknum pengajar di lingkungan pendidikan keagamaan.
Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag, Thobib Al Asyhar, menyatakan keprihatinan mendalam dan menegaskan bahwa tindakan kekerasan terhadap anak dalam bentuk apa pun tidak dapat ditoleransi.
"Kami sangat prihatin dan mengecam keras kekerasan terhadap anak. Tindakan ini tidak dapat dibenarkan, dilakukan oleh siapa pun dan di mana pun," ujar Thobib dalam keterangan resminya di Jakarta, Minggu (29/3/2026).
Kasus ini mencuat setelah beredar rekaman video yang memperlihatkan seorang anak berinisial MFR diduga diangkat lalu dijatuhkan secara kasar oleh oknum guru TPQ berinisial S. Pelaku dilaporkan tersulut emosi lantaran korban tidak sengaja menggores mobil milik pimpinan TPQ saat sedang bersepeda.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, Kemenag telah berkoordinasi dengan Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur guna menelusuri legalitas TPQ tersebut. Hasil pemeriksaan mengungkapkan bahwa lembaga pendidikan keagamaan itu ternyata belum mengantongi izin operasional resmi.
"Saat ini kasus tersebut sedang ditangani oleh aparat penegak hukum setempat. Kami mendukung penuh langkah kepolisian dalam memproses hukum pelaku," tegas Thobib.
Thobib juga menekankan bahwa lembaga pendidikan semestinya menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi tumbuh kembang anak.
"Anak-anak harus mendapatkan perlindungan dari kekerasan fisik maupun psikologis. Kejadian seperti ini tidak boleh terulang kembali di masa depan," pungkasnya.
Baca Juga: Viral Bocah 9 Tahun Dibanting Ustaz di Musala, Dituduh Bikin Lecet Mobil Kiai
Berita Terkait
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Kepercayaan Rakyat ke Polri Meroket, Rudianto Lallo: Modal Besar Tingkatkan Pelayanan
-
Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen, Sari Yuliati: Hasil Kerja Nyata dan Konsistensi
-
Pilih Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta, Zulhas: Artis Itu Kreatif dan Kerjanya Produktif
-
HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
-
Malam Minggu Spesial di Bundaran HI: Warga Rayakan HUT Jakarta ke-499 Sambil Nonton Konser
-
Soroti Ketimpangan Distribusi MBG, Garuda Institute Dorong BGN Perkuat Akurasi Sasaran
-
Taruna Akmil Masuk Sekolah Rakyat, Amnesty Khawatir Siswa Jadi Korban Militerisasi Pendidikan
-
Resmi! Zulhas Lantik Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta Gantikan Eko Patrio
-
GMNI Desak Pemerintah Hentikan Total Program Kopdes Merah Putih: Jangan Boroskan APBN
-
Kemenhan Akui 32 Peserta Hamil Sempat Ikut Latsarmil SPPI, Akhirnya Dipulangkan