- Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur dalam misi perdamaian PBB di Lebanon akan segera dipulangkan ke Indonesia.
- Proses pemulangan dilakukan melalui jalur udara dari Beirut menuju Turki dan dijadwalkan tiba pada hari Jumat mendatang.
- Keamanan jalur evakuasi bergantung pada koordinasi dengan pihak bertikai mengingat lokasi tersebut masih menjadi zona perang aktif.
Suara.com - Proses repatriasi tiga jenazah prajurit TNI yang gugur dalam misi perdamaian PBB (UNIFIL) di Lebanon akan segera diberangkatkan ke tanah air. Ketiga prajurit itu akan diterbangkan secara bersamaan dari Turki.
Komandan Brigif 25/Siwah, Kolonel Inf. Dimar Bahtera menuturkan bahwa usai menyelesaikan proses administrasi di Markas Besar UNIFIL, ketiga jenazah dijadwalkan akan segera dipindahkan menuju Beirut untuk persiapan pemulangan ke Indonesia.
"Nanti sama-sama satu pesawat tiga jenazah itu sama dari proses di Beirut menuju ke bandara di Turki. Dari Turki nanti dijadikan satu penerbangan, diberangkatkan ke Indonesia," kata Dimar di rumah duka Praka Farizal, Ledok, Lendah, Kulon Progo, DIY, Rabu (1/4/2026) malam.
Saat ini jenazah ditempatkan di rumah sakit utama yang berlokasi di Beirut untuk menjalani prosedur akhir dari PBB. Langkah ini merupakan bagian dari standar operasional internasional sebelum personel militer dikembalikan ke negara asal.
Ia merinci bahwa keberangkatan dari Istanbul, Turki, akan dilakukan menggunakan jalur direct flight. Jika sesuai dengan jadwal yang disepakati, proses pergeseran dari Lebanon menuju Turki akan dimulai pada hari Kamis pagi ini.
"Dari Kamis itu dari posisi di Beirut nanti akan bergerak ke Turki, ke Istanbul. Kemudian dari Turki, jenazah jadi satu, direct flight ke Soekarno-Hatta," tuturnya.
Jika penerbangan dari Istanbul tidak terkendala, maka ketiga jenazah diperkirakan sudah dapat tiba pada hari Jumat waktu Indonesia. Perhitungan ini mencakup waktu tempuh udara serta penyesuaian zona waktu yang mencapai 15 jam secara total.
"Kalau misalkan dia berangkatnya (Kamis) pagi dari sana, itu berarti mudah-mudahan di hari Jumatnya itu bisa sudah sampai di Indonesia," ungkapnya.
Namun, Dimar menegaskan bahwa seluruh lini masa ini masih bersifat tentatif. Kondisi lapangan yang merupakan zona perang aktif membuat koordinasi dengan pihak-pihak bertikai, seperti IDF dan Hizbullah, menjadi kunci utama dalam memastikan keamanan jalur penerbangan.
Baca Juga: Hikmahanto: Tuduhan Israel ke Hizbullah Soal Tewasnya Prajurit TNI Masih Narasi Politik
"Karena situasi konflik, karena masih banyak tembakan, baik tembakan lintas datar maupun tembakan artileri, pesawat tempur juga banyak ya, sehingga memang situasinya sangat-sangat berisiko," terangnya.
Setibanya di Jakarta, kata Dimar, ketiga prajurit tersebut tidak langsung dipulangkan ke rumah duka. Melainkan akan menjalani upacara penghormatan secara militer.
Setelah prosesi kenegaraan tersebut selesai, barulah jenazah akan diterbangkan ke alamat masing-masing, termasuk salah satunya menuju Yogyakarta.
"Nanti baru di Jakarta setelah acara prosesi penghormatan kenegaraan, itu baru nanti dikirim sesuai dengan alamat masing-masing," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Kelakuan Keluarga George Soros Borong Tanah di New York Picu Amarah Warga: Mereka Rakus!
-
Gelombang Panas di Eropa Tewaskan 1300 Orang, Pejabat Prancis Salahkan Warga AS dan Pengguna AC
-
Terjebak di Bawah Bangunan Runtuh Gempa Venezuela, Pria Ini 8 Hari Melawan Maut
-
Bom Meledak di Jantung Damaskus, Korban Bergelimpangan di Lokasi
-
Pilot Tabrak Gedung Tertinggi Beijing Diduga Bunuh Diri, Tinggalkan Catatan Harian Mengejutkan
-
Kualitas Udara di TPA Jatiwaringin Capai Level Berbahaya, 64 Warga Dievakuasi
-
KPK Perluas Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA Silmy Karim, Kini Bidik Imigrasi Depok
-
Satu Polisi Gugur dan 2 Hilang saat Gerebek Bandar Narkoba di Kalteng
-
Flyover Latumenten Capai 55,2 Persen, Ditargetkan Pangkas Kemacetan hingga 40 Persen
-
Kelola Sampah Organik ala Warga Meruya Selatan Hingga Jadi Bernilai Ekonomi