- Indonesia mendesak PBB menggelar rapat darurat Dewan Keamanan terkait gugurnya personel penjaga perdamaian di Lebanon.
- Menteri Luar Negeri Sugiono meminta investigasi cepat, menyeluruh, dan transparan atas insiden fatal yang menimpa personel tersebut.
- Indonesia mengecam keras serangan yang menewaskan penjaga perdamaian PBB di Lebanon selatan pada Minggu dan Senin.
Suara.com - Indonesia mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) segera menggelar rapat darurat Dewan Keamanan (DK) menyusul gugurnya personel penjaga perdamaian Indonesia di Lebanon. Permintaan tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Sugiono saat berbicara dengan Sekretaris Jenderal PBB António Guterres.
“Kami meminta dibentuknya rapat darurat Dewan Keamanan PBB dan proses investigasi yang cepat, menyeluruh, dan transparan,” ujar Sugiono seperti dikutip dari akun X, Selasa (31/3/2026).
Dalam percakapan tersebut, Sugiono juga mengapresiasi ungkapan duka cita dari Guterres serta kesiapan PBB untuk berkoordinasi dengan Indonesia dalam menyelidiki insiden tersebut.
Selain itu, Sugiono juga melakukan komunikasi dengan Menteri Luar Negeri Lebanon Yousef Raggi. Dalam pembicaraan tersebut, ia menyampaikan kekhawatiran Indonesia atas serangan yang terjadi, termasuk insiden yang menewaskan personel penjaga perdamaian asal Indonesia.
Sugiono menyebut kedua pihak sepakat untuk berkoordinasi erat dan menindaklanjuti langkah-langkah yang diperlukan dalam merespons peristiwa tersebut.
“Langkah-langkah tersebut dilakukan sembari mendukung upaya penurunan eskalasi tensi dan menjaga stabilitas regional,” katanya.
Dalam dua komunikasi tersebut, Sugiono juga menegaskan sikap Indonesia yang mengecam keras serangan tersebut.
“Kami mengecam keras serangan tersebut dan menggarisbawahi pentingnya menghormati keamanan dan keselamatan penjaga perdamaian PBB sesuai dengan hukum Internasional,” jelasnya.
Sebelumnya, seorang personel penjaga perdamaian Indonesia, Praka Farizal Rhomadon, yang tergabung dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon, gugur akibat serangan artileri tidak langsung di dekat Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan, pada Minggu (29/3).
Baca Juga: Detik-detik 2 Personel TNI Tewas di UNIFIL Lebanon
Insiden tersebut terjadi di tengah eskalasi konflik di wilayah tersebut. Kementerian Pertahanan kemudian mengonfirmasi dua personel Indonesia lainnya juga gugur pada Senin (30/3) seiring meningkatnya intensitas konflik.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
- 3 Sepatu Lari Skechers Terbaik untuk Pemula dan Pelari Harian
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
Pilihan
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
Terkini
-
Singgung Nasib Bambang Tri hingga Jonan, Sobary Beberkan Cara Jokowi Matikan Karier Politik Lawan
-
Imigrasi Dalami Dugaan Tindak Pidana Keimigrasian 320 WNA Terduga Sindikat Judi Online Internasional
-
Pakar Militer Minta Kemenhan RI Tak Asal Beli Kapal Tanpa Rudal, Sindir Tren Alutsista Ompong
-
Fix Tutup! Disparekraf DKI Cabut Izin B-Fashion dan The Seven Terkait Narkoba
-
Anggota DPRD Fakfak Digerebek Bersama Bidan Berstatus Istri Orang di Kamar Kos, Videonya Viral!
-
Satpol PP DKI Jaring 8 PPKS di Mampang Usai Viral Pengemis Padati Trotoar
-
Tuntutan 18 Tahun Nadiem Makarim Dinilai Wajar, MAKI Soroti Kerugian Negara Triliunan Rupiah
-
96 Persen Penduduk Tinggal di Wilayah Rawan Bencana, Kemendagri Dorong BPBD Lebih Adaptif dan Siaga
-
DPR RI Terima Dubes Thailand, Bahas Dampak Perang hingga Nasib Myanmar yang Di-blacklist ASEAN
-
WNA Jepang Diduga Eksploitasi Anak di Blok M, DPR: Seret Pelaku, Jangan Kasih Ampun