- Pemerintah Korea Selatan akan menerapkan aturan kendaraan ganjil-genap bagi kendaraan dinas mulai 8 April 2026 mendatang.
- Kebijakan ini bertujuan mengatasi krisis energi nasional akibat terganggunya jalur distribusi minyak di Selat Hormuz global.
- Pemerintah menargetkan penurunan konsumsi minyak hingga 37,5 persen melalui pembatasan operasional kendaraan dinas tersebut setiap bulannya.
Suara.com - Pemerintah Korea Selatan akan membatasi penggunaan kendaraan dinas dengan sistem ganjil-genap di tengah krisis bahan bakar yang dipicu konflik di Timur Tengah.
Kebijakan tersebut dilaporkan kantor berita Yonhap pada Rabu (1/4/2026), mengutip Kementerian Iklim, Energi, dan Lingkungan. Aturan ini akan mulai berlaku pada 8 April 2026, enam hari setelah tingkat peringatan gangguan pasokan minyak dinaikkan.
Melalui kebijakan ini, kendaraan dengan angka pelat terakhir ganjil hanya boleh digunakan pada tanggal ganjil, sementara pelat genap hanya pada tanggal genap.
Namun, pemerintah memberikan pengecualian bagi kendaraan listrik dan hidrogen, serta kendaraan yang digunakan untuk penyandang disabilitas dan perempuan hamil. Secara keseluruhan, sekitar 25 persen kendaraan tidak terdampak aturan ini.
Untuk sektor swasta, penerapan sistem serupa bersifat sukarela. Meski demikian, akses ke tempat parkir berbayar milik pemerintah daerah dan instansi negara akan dibatasi.
Sebagai contoh, kendaraan dengan pelat nomor berakhiran angka 1 atau 6 tidak diperbolehkan parkir di area parkir umum pada hari Senin.
Pemerintah memperkirakan kebijakan ini dapat menekan konsumsi minyak tambahan hingga 37,5 persen, atau setara dengan 17.000 hingga 87.000 barel per bulan.
Sebelumnya, sejak 24 Maret 2026, pemerintah juga telah memperketat penggunaan kendaraan dinas dengan membagi kendaraan ke dalam lima kelompok berdasarkan angka pelat nomor, di mana masing-masing kelompok memiliki hari larangan operasional tertentu.
Selain itu, tingkat kewaspadaan krisis keamanan sumber daya untuk minyak mentah dinaikkan dari Level 2 ke Level 3 (dari total empat level) mulai 2 April 2026.
Baca Juga: Tegas, PM Malaysia Anggap Penyebar Hoaks Kenaikan Harga BBM sebagai Pengkhianat Negara
Krisis energi ini tidak lepas dari eskalasi konflik di Timur Tengah, khususnya setelah serangan yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada 28 Februari 2026.
Situasi tersebut memicu balasan dari Iran dan berdampak pada terganggunya jalur distribusi energi global, termasuk blokade de facto di Selat Hormuz.
Selat Hormuz merupakan jalur vital bagi pengiriman minyak dan gas alam cair dari kawasan Teluk Persia ke pasar global. Sekitar 70 persen impor minyak Korea Selatan bergantung pada jalur tersebut, sehingga gangguan distribusi berdampak langsung pada pasokan energi nasional.
(Antara)
Berita Terkait
-
Tegas, PM Malaysia Anggap Penyebar Hoaks Kenaikan Harga BBM sebagai Pengkhianat Negara
-
Momen Prabowo Bertemu Carmen Hearts2Hearts di Korea Selatan, Kompak Finger Heart
-
Kunjungan Prabowo ke Jepang dan Korea Selatan Diklaim Sukses Dongkrak Kepercayaan Investor
-
Sambangi Korsel, Bahlil Hasilkan 3 Kerja Sama Strategis di Sektor Energi
-
Harga BBM Pertamina Tidak Jadi Naik, Apakah Shell, BP, Mobil, Vivo Ada Kenaikan?
Terpopuler
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Wadanyon TPNPB-OPM Diciduk di Bandara Yahukimo, Satgas Damai Cartenz Sita Amunisi
-
Penampakan Lukisan Emas dan Mercy Koruptor Jimmy Sutopo yang Dilelang Rp5,5 Miliar, Mewah Banget!
-
PDIP Balas Pujian Prabowo: Kami Memang Seharusnya di Luar Pemerintah
-
Bareskrim Bongkar Sindikat Kosmetik Merkuri di Cirebon, Pemilik Akun Lou Glow Ditangkap
-
Andrie Yunus Nyaris Buta, Bakal Dikirim ke Profesor India yang Tangani Novel Baswedan
-
Influencer ZNM Diperiksa Bareskrim Polri Jumat Besok, Buntut Viral Gunakan Gas N2O Whip Pink
-
Kepala BPOM Tegaskan Penjualan Obat di Minimarket Tak Bisa Sembarangan: Tetap Diawasi Apoteker
-
Buat 'Makam Reformasi', Mahasiswa UI Tutup Logo Makara dengan Kain Putih
-
Indonesia Lanjutkan Perjuangan Tata Kelola Royalti Digital di Forum Hak Cipta Dunia
-
Delapan Dosen UPN Veteran Yogyakarta Dilaporkan dalam Dugaan Kasus Kekerasan Seksual