-
Militer Israel selidiki penyebab gugurnya tiga prajurit TNI Unifil di perbatasan Lebanon selatan.
-
IDF meninjau apakah serangan berasal dari aktivitas mereka atau kelompok milisi Hizbullah.
-
Israel mengimbau agar tidak ada asumsi sepihak karena insiden terjadi di zona perang.
Suara.com - Pasukan Pertahanan Israel atau IDF memberikan tanggapan resmi mengenai meninggalnya tiga prajurit TNI di Lebanon.
Para personel kebanggaan Indonesia tersebut sedang bertugas dalam misi perdamaian Unifil saat insiden maut terjadi.
Kejadian yang merenggut nyawa tentara Indonesia itu berlangsung pada Selasa, tanggal 31 Maret 2026 kemarin.
Lokasi peristiwa tragis ini berada di kawasan Lebanon selatan yang berbatasan langsung dengan wilayah teritorial Israel.
Ketiga prajurit TNI tersebut dilaporkan menghembuskan napas terakhir dalam dua rangkaian peristiwa yang berbeda lokasi.
Pihak militer Israel segera mengeluarkan rilis melalui saluran komunikasi resmi di aplikasi pesan singkat Telegram.
Dalam keterangan tersebut, IDF mengonfirmasi bahwa mereka sedang melakukan peninjauan mendalam atas rentetan kejadian tersebut.
Langkah ini diambil guna mengungkap fakta sebenarnya serta memperjelas situasi yang terjadi di lapangan pertempuran.
Fokus utama penyelidikan adalah untuk mencari tahu pihak mana yang memicu terjadinya ledakan fatal tersebut.
Baca Juga: 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Prabowo Didesak Kecam AS-Israel dan Tarik Diri dari BoP
Independent melaporkan bahwa IDF tengah menimbang kemungkinan adanya keterlibatan serangan dari kelompok milisi Hizbullah.
Situasi di perbatasan Lebanon memang sedang dalam status waspada tinggi akibat baku tembak yang intens.
Militer Israel menekankan bahwa lokasi kejadian merupakan zona perang yang sangat dinamis dan berbahaya bagi siapapun.
Keterlibatan dua pihak yang bertikai di wilayah itu membuat identifikasi serangan menjadi sangat kompleks dan sulit.
Pihak Israel meminta dunia internasional untuk bersabar menunggu hasil investigasi resmi yang sedang berjalan saat ini.
Israel berdalih bahwa sangat sulit untuk menentukan asal proyektil atau serangan di tengah kekacauan perang terbuka.
Berita Terkait
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Pengamat Soroti Manuver Politik di Balik Kasus Eks Jampidsus
-
Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
-
Simalungun Diguncang Gempa M 6,4: Getaran Terasa hingga Kabanjahe
-
Update Gempa NTT: 47 Nyawa Melayang, Ratusan Ton Bantuan Presiden Prabowo Mulai Dikirim
-
3 Wisatawan Asing Jadi Korban Gempa NTT, Tertimpa Reruntuhan Hotel
-
Gempat M 7,7 Tak Surutkan Pesona Labuan Bajo: Wisatawan Aman, Kapal Kembali Melaut
-
6000 Pelari Ramaikan Titan Run 2026, Jarak 17,8 Km Berbuah Rekor MURI
-
Tak Hanya Mobil Konvensional, BRI KKB Expo 2026 Juga Dukung Pembiayaan Kendaraan Listrik
-
Gempa NTT, Badan Geologi Minta Waspada Bahaya Susulan
-
Konsep Lakeside Living Makin Diminati, Ini Tips Memilih Hunian di Tepi Danau