- Kreator konten Ferry Irwandi menganalisis kasus dugaan korupsi videografer Amsal Sitepu pada 30 Januari.
- Kasus ini berawal dari proyek pembuatan 20 video profil desa senilai Rp30 juta per desa di Karo.
- Audit menetapkan kerugian negara Rp5,9 juta per proyek karena mengabaikan biaya teknis profesional.
Suara.com - Kasus dugaan korupsi yang menjerat videografer asal Sumatera Utara, Amsal Sitepu, kini tengah menuai sorotan tajam dari berbagai kalangan.
Perkara ini mencuat ke publik setelah kreator konten Ferry Irwandi memberikan analisis mendalam melalui kanal YouTube pribadinya pada Kamis (30/1).
Ferry secara gamblang menyebut bahwa kasus yang menimpa Amsal adalah salah satu fenomena hukum paling aneh yang pernah ia temui di Indonesia.
Dalam pembukaan analisisnya, Ferry Irwandi menegaskan posisi pribadinya yang sangat mendukung upaya pemberantasan korupsi di tanah air.
Namun, ia memberikan catatan kritis bahwa proses penegakan hukum harus tetap bersandar pada logika yang sehat dan fakta yang akurat.
Menurutnya, ada indikasi kuat bahwa kasus yang menjerat Amsal Sitepu ini dipaksakan oleh pihak-pihak tertentu.
“Semakin banyak koruptor yang dihukum, semakin baguslah negara in, tapi belakangan kita sering menemukan banyak kasus korupsi yang janggal dan cenderung dipaksakan,” ungkapnya. Ferry bahkan tidak ragu menggunakan kata-kata keras untuk menggambarkan situasi hukum yang sedang dihadapi oleh Amsal saat ini. “Gua bisa bilang ini adalah kasus yang paling konyol, paling aneh, paling absurd, dan paling memalukan,” kata dia.
Pernyataan Ferry Irwandi bukan tanpa dasar. Sebelum membedah lebih jauh mengenai duduk perkara Amsal Sitepu, Ferry memaparkan latar belakang profesionalnya yang relevan dengan kasus ini.
Ia menekankan bahwa dirinya memiliki kompetensi teknis di tiga bidang utama yang menjadi inti persoalan, yakni videografi, akuntansi, dan pengadaan barang atau jasa pemerintah.
Baca Juga: Biaya Editing hingga Mic Rp0, Fakta di Balik Kasus Videografer Amsal Sitepu
“Gua adalah official videografer ASEAN Games 2018. Gua lulusan sekolah tinggi akuntansi negara dan gua juga ahli pengadaan barang dan jasa resmi,” jelas Ferry.
Dengan rekam jejak sebagai lulusan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) dan sertifikasi ahli pengadaan, Ferry mengklaim bahwa analisis yang ia sampaikan didasarkan pada pengalaman teknis dan aturan perundang-undangan yang berlaku, bukan sekadar opini kosong.
Kronologi Proyek Video Profil Desa di Kabupaten Karo
Persoalan hukum ini bermula ketika Amsal Sitepu, yang berprofesi sebagai videografer profesional, menawarkan proposal pembuatan video profil desa di wilayah Kabupaten Karo.
Dalam perjalanannya, sebanyak 20 desa tertarik dan menerima proposal tersebut dengan kesepakatan nilai proyek sebesar Rp30 juta untuk setiap video profil yang dihasilkan.
Berdasarkan data yang dihimpun, proses produksi video tersebut berjalan sesuai dengan kontrak dan kesepakatan yang ada. Tidak ada keluhan dari pihak desa sebagai pengguna jasa terkait hasil kerja Amsal.
Berita Terkait
-
Biaya Editing hingga Mic Rp0, Fakta di Balik Kasus Videografer Amsal Sitepu
-
Lensa Kamera vs Palu Hakim: Apakah Bisa Mengukur Kreativitas Hanya dengan Angka?
-
Dilema Proyek Pelat Merah: Rezeki Nomplok atau Jebakan Batman bagi Kreator?
-
Kemenekraf Respons Kasus Amsal Sitepu, Soroti Penilaian Jasa Kreatif yang Kerap Disamakan Barang
-
Pemerintah Nilai Tuduhan Amsal Sitepu Bisa Matikan Ekosistem Ekonomi Kreatif
Terpopuler
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
Viral Aksi Cabul Maling di Jagakarsa: Mondar-mandir Sambil Masturbasi Lalu Gondol Komponen Mobil
-
KPK Ungkap Tersangka Kasus Haji Ketum Kesthuri Berada di Arab Saudi
-
Orang Kepercayaan Riza Chalid Bantah Desak Pertamina Sewa Terminal BBM PT OTM
-
Kejar Bukti Tambahan, KPK Tambah Durasi Penahanan Eks Menag Gus Yaqut 40 Hari ke Depan
-
Terbongkar! Rahasia Cairan Black Dollar WNA Liberia yang Kuras Rp1,6 Miliar: Cuma Air Detergen
-
Singgung Negara-negara Lain Mulai Krisis Energi, Zulhas: Indonesia Bersyukur Punya Presiden Prabowo
-
Zulhas di Rakernas PAN: Konflik Israel-Iran 'Biadab' dan Di Luar Batas Kemanusiaan
-
Perubahan Iklim Tekan Produksi Pangan, BRIN Dorong Adaptasi dan Mitigasi
-
SPPG Kemayoran Distribusikan Makan Bergizi Gratis, Libatkan 70% Warga Sekitar
-
Diproduksi dalam Kamar Hotel Bogor, Polisi Bongkar Praktik Pembuatan Uang Palsu