-
Pekerja transportasi Manila mogok massal menuntut penurunan harga BBM akibat krisis energi nasional.
-
Sopir Filipina mengeluhkan bantuan tunai yang macet di tengah lonjakan harga kebutuhan pokok.
-
Presiden Ferdinand Marcos menetapkan status darurat energi nasional demi menjaga stabilitas pasokan bahan bakar.
Sebagian besar peserta aksi adalah pengemudi jeepney, kendaraan ikonik Filipina yang dikenal dengan tarif yang sangat terjangkau.
Tak hanya itu, pengemudi ojek konvensional dan ojek online pun turut menyatakan dukungannya dalam aksi mogok ini.
Keluhan utama para pengemudi adalah janji bantuan sebesar 5.000 peso atau setara Rp 1,4 juta yang tak kunjung cair.
Dana yang dijanjikan Departemen Kesejahteraan Sosial dan Pembangunan itu belum menyentuh tangan para pekerja yang membutuhkan.
"Kemarin saya mengantre lebih dari lima jam untuk mendapatkan bantuan tunai dari pemerintah, tetapi nama saya tidak ada di sana," kata Guillermo Japole (62).
Guillermo menambahkan kekecewaannya karena keluarganya kini tidak memiliki penghasilan sama sekali untuk makan sehari-hari.
"Tidak menerima bantuan tunai, tidak ada penghasilan, tidak ada makanan untuk keluarganya," tambahnya.
Bahkan ia mengungkapkan kekhawatiran bahwa keluarganya akan segera diusir dari rumah sewaan mereka dalam waktu dekat.
Beberapa rekannya sesama sopir jeepney bahkan mulai mempertimbangkan untuk pulang ke desa dan mencari profesi lain.
Baca Juga: Ekonom Ungkap Harga BBM Pertalite dan Solar Setelah Minyak Dunia Melonjak
Kondisi ekonomi yang sulit membuat mereka merasa tidak memiliki masa depan lagi di sektor transportasi kota.
"Rasanya seperti kami dicekik. Ini benar-benar sulit. Kami tidak tahu dari mana kami bisa mendapatkan uang untuk memenuhi kebutuhan keluarga kami," kata Ronnie Rillosa (58) yang telah menjadi pengemudi jeepney selama 30 tahun.
Ronnie menegaskan bahwa penurunan harga kebutuhan pokok jauh lebih penting daripada sekadar pemberian bantuan tunai sesaat.
"Kami tidak membutuhkan bantuan tunai jika pemerintah mau menurunkan harga bahan bakar, makanan, listrik, dan air," lanjutnya.
Sebelum aksi ini meluas, pemerintah sebenarnya telah menetapkan status darurat energi nasional secara resmi pada Selasa kemarin.
Keputusan ini diambil setelah kementerian terkait berencana meningkatkan produksi listrik berbasis batu bara untuk menahan tarif listrik.
"Keadaan darurat energi nasional dengan ini diumumkan mengingat konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah, serta bahaya yang ditimbulkannya terhadap ketersediaan dan stabilitas pasokan energi negara," demikian bunyi perintah eksekutif yang dirilis Selasa malam.
Pemerintah Filipina kini berada dalam tekanan besar untuk menyeimbangkan stabilitas energi dan kesejahteraan rakyat kecil.
Kebijakan darurat ini diharapkan mampu meredam gejolak harga yang terus menghimpit ekonomi warga di lapisan bawah.
Namun bagi para sopir di jalanan Manila, solusi nyata dan penurunan harga adalah hal yang paling mereka nantikan.
Kini publik menanti langkah konkret selanjutnya dari Presiden Marcos dalam mengatasi krisis energi yang kian meluas ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
Terkini
-
Puan Maharani Pimpin Rapat Paripurna DPR RI ke-22 Hari Ini: 293 Anggota Hadir, Ini Agendanya
-
Terseret Kasus Haji Kemenag, Eks Menpora Dito Ariotedjo Penuhi Panggilan Penyidik KPK
-
Hakim Ungkap Putusan Kasus Nadiem Makarim Mencapai 1.146 Halaman
-
IPAL Dibangun, Bau Kali Krukut di Taman Bendera Pusaka Mulai Ditangani
-
Bulog Buka Gudang Bagi Mahasiswa UGM, Mahasiswa Lihat Langsung Pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah
-
Lawan Penangkapan 'Sewenang-wenang', Roy Suryo Hadapi Jawaban Polda Metro di Sidang Praperadilan
-
Gempa Bumi Venezuela, PBB Siapkan 10 Ribu Kantong Jenazah
-
Jelang Vonis, Nadiem Makarim: Allah Tidak Akan Pernah Meninggalkan Saya
-
Gerindra Minta Evaluasi Total Latsarmil, Tapi KDMP dan KNMP Harus Tetap Jalan
-
Kemensos Ungkap Alasan Libatkan Taruna TNI di Sekolah Rakyat