- Komandan Angkatan Udara Garda Revolusi Iran, Majid Mousavi, mengeklaim telah menyerang lokasi pilot dan kru udara AS di Arab Saudi.
- Serangan yang menggunakan drone dan misil tersebut diklaim telah menghantam sebuah tim yang berisikan 200 personel militer Amerika Serikat.
- Aksi ini merupakan bagian dari serangan balasan Iran terhadap AS dan Israel setelah tewasnya mantan pemimpin Ali Khamenei pada 28 Februari.
Suara.com - Komandan Angkatan Udara Garda Revolusi Iran, Majid Mousavi, baru saja mengeluarkan pernyataan mengejutkan terkait eskalasi terbaru dalam konflik di Timur Tengah.
Pihaknya mengeklaim telah sukses melancarkan serangan mematikan ke sebuah wilayah di Arab Saudi yang menjadi lokasi berkumpulnya para pilot dan awak pesawat tempur Militer Amerika Serikat (AS).
Serangan yang melibatkan duet rudal dan pesawat tak berawak tersebut disebut telah menghantam sebuah tim yang beranggotakan 200 personel, menambah panjang daftar kerugian di era Presiden Donald Trump.
Brigadir Jenderal Majid Mousavi membuat pernyataan resmi tersebut melalui akun media sosial pribadinya sebagai respons atas serangan balasan Iran terhadap AS.
"Hari ini kami melancarkan serangan di Arab Saudi yang menargetkan sebuah area di mana para pilot dan awak pesawat Amerika berada," kata Mousavi dalam pernyataannya dikutip dari Haberler, Rabu (1/4/2026).
Ia merinci bahwa operasi gabungan tersebut berhasil mencapai target yang telah ditentukan dengan tingkat akurasi yang tinggi.
"Dalam serangan yang kami lakukan dengan drone dan misil, kami menghantam sebuah tim yang beranggotakan 200 orang."
Musevi juga menyindir bahwa daftar kerugian yang harus ditanggung oleh pemerintahan Trump kini tidak hanya sebatas kerusakan alutsista, tetapi juga korban jiwa.
"Sekarang, daftar kerugian dan kerusakan Trump tidak hanya mencakup pesawat AWACS, tanker, dan depot bahan bakar, tetapi juga korban jiwa di kalangan personel penerbangan."
Baca Juga: Bursa Saham Asia Kompak di Zona Hijau saat AS Klaim Serang Militer Iran
Konflik berskala besar ini sendiri meletus pada 28 Februari lalu ketika Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan militer saat negosiasi antara Teheran dan Washington masih berlangsung.
Serangan dari AS dan Israel tersebut telah menewaskan mantan pemimpin Iran Ali Khamenei beserta sejumlah pejabat tinggi lainnya.
Iran kemudian membalas dengan serangan yang menargetkan Israel serta beberapa negara regional, terutama Qatar, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, dan Kuwait, tempat pangkalan-pangkalan AS berada.
Berita Terkait
-
Panas! Iran Tolak Gencatan Senjata Perang
-
China dan Pakistan Gabung Perang Timur Tengah! Beijing Masih Tahan Diri Kirim Bantuan ke Iran
-
Ekonomi Pulih Lebih Lamban Meskipun Blokade Selat Hormuz Dibuka
-
Baru Mendarat, Pasukan Elit Amerika untuk Serang Iran Mau Ditarik Lagi
-
Tak Dipindah, Presiden FIFA Sebut Iran Tetap Berlaga di Amerika Serikat pada Piala Dunia 2026
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
KPK Cecar Legal Lippo Cikarang Soal Pembelian Rumah Bupati Bekasi Nonaktif Ade Kuswara
-
Donald Trump Ngamuk-ngamuk ke Benjamin Netanyahu Usai Israel Serang Iran ke Daerah Ini
-
KPK Sebut Bos Maktour dan Eks Dirjen Haji Berpotensi Jadi Tersangka Kasus Korupsi Kuota Haji
-
Populasi Dunia Tembus 8,2 Miliar, Studi Sebut Bumi Sudah Kelebihan Beban
-
Panas! Iran Tolak Gencatan Senjata Perang
-
BBM Batal Naik per 1 April 2026, Antrean SPBU Kembali Normal
-
China dan Pakistan Gabung Perang Timur Tengah! Beijing Masih Tahan Diri Kirim Bantuan ke Iran
-
Skandal Cukai Rokok, KPK Periksa Pengusaha Liem Eng Hwie Terkait Dugaan Suap di Bea Cukai
-
Baru Mendarat, Pasukan Elit Amerika untuk Serang Iran Mau Ditarik Lagi
-
Jurus Pramono Cegah ASN Jakarta 'Keluyuran' Saat WFH Jumat, Ini yang Bakal Dilakukan