-
Prancis, Italia, dan Spanyol resmi menolak membantu operasi militer Amerika Serikat melawan Iran.
-
Pangkalan militer Sigonella ditutup bagi pesawat Amerika karena dianggap melanggar perjanjian logistik formal.
-
Spanyol mengecam rencana serangan militer Amerika Serikat dan Israel sebagai tindakan sangat ilegal.
"Tidak ada permintaan izin atau konsultasi dengan pimpinan militer Italia," bunyi laporan RAI.
Pihak Italia merasa dilangkahi karena rencana pendaratan tersebut disampaikan secara mendadak saat pesawat sedang mengudara.
Berdasarkan hasil investigasi teknis, penerbangan tersebut tidak masuk dalam kategori misi logistik rutin atau normal.
Oleh karena itu, operasi tersebut tidak dilindungi oleh perjanjian kerja sama pertahanan yang berlaku antara kedua negara.
Dukungan bagi Iran juga datang secara tidak langsung dari pernyataan keras yang dikeluarkan oleh pemerintah Spanyol.
Menteri Pertahanan Spanyol, Margarita Robles, menegaskan posisi negaranya untuk tetap netral dan menjauh dari konflik tersebut.
Madrid memastikan tidak akan ada celah bagi Amerika Serikat maupun Israel untuk menggunakan fasilitas militer mereka.
Pangkalan udara dan laut di Spanyol sepenuhnya tertutup bagi aktivitas yang mendukung operasi militer di wilayah Iran.
Bahkan pihak Spanyol mengeluarkan label yang sangat keras terhadap rencana serangan gabungan yang dirancang oleh Washington.
Baca Juga: 'Hilal' Perang Iran Berakhir Sudah Terlihat
Spanyol secara eksplisit menyebutkan bahwa tindakan agresi terhadap Iran adalah sebuah langkah yang sangat melanggar hukum.
Hal ini memperparah isolasi diplomatik yang mulai dirasakan oleh Amerika Serikat di daratan Eropa saat ini.
Keamanan global kini berada di ujung tanduk karena perbedaan visi antara pemimpin NATO dalam menangani krisis.
Ketidaksediaan sekutu Eropa memberikan akses logistik membuat rencana serangan balik Amerika menjadi semakin sulit dilaksanakan.
Fenomena ini membuktikan bahwa dukungan tanpa syarat terhadap kebijakan luar negeri Amerika Serikat mulai memudar secara signifikan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
-
Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti
-
Habib Rizieq Shihab: Umat Islam Sunni dan Syiah Harus Bersatu Lawan AS-Israel
-
Kepulangan Jenazah Praka Farizal dari Lebanon ke Kulon Progo Diestimasikan Tiba Jumat Lusa
Terkini
-
3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Apa yang akan Dilakukan Pemerintah Indonesia?
-
Konflik Timur Tengah Ganggu Pariwisata RI, 770 Penerbangan Batal dan Potensi 60 Ribu Wisman Hilang
-
Targetkan 17,6 Juta Wisman di 2026, Menpar Siapkan Strategi Mitigasi di Tengah Gejolak Global
-
Bantah Pernyataan Nadiem, Jaksa Sebut Rekomendasi JPN Tak Dilaksanakan di Pengadaan Chromebook
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
-
Paus Leo XIV: Yesus Tolak Doa Orang Pemicu Perang
-
Indonesia-Jepang Perkuat Kerja Sama Kehutanan, Dorong Investasi Karbon
-
Tetap Komit Jaga Perdamaian: RI Desak PBB Investigasi Serangan di Lebanon, Minta Israel Setop Agresi
-
Prabowo Bertemu Presiden Korsel, Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Ekonomi, Pertahanan, hingga AI