-
Paus Leo XIV menegaskan bahwa Yesus menolak perang dan tidak mendengar doa pembuat konflik.
-
Gedung Putih membalas dengan membela tradisi doa militer berdasarkan nilai sejarah Amerika Serikat.
-
Konflik ideologi muncul antara pesan damai Vatikan dengan kebijakan militer Washington saat ini.
Suara.com - Perselisihan tajam muncul antara otoritas tertinggi Katolik di Vatikan dengan pemerintah Amerika Serikat saat ini.
Pemicunya adalah pernyataan mendalam mengenai spiritualitas dan etika dalam situasi peperangan yang sedang berkecamuk.
Pihak Gedung Putih merasa perlu memberikan klarifikasi atas pesan yang disampaikan oleh pemimpin umat Katolik.
Ketegangan ini bermula saat perayaan Minggu Palma yang dihadiri oleh puluhan ribu jemaat di Vatikan.
Momen sakral pembuka pekan suci Paskah tersebut berubah menjadi panggung teguran moral bagi para penguasa.
Paus Leo XIV memberikan pidato yang sangat menyentuh mengenai sosok Yesus sebagai simbol perdamaian dunia.
Beliau menekankan bahwa ajaran Kristus sama sekali tidak memberikan ruang untuk melakukan pembenaran terhadap perang.
Konteks pernyataan ini berkaitan erat dengan agresi militer yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Konflik bersenjata yang pecah sejak akhir Februari tersebut kini mendapatkan sorotan tajam dari sisi religiusitas.
Baca Juga: Habib Rizieq Shihab: Umat Islam Sunni dan Syiah Harus Bersatu Lawan AS-Israel
Tokoh agama asal Amerika Serikat tersebut menegaskan posisi gereja yang menolak segala bentuk kekerasan fisik.
Dalam pidatonya Paus Leo XIV mengeluarkan pernyataan yang sangat tegas mengenai nasib doa para pemimpin.
Beliau menyatakan bahwa pencipta perdamaian sejati tidak akan pernah mendukung tindakan penghancuran nyawa manusia lainnya.
Pernyataan ini merujuk pada prinsip bahwa menggunakan nama Tuhan untuk perang adalah sebuah kesalahan besar.
Vatikan memperingatkan bahwa doa yang dipanjatkan oleh pemicu konflik tidak akan mencapai singgasana Tuhan.
Pemimpin dunia tersebut kemudian membacakan bagian dari kitab suci untuk memperkuat pesan yang ia sampaikan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Warga Jakarta Catat! CFD Rasuna Said Rehat Sejenak, Bakal Comeback Lebih Kece di Juni 2026
-
Tito Karnavian Dampingi Prabowo Luncurkan Operasional 1.061 KDKMP di Jawa Timur
-
Kepala BPKP Gemetar Lapor Korupsi di Lingkaran Presiden, Prabowo: Mau Orang Saya, Tidak Ada Urusan!
-
Ketua RW Sebut Bukan Warga Lokal, Siapa Belasan Orang yang Keroyok Dico hingga Tewas di Grogol?
-
Pernyataan Prabowo Bikin Riuh, Sebut 'Mbak Titiek' Pusing Gara-gara Dolar
-
Prabowo: Selama Purbaya Bisa Senyum, Tak Perlu Khawatir Soal Dolar
-
AS Takut Disadap? Rombongan Trump Buang Semua Barang China Sebelum Naik Air Force One
-
Usai Temui JK, Anies Baswedan Beri Komentar Santai Terkait Putusan MK Soal IKN
-
Ray Rangkuti: DPN Dinilai Perkuat Dominasi Militer di Ruang Sipil
-
Prabowo Akui Program MBG Banyak Masalah, Sebut Ada Pimpinan Tidak Kuat jika Berurusan dengan Uang