News / Internasional
Selasa, 31 Maret 2026 | 14:50 WIB
Ribuan pasukan elite Divisi Lintas Udara ke-82 AS tiba untuk memperkuat posisi di Timur Tengah. Pemerintah Amerika Serikat mengkaji operasi darat guna merebut pusat minyak dan nuklir milik Iran. Donald Trump memperingatkan Teheran untuk membuka Selat Hormuz atau menghadapi serangan ladang minyak. (ILUSTRASI)
Baca 10 detik
  • Ribuan pasukan elite Divisi Lintas Udara ke-82 AS tiba untuk memperkuat posisi di Timur Tengah.

  • Pemerintah Amerika Serikat mengkaji operasi darat guna merebut pusat minyak dan nuklir milik Iran.

  • Donald Trump memperingatkan Teheran untuk membuka Selat Hormuz atau menghadapi serangan ladang minyak.

Suara.com - Gelombang kedatangan ribuan personel militer pasukan elite Amerika Serikat kini mulai memadati wilayah strategis di kawasan Timur Tengah.

Langkah masif ini menjadi sinyal kuat adanya peningkatan ketegangan antara Washington dan Teheran dalam beberapa waktu terakhir.

Pemerintahan di bawah kepemimpinan Donald Trump dilaporkan tengah mengkaji berbagai skenario militer yang jauh lebih agresif.

Salah satu poin krusial yang dibahas adalah kemungkinan meluncurkan operasi tempur darat langsung ke dalam wilayah kedaulatan Iran.

Kehadiran unit-unit tempur terbaik ini menandai babak baru dalam dinamika keamanan yang kian memanas di wilayah tersebut.

Dua narasumber dari pejabat Amerika Serikat memberikan konfirmasi kepada Reuters mengenai pergerakan personel militer dalam jumlah besar ini.

Disebutkan bahwa ribuan serdadu yang berasal dari Divisi Lintas Udara ke-82 Angkatan Darat AS telah mulai mendarat.

Unit ini merupakan pasukan penerjun payung legendaris yang memiliki spesialisasi dalam pengerahan cepat untuk pertempuran skala besar.

Sebelumnya, pada pertengahan Maret lalu, pihak Gedung Putih memang sudah mempertimbangkan penambahan kekuatan militer secara signifikan.

Baca Juga: Donald Trump Ancam Bikin Iran 'Kiamat Lebih Cepat'

Langkah tersebut diambil guna memperluas jangkauan taktis militer Amerika Serikat apabila konfrontasi fisik dengan Iran tidak terhindarkan.

Pasukan yang bermarkas di Fort Bragg, Carolina Utara, ini tidak akan bergerak sendirian dalam menjalankan misi di kawasan.

Mereka dipastikan bergabung dengan ribuan unit Marinir, pelaut, serta pasukan operasi khusus yang telah bersiaga lebih awal.

Catatan terbaru menunjukkan bahwa sekitar 2.500 personel Marinir telah menapakkan kaki di Timur Tengah pada akhir pekan lalu.

Meski lokasi penempatan secara mendetail dirahasiakan karena alasan keamanan, pengiriman ini mencakup unsur markas besar dan dukungan logistik.

Satu brigade tempur lengkap juga menjadi bagian dari pengiriman unit Angkatan Darat untuk memperkuat lini depan pertahanan.

Load More