- Menteri ESDM Bahlil mengumumkan Indonesia telah mendapatkan pasokan minyak mentah pengganti dari luar Timur Tengah.
- Pencarian sumber minyak baru dilakukan karena terganggunya pasokan global akibat ketegangan di Selat Hormuz.
- Sekitar 20 persen kebutuhan minyak mentah Indonesia sebelumnya dipasok dari kawasan Timur Tengah.
Suara.com - Bahlil: Tak Bergantung Timur Tengah, RI Dapat Pasokan Minyak BaruMenteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengaku Indonesia telah mendapat pasokan minyak mentah pengganti dari negara lain. Namun, ia tak merinci dari negara mana yang memasok minyak mentah ke dalam negeri.
Menurut Bahlil, pencarian sumber minyak mentah baru ini mulai dilkukan Indonesia, seiring pasokan global yang terganggu, akibat ditutupnya jalur perdagangan Selat Hormuz.
"Nah ketika terjadi ketegangan di Timur Tengah, pemerintah atas arahan Bapak Presiden untuk mencari sumber-sumber pasokan lain untuk mengganti yang dari Middle East," ujar Bahlil dalam konferensi pers secara virtual, Selasa (31/3/2026).
"Dan alhamdulillah sudah dapat. Jadi insyaallah nggak perlu ada keraguan lagi untuk pengganti dari Middle East sudah kita dapat," sambungnya.
Bahlil mengungkapkan, selama ini Indonesia memang mengimpor sebagian minyak mentah dari Timur Tengah. Akan tetapi, untuk produk jadi seperti BBM tidak diimpor dari Timur Tengah.
"Yang kena di Middle East itu adalah crude-nya sementara minyak jadinya tidak dari Middle East. Yang kedua adalah LPG. Berapa persen dari total kebutuhan kita yang dari Middle East itu kurang lebih sekitar 20 persen," ucapnya.
Kendati demikian, Bahlil memastikan, stok minyak mentah di Indonesia masih melimpah, bahkan masih di atas batas minimal.
Sedangkan, pasokan BBM solar RI juga akan melimpah. Dijelaskannya, Indonesia baru memiliki kilang minyak terbesar di Balikpapan yang bisa memasok bensin dan solar di dalam negeri.
"Di Januari itu kita meresmikan RDMP kita. RDMP yang di Balikpapan itu menghasilkan 5,6 juta kiloliter bensin dan kurang lebih sekitar 4,5 juta kiloliter Solar," tegasnya.
Baca Juga: Harga BBM Pertamax Cs Dipastikan Naik, Tapi Besarannya Belum Pasti
"Jadi artinya apa? Yang kita ke depan impor yang paling banyak itu crude. Sementara yang untuk BBM yang Ron 90, 95, 98, dan 93 sebagian kita produksi di dalam negeri, sebagian kita impor dari negara Asia Tenggara," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
Skema MBG Diatur Ulang untuk Menghemat Rp20 Triliun di Tengah Krisis Energi
-
Usai ASN, Menaker Segera Berlakukan WFH untuk Karyawan Swasta
-
ASN Wajib WFH Sehari Mulai 1 April Besok
-
Rupiah Terus Melemah Akibat Konflik Timur Tengah, Kemenperin: Gunakan Skema LCT
-
Pemerintah Hemat Rp 130,2 Triliun dari Kebijakan WFH Hingga Pembatasan BBM
-
Kemenperin: Industri Kimia dan Petrokimia Mulai Terimbas Konflik Timur Tengah
-
ASN WFH Tiap Jumat, Mensesneg Klaim Jadi Momentum Transformasi dan Efisiensi
-
Indeks Kepercayaan Industri Anjlok di Februari, Tapi Masih di Zona Ekspansi
-
Harga BBM Pertamax Cs Dipastikan Naik, Tapi Besarannya Belum Pasti
-
Pertamina dan INPEX Perkuat Kerja Sama Pengembangan LNG Abadi Masela