News / Nasional
Kamis, 02 April 2026 | 09:25 WIB
Sertu Farizal Rhomadhon, prajurit TNI yang termasuk pasukan perdamaian PBB, gugur di Lebanon akibat pengeboman Israel, Minggu (29/3/2026). [Suara.com]
Baca 10 detik
  • Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur dalam misi perdamaian PBB di Lebanon akan segera dipulangkan ke Indonesia.
  • Proses pemulangan dilakukan melalui jalur udara dari Beirut menuju Turki dan dijadwalkan tiba pada hari Jumat mendatang.
  • Keamanan jalur evakuasi bergantung pada koordinasi dengan pihak bertikai mengingat lokasi tersebut masih menjadi zona perang aktif.

Suara.com - Proses repatriasi tiga jenazah prajurit TNI yang gugur dalam misi perdamaian PBB (UNIFIL) di Lebanon akan segera diberangkatkan ke tanah air. Ketiga prajurit itu akan diterbangkan secara bersamaan dari Turki. 

Komandan Brigif 25/Siwah, Kolonel Inf. Dimar Bahtera menuturkan bahwa usai menyelesaikan proses administrasi di Markas Besar UNIFIL, ketiga jenazah dijadwalkan akan segera dipindahkan menuju Beirut untuk persiapan pemulangan ke Indonesia.

"Nanti sama-sama satu pesawat tiga jenazah itu sama dari proses di Beirut menuju ke bandara di Turki. Dari Turki nanti dijadikan satu penerbangan, diberangkatkan ke Indonesia," kata Dimar di rumah duka Praka Farizal, Ledok, Lendah, Kulon Progo, DIY, Rabu (1/4/2026) malam.

Saat ini jenazah ditempatkan di rumah sakit utama yang berlokasi di Beirut untuk menjalani prosedur akhir dari PBB. Langkah ini merupakan bagian dari standar operasional internasional sebelum personel militer dikembalikan ke negara asal.

Ia merinci bahwa keberangkatan dari Istanbul, Turki, akan dilakukan menggunakan jalur direct flight. Jika sesuai dengan jadwal yang disepakati, proses pergeseran dari Lebanon menuju Turki akan dimulai pada hari Kamis pagi ini.

"Dari Kamis itu dari posisi di Beirut nanti akan bergerak ke Turki, ke Istanbul. Kemudian dari Turki, jenazah jadi satu, direct flight ke Soekarno-Hatta," tuturnya.

Jika penerbangan dari Istanbul tidak terkendala, maka ketiga jenazah diperkirakan sudah dapat tiba pada hari Jumat waktu Indonesia. Perhitungan ini mencakup waktu tempuh udara serta penyesuaian zona waktu yang mencapai 15 jam secara total.

"Kalau misalkan dia berangkatnya (Kamis) pagi dari sana, itu berarti mudah-mudahan di hari Jumatnya itu bisa sudah sampai di Indonesia," ungkapnya.

Namun, Dimar menegaskan bahwa seluruh lini masa ini masih bersifat tentatif. Kondisi lapangan yang merupakan zona perang aktif membuat koordinasi dengan pihak-pihak bertikai, seperti IDF dan Hizbullah, menjadi kunci utama dalam memastikan keamanan jalur penerbangan.

Baca Juga: Hikmahanto: Tuduhan Israel ke Hizbullah Soal Tewasnya Prajurit TNI Masih Narasi Politik

"Karena situasi konflik, karena masih banyak tembakan, baik tembakan lintas datar maupun tembakan artileri, pesawat tempur juga banyak ya, sehingga memang situasinya sangat-sangat berisiko," terangnya.

Setibanya di Jakarta, kata Dimar, ketiga prajurit tersebut tidak langsung dipulangkan ke rumah duka. Melainkan akan menjalani upacara penghormatan secara militer. 

Setelah prosesi kenegaraan tersebut selesai, barulah jenazah akan diterbangkan ke alamat masing-masing, termasuk salah satunya menuju Yogyakarta.

"Nanti baru di Jakarta setelah acara prosesi penghormatan kenegaraan, itu baru nanti dikirim sesuai dengan alamat masing-masing," ujarnya.

Load More