News / Internasional
Rabu, 13 Mei 2026 | 15:06 WIB
Divisi elite IRGC Iran menggelar latihan anti-helikopter skala besar di Teheran untuk meningkatkan kesiapsiagaan tempur dan pertahanan wilayah. [Tasnim News]
Baca 10 detik
  • Divisi pasukan elite IRGC Iran menggelar latihan perang anti-helikopter selama lima hari di sekitar wilayah ibu kota Teheran.
  • Latihan bersandi Pemimpin Syahid Imam Khamenei ini bertujuan menguji kesiapsiagaan tempur serta pertahanan udara terhadap potensi infiltrasi musuh.
  • Seluruh batalion komando IRGC dan milisi Basij berhasil mencapai target latihan guna memperkuat pertahanan nasional dalam ketegangan regional.

Suara.com - Divisi pasukan elite Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran menggelar latihan perang anti-helikopter skala besar sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan tempur dan pertahanan udara di sekitar Teheran.

Latihan dengan sandi “Pemimpin Syahid Imam Khamenei” ini dirancang untuk menguji kemampuan menghadapi potensi operasi pendaratan pasukan dari udara, yang kerap menjadi bagian dari skenario militer modern.

Simulasi dan Evaluasi Taktik

Menyitat laporan Tasnim News, Rabu (13/5/2026), Komandan Divisi Mohammad Rasulullah, Brigadir Jenderal Hassan Hassanzadeh, menyebut seluruh batalion komando IRGC bersama milisi Basij berada dalam status siaga penuh.

Ia mengatakan berbagai skenario yang telah dilatih sebelumnya diuji kembali dalam manuver gabungan tersebut.

Divisi elite IRGC Iran menggelar latihan anti-helikopter skala besar di Teheran untuk meningkatkan kesiapsiagaan tempur dan pertahanan wilayah. [Tasnim News]

“Peningkatan kemampuan tempur untuk menghadapi setiap pergerakan musuh menjadi salah satu tujuan latihan,” ujar Hassanzadeh.

Menurutnya, taktik individu maupun tim dalam menghadapi infiltrasi di berbagai medan juga dipraktikkan dan dievaluasi selama simulasi berlangsung. Latihan yang digelar selama lima hari itu disebut berjalan sesuai target.

Fokus Pertahanan Udara

Latihan difokuskan di sejumlah area strategis sekitar ibu kota Teheran, dengan penekanan pada kemampuan menghadapi operasi pendaratan dari udara serta serangan balasan terhadap helikopter.

Baca Juga: Hati-hati! Eks Intelijen BAIS Sebut RI Bisa Jadi 'Padang Kurusetra' Rebutan AS-China

Kesiapsiagaan penuh ini, menurut pihak IRGC, menunjukkan komitmen dalam memperkuat pertahanan berlapis untuk melindungi wilayah nasional.

Latar Ketegangan Regional

Latihan tersebut digelar di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Dalam konteks dinamika keamanan regional, operasi berbasis helikopter kerap menjadi bagian dari skenario militer modern.

IRGC menyatakan bahwa peningkatan kemampuan pertahanan udara merupakan langkah adaptif terhadap perkembangan taktik peperangan kontemporer.

Dengan berakhirnya latihan, pihak komando menyebut seluruh tujuan yang ditetapkan telah tercapai dan pasukan kini tetap dalam kondisi siaga sesuai kebutuhan operasional.

Load More