- Divisi pasukan elite IRGC Iran menggelar latihan perang anti-helikopter selama lima hari di sekitar wilayah ibu kota Teheran.
- Latihan bersandi Pemimpin Syahid Imam Khamenei ini bertujuan menguji kesiapsiagaan tempur serta pertahanan udara terhadap potensi infiltrasi musuh.
- Seluruh batalion komando IRGC dan milisi Basij berhasil mencapai target latihan guna memperkuat pertahanan nasional dalam ketegangan regional.
Suara.com - Divisi pasukan elite Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran menggelar latihan perang anti-helikopter skala besar sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan tempur dan pertahanan udara di sekitar Teheran.
Latihan dengan sandi “Pemimpin Syahid Imam Khamenei” ini dirancang untuk menguji kemampuan menghadapi potensi operasi pendaratan pasukan dari udara, yang kerap menjadi bagian dari skenario militer modern.
Simulasi dan Evaluasi Taktik
Menyitat laporan Tasnim News, Rabu (13/5/2026), Komandan Divisi Mohammad Rasulullah, Brigadir Jenderal Hassan Hassanzadeh, menyebut seluruh batalion komando IRGC bersama milisi Basij berada dalam status siaga penuh.
Ia mengatakan berbagai skenario yang telah dilatih sebelumnya diuji kembali dalam manuver gabungan tersebut.
“Peningkatan kemampuan tempur untuk menghadapi setiap pergerakan musuh menjadi salah satu tujuan latihan,” ujar Hassanzadeh.
Menurutnya, taktik individu maupun tim dalam menghadapi infiltrasi di berbagai medan juga dipraktikkan dan dievaluasi selama simulasi berlangsung. Latihan yang digelar selama lima hari itu disebut berjalan sesuai target.
Fokus Pertahanan Udara
Latihan difokuskan di sejumlah area strategis sekitar ibu kota Teheran, dengan penekanan pada kemampuan menghadapi operasi pendaratan dari udara serta serangan balasan terhadap helikopter.
Baca Juga: Hati-hati! Eks Intelijen BAIS Sebut RI Bisa Jadi 'Padang Kurusetra' Rebutan AS-China
Kesiapsiagaan penuh ini, menurut pihak IRGC, menunjukkan komitmen dalam memperkuat pertahanan berlapis untuk melindungi wilayah nasional.
Latar Ketegangan Regional
Latihan tersebut digelar di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Dalam konteks dinamika keamanan regional, operasi berbasis helikopter kerap menjadi bagian dari skenario militer modern.
IRGC menyatakan bahwa peningkatan kemampuan pertahanan udara merupakan langkah adaptif terhadap perkembangan taktik peperangan kontemporer.
Dengan berakhirnya latihan, pihak komando menyebut seluruh tujuan yang ditetapkan telah tercapai dan pasukan kini tetap dalam kondisi siaga sesuai kebutuhan operasional.
Berita Terkait
-
Warga Palestina Dipaksa Bongkar Makam Keluarga, PBB Kecam Tindakan Israel di Tepi Barat
-
Sesumbar Benjamin Netanyahu Mau Masuk ke Iran dan Ambil Uranium
-
Tak Butuh Bantuan China, Donald Trump: Xi Jinping Bestie Awak
-
Eileen Wang Agen Rahasia China yang Menyelinap dan Sukses Jadi Walikota di AS, Kini Nasibnya Tragis
-
Menteri Perang AS Ngamuk ke Senat Saat Minta Rp24 Ribu T untuk Kalahkan Iran
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
WNI Tertangkap pada Kasus Jaringan Distributor Konten Asusila Anak di Kapal Pesiar Disney
-
Kesaksian Penumpang Kapal MV Hondius Karantina Massal 42 Hari karena Hantavirus
-
Legislator PDIP Soroti Kelangkaan Solar Subsidi: Petani Bisa Gagal Panen
-
Soal Pembubaran Nobar 'Pesta Babi', TB Hasanuddin: Tidak Ada Bukti Film Itu Melanggar UU
-
Oditur Militer Puji Racikan Air Keras Penyerang Andrie Yunus 'Kreatif'
-
'Ini Tidak Bisa Dilepas!', Nadiem Makarim Muncul Pakai Gelang Detektor di Sidang Korupsi Chromebook
-
KPK Duga Dua Ajudan Bantu Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Terima Gratifikasi
-
Momen Prabowo Tatap dan Tunjuk Menkeu Purbaya di Depan Gunungan Uang Rp10 Triliun
-
Viral Isu Prostitusi Anak di Blok M Libatkan WNA Jepang, Polda Metro Jaya Turun Tangan
-
Jokowi Disebut Sudah Pulih 99 Persen, Siap Keliling Indonesia Juni 2026 Sapa Rakyat