News / Internasional
Selasa, 31 Maret 2026 | 14:34 WIB
Kejahatan Perang Baru AS-Israel Terbongkar, Incar Museum dan Situs Sejarah Iran. [Aljazeera]
Baca 10 detik
  • Agresi militer AS-Israel telah merusak 131 monumen bersejarah dan 64 fasilitas pariwisata di Iran, dengan kerusakan terparah berada di wilayah ibu kota Teheran.
  • Menlu Iran Abbas Araghchi mengutuk keras serangan terhadap situs warisan dunia tersebut dan mengecam sikap diam UNESCO yang dinilai tidak bisa diterima.
  • Serangan terhadap warisan budaya ini merupakan kejahatan perang yang melanggar Konvensi Den Haag 1954, memicu balasan sah dari pihak militer Iran ke pangkalan musuh.

"Israel mengebom monumen bersejarah Iran sejak abad ke-14. Beberapa Situs Warisan Dunia UNESCO telah diserang."

"Wajar jika sebuah rezim yang tidak akan bertahan seabad pun membenci negara-negara dengan masa lalu yang kuno. Tapi di manakah UNESCO? Sikap diamnya tidak bisa diterima,"

Berdasarkan Konvensi Den Haag 1954 dan Statuta Roma, setiap bentuk serangan peninggalan terhadap budaya sejati adalah pelanggaran nyata terhadap hukum humaniter dan merupakan kejahatan perang.

Konflik mematikan ini sendiri mulai pecah pada akhir bulan Februari ketika angkatan bersenjata Amerika Serikat dan Israel menyerang 30 target penting di seluruh penjuru ibu kota Iran.

Sejak saat itu, pasukan militer Teheran terus melancarkan serangan balasan yang sah menggunakan rudal rentetan dan pesawat tak berawak ke berbagai wilayah pendudukan musuh.

Para pejabat senior Iran berulang kali menegaskan bahwa keputusan taktis untuk menargetkan pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan regional murni merupakan tindakan pertahanan diri.

Merujuk pada Pasal 51 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa, Teheran mengeklaim bahwa mereka memiliki hak hukum penuh yang sah untuk membela diri dari segala bentuk tindakan agresi.

Load More