News / Nasional
Minggu, 05 Juli 2026 | 13:00 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Jakarta Pusat, Jumat (19/6/2026). ANTARA/Lifia Mawaddah Putri
Baca 10 detik
  • Gubernur Pramono Anung berkomitmen menyediakan lahan di Jakarta guna mendukung pembangunan gedung permanen program Sekolah Rakyat bagi siswa.
  • Menteri Sosial Gus Ipul menyatakan saat ini pemerintah sedang mengoptimalkan sepuluh lokasi sekolah rintisan di berbagai wilayah Jakarta.
  • Pembangunan fasilitas permanen ditargetkan dapat menampung ribuan siswa sebagai upaya percepatan pemerataan akses pendidikan di ibu kota.

Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan Pemerintah Provinsi Jakarta akan menyiapkan lahan khusus untuk pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat.

Fasilitas tersebut ditargetkan mampu menampung hingga 1.000 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.

Komitmen itu disampaikan Pramono usai meninjau Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 10 di Jakarta beberapa hari lalu. Menurutnya, Pemprov Jakarta siap memberikan dukungan penuh agar program Sekolah Rakyat dapat berkembang.

"Pemerintah DKI Jakarta akan memberikan support dukungan sepenuhnya untuk sekolah rakyat yang ada di Jakarta ini," kata Pramono.

Ia menilai program Sekolah Rakyat selaras dengan berbagai program prioritas Pemprov Jakarta di bidang pendidikan, seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP), Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), hingga program pemutihan ijazah.

Bahkan, sebagian siswa Sekolah Rakyat juga tercatat sebagai penerima manfaat KJP.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul di Jakarta, Rabu (1/4/2026). [Suara.com/Lilis Varwati]

Sementara itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengungkapkan pemerintah saat ini telah menyiapkan 10 titik sekolah rintisan di Jakarta yang diproyeksikan mampu menampung sekitar 1.000 siswa.

Delapan di antaranya tengah menjalani proses renovasi, termasuk fasilitas di kawasan Pejompongan, Marunda, dan Curug.

Meski demikian, Gus Ipul mengakui Jakarta masih kekurangan gedung permanen Sekolah Rakyat. Karena itu, Presiden Prabowo Subianto meminta percepatan pembangunan agar ibu kota tidak tertinggal dibanding daerah lain.

Baca Juga: Teringat Masa Lalu, Gubernur DKI Jakarta Terharu Saat Hadiri Open House Sekolah Rakyat

"Jadi memang kita kekurangan bahan dari gedung. Untuk itu Presiden ingin ada percepatan supaya nanti gak ketinggalan. Yang lain sudah bisa cepat, sementara di Jakarta nanti lambat karena fasilitas gedung permanennya belum ada," ujar Gus Ipul.

Menurutnya, Pemprov Jakarta telah menyatakan komitmen untuk menyediakan lahan seluas sekitar 6 hingga 8 hektare sebagai lokasi pembangunan sekolah permanen.

"Tentu khusus DKI tidak cukup hanya satu gedung permanen. Kalau perlu ada 5 sehingga bisa menampung sampai lebih 10.000 siswa sekolah-sekolah rakyat," pungkas Gus Ipul.

Load More