News / Internasional
Rabu, 01 April 2026 | 14:55 WIB
Donald Trump berencana mengakhiri serangan ke Iran dalam dua pekan demi menstabilkan harga minyak dunia.
Baca 10 detik
  • Donald Trump menargetkan serangan militer ke Iran berakhir dalam waktu dua hingga tiga minggu.

  • Amerika Serikat tetap menarik pasukan meski tidak ada kesepakatan damai formal dengan pihak Iran.

  • Trump menolak membantu sekutu mengamankan stok minyak karena kurangnya dukungan selama konflik berlangsung.

Suara.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump membawa kabar mengejutkan mengenai durasi operasi militer di Timur Tengah.

Pemimpin negara adidaya tersebut memprediksi ketegangan bersenjata dengan Teheran akan tuntas dalam waktu dekat.

Target waktu yang dicanangkan oleh Trump berkisar antara empat belas hingga dua puluh satu hari ke depan.

Keputusan besar ini disampaikan langsung saat sang presiden berada di Oval Office pada hari Selasa kemarin.

Trump meyakini bahwa konfrontasi fisik ini bakal selesai secepat mungkin tanpa proses birokrasi yang rumit.

AS merasa tidak perlu duduk di meja perundingan formal untuk menyepakati perdamaian dengan pihak pemerintah Teheran.

Fokus utama Washington saat ini hanyalah memastikan kekuatan strategis lawan benar-benar sudah lumpuh total secara sistematis.

Trump menginginkan kondisi di mana lawan tidak memiliki kapasitas lagi untuk memproduksi hulu ledak nuklir berbahaya.

Penghancuran infrastruktur militer dipandang sebagai kunci utama agar ancaman jangka panjang bisa segera dihilangkan sepenuhnya.

Baca Juga: Harga BBM Amerika Meroket, Rakyat Mulai Ngamuk ke Donald Trump: karena Perang Bodoh!

"Kami sedang menyelesaikan pekerjaan ini, dan saya rasa mungkin dalam waktu dua atau tiga minggu," kata Trump kepada wartawan.

Ketiadaan kontrak politik atau kesepakatan tertulis bukan menjadi masalah bagi pihak administrasi pemerintahan Donald Trump saat ini.

Keamanan nasional Amerika Serikat menjadi prioritas yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan sekadar jabat tangan diplomatik.

Ekskalasi ini akan mereda segera setelah penilaian intelijen mengonfirmasi bahwa potensi bahaya nuklir sudah tidak ada lagi.

Trump mengibaratkan penghancuran teknologi lawan sebagai upaya mengembalikan mereka ke masa lalu yang sangat primitif.

Kepastian mengenai hilangnya kemampuan riset atom menjadi syarat mutlak bagi kepulangan prajurit Amerika dari medan perang.

Load More