-
Pekerja transportasi Manila mogok massal menuntut penurunan harga BBM akibat krisis energi nasional.
-
Sopir Filipina mengeluhkan bantuan tunai yang macet di tengah lonjakan harga kebutuhan pokok.
-
Presiden Ferdinand Marcos menetapkan status darurat energi nasional demi menjaga stabilitas pasokan bahan bakar.
Suara.com - Ibu kota Filipina kini tengah menghadapi gelombang protes besar dari ratusan pekerja sektor transportasi.
Aksi mogok massal ini pecah di Manila pada Kamis (26/3/2026) sebagai bentuk kemarahan atas harga minyak.
Kondisi ekonomi di negara tetangga tersebut kian terhimpit sejak pecahnya konflik di wilayah Iran.
Tercatat bahwa harga bensin dan solar melonjak hingga lebih dari dua kali lipat sejak akhir Februari.
Seorang sopir senior di Manila mengungkapkan betapa sulitnya bertahan hidup di tengah situasi yang kian mencekam.
Ia mengaku kesulitan memberi makan lima anaknya karena bantuan dari pemerintah belum juga ia terima.
Di tengah aksi protes yang memanas, sebuah kapal pengangkut minyak mentah dari Rusia justru baru tiba.
Kapal tersebut membawa muatan sebanyak 700.000 barel minyak guna mencoba menstabilkan pasokan energi di dalam negeri.
Presiden Ferdinand Marcos terus berupaya mencari alternatif sumber energi baru demi mengurangi ketergantungan impor luar negeri.
Baca Juga: Ekonom Ungkap Harga BBM Pertalite dan Solar Setelah Minyak Dunia Melonjak
Selama ini, sebanyak 98 persen kebutuhan energi Filipina sangat bergantung pada jalur Selat Hormuz yang rawan.
Koalisi transportasi yang menggerakkan aksi ini membawa sejumlah poin tuntutan yang sangat krusial bagi mereka.
Mereka meminta pemerintah segera menghapus pajak bahan bakar dan melakukan intervensi terhadap harga minyak di pasar.
Selain itu, para pengunjuk rasa menuntut penghentian deregulasi serta pemberlakuan kontrol ketat dari pihak negara.
Kenaikan tarif transportasi serta upah yang lebih layak juga menjadi agenda utama dalam demonstrasi tersebut.
Massa yang berkumpul sejak Kamis pagi terlihat membawa berbagai poster protes di beberapa titik ibu kota.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Kinerja Pegadaian Dapat Apresiasi Presiden Prabowo dalam Pidato Sidang Tahunan MPR 2026
-
Review Kung Fu Soccer: Terlalu Absurd Disebut Film Tentang Sepak Bola, Apakah Layak Ditonton?
-
KPK Cecar Pejabat Bulog, Dalami Pembentukan Harga Beras dalam Kasus Korupsi Bansos
-
Ancaman Siber Berbasis AI Makin Canggih, Industri Keuangan Diminta Perkuat Ketahanan Digital
-
Puan Maharani Jawab Pujian Prabowo: PDIP Siap Bahu-Membahu Dukung Pemerintah Selama Demi Rakyat
-
Mantan Guru Ngaji Diduga Cabuli Anak di Masjid, Korban Capai 24 Orang dalam 11 Tahun
-
PT DSI Bisa Jadi Instrumen Perbaikan Tata Kelola Ekspor, Asal Transparan
-
DPR Sayangkan Prabowo Tak Singgung Kesejahteraan Guru di Pidato Kenegaraan
-
Marbot Masjid di Cilacap Cabuli 24 Anak, Korban Dipaksa Sumpah Alquran Supaya Bungkam
-
Bli Nyoman dan Desa Les: Ketika sebuah Desa Tumbuh tanpa Kehilangan Akarnya