- Mendag mencari alternatif negara pemasok naphtha guna mengatasi hambatan impor akibat konflik di Timur Tengah.
- Pemerintah menargetkan negara seperti India, Amerika, dan Afrika untuk menjaga kestabilan harga serta pasokan bahan baku plastik nasional.
- Upaya diversifikasi pemasok dilakukan agar aktivitas produksi industri dalam negeri kembali berjalan normal di tengah gangguan distribusi global.
Suara.com - Pemerintah tengah mencari negara lain sebagai alternatif pemasok bahan baku plastik ke Indonesia.
Pencarian itu dilakukan mengingat pasokan naphtha, sebagai bahan baku plastik yang diimpor dari Timur Tengah mengalami hambatan.
Pernyataan itu ditegaskan Menteri Pedagangan Budi Santoso menanggapi kenaikan harga plastik, imbas eskalasi konflik di Timur Tengah.
Budi mengatakan 60 persen naphtha yang diimpor berasal dari Timur Tengah sehingga Indonesia terdampak. Indonesia kini mengincar negara lain sebagai alternatif pemasok naphta.
"Kita sekarang mencari alternatif pengganti atau alternatif dari negara lain dan kita sudah melakukan, misalnya dari negara Afrika, India, dan Amerika," kata Budi di Kantor Staf Kepresidenan, kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (1/4/2026).
Budi menyampaikan perpindahan pasokan dari Timur Tengah ke negara lain membutuhkan waktu, mengingat dilakukan secara tiba-tiba akibat perang di Timur Tengah.
"Jadi kita harapkan proses ini bisa berjalan dengan baik sehingga harga bisa kembali normal," kata Budi.
Kekinian Kementerian Perdagangan intens berkomunikasi dengan asosiasi serta pelaku industri untuk mencari alternatif di luar negara yang telah disebutkan di atas.
"Kita juga berkomunikasi Pak dengan perwakilan kita di luar negeri untuk mencarikan supplier-supplier baru yang bisa memasok ke Indonesia karena ini kan tidak terjadi di Indonesia saja," kata Budi.
Baca Juga: Bahlil: RI Dapat Pasokan Minyak Baru Pengganti Timur Tengah
"Jadi beberapa perusahaan di Singapura, di China, di South Korea, di Taiwan, itu Thailand juga Mas, itu banyak yang force majeure produsennya sehingga yang kita impor plastik pun juga sedikit terganggu," kata dia.
"Tapi kita untuk bahan baku terus kita lakukan sehingga produksi di dalam negeri tetap normal kembali dan pasokan plastik tetap terjaga dengan baik. Saya kira demikian," lanjutnya.
Berita Terkait
-
Timur Tengah Bergejolak, Petrokimia Gresik Bicara Nasib Soal Pasokan Sulfur
-
Penjualan Mobil Tembus 81.159 Unit, Mendag Sebut Daya Beli Masyarakat Terjaga
-
Perang Iran di Depan Mata? Ribuan Tentara AS Mendarat, Trump Minta Negara Arab 'Bayar' Perang
-
Efek Domino Konflik Timur Tengah, Warga Korea Selatan Panic Buying Kantong Sampah!
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif
-
Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor
-
Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel
-
Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis
-
Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta
-
Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD
-
Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan
-
Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama
-
28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu
-
Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung