-
Militer AS dan Israel menyerang dermaga serta fasilitas air vital di Selat Hormuz.
-
Lima orang dilaporkan terluka akibat hantaman jet tempur di Qeshm dan Bandar-e Charak.
-
Tim penyelamat masih bekerja di lokasi serangan untuk mengevakuasi korban dan mengamankan dermaga.
Suara.com - Situasi keamanan di kawasan Selat Hormuz mendadak mencekam menyusul aksi serangan udara yang dilakukan kekuatan militer asing.
Berdasarkan laporan media Tasnim pada Rabu, 1 April 2026, wilayah pesisir Iran menjadi target operasi udara tersebut.
Dua titik infrastruktur maritim yang menjadi sasaran utama mencakup dermaga perikanan dan pusat kegiatan niaga warga setempat.
Keterlibatan armada udara Amerika Serikat serta Israel dalam insiden ini dikonfirmasi langsung oleh otoritas pemerintahan wilayah Hormozgan.
Pejabat setempat melaporkan bahwa dentuman keras terdengar saat fasilitas publik tersebut dihantam proyektil dari pesawat tempur.
Satu di antara lokasi yang mengalami kerusakan paling parah adalah dermaga perikanan Doha yang terletak di Pulau Qeshm.
"Pesawat tempur AS dan Israel menargetkan dermaga perikanan Doha di Pulau Qeshm serta dermaga perikanan dan niaga di Bandar-e Charak," kata Wakil Gubernur Provinsi Hormozgan Ahmad Nafisi.
Pernyataan resmi tersebut mengonfirmasi bahwa serangan tidak hanya menyasar satu titik, melainkan menyebar ke wilayah strategis lainnya.
Bandar-e Charak yang merupakan pusat ekonomi pesisir turut merasakan dampak destruktif dari operasi udara gabungan tersebut.
Baca Juga: Iran Ungkap Rahasia Donald Trump 'Manipulasi' Harga Saham dan Minyak
Investigasi awal segera dilakukan guna mendata seluruh kerusakan bangunan serta fasilitas pendukung aktivitas masyarakat nelayan.
Laporan medis sementara menunjukkan adanya warga sipil yang menjadi korban langsung akibat ledakan di lokasi kejadian.
Setidaknya terdapat dua individu yang mengalami luka-luka cukup serius di kawasan Pulau Qeshm pasca ledakan terjadi.
Sementara itu, di wilayah Bandar-e Charak, tercatat ada tiga orang lainnya yang membutuhkan perawatan medis segera.
Pemerintah daerah langsung menerjunkan tim khusus untuk melakukan penanganan darurat di setiap titik yang terkena dampak.
Proses evakuasi dan mitigasi risiko hingga kini masih terus diupayakan oleh pihak berwenang di lapangan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Empuk untuk Jogging hingga Long Run Sesuai Review Pembeli
- Pemain Timnas Terlibat? 3 Kejanggalan Dugaan Pengaturan Skor Piala AFF 2026
- 4 Shio yang Diprediksi Nasibnya Makin Baik pada 15 Agustus 2026, Siapa Saja?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Daftar e-Wallet yang Dapat Promo Top-up BRImo Spesial 17 Agustus
-
Gempa Dahsyat NTT, BMKG: Baru Terjadi Lagi Setelah 30 Tahun Silam
-
Top-Up E-Wallet dan Pulsa di BRImo Langsung Dapat Cashback! Buruan, Kuota Terbatas
-
Deretan Sepeda Lipat Pacific Paling Populer, Cocok untuk Gowes Harian
-
Binance Perpanjang Airdrop RLUSD, Ini Cara Klaim 1 Juta XRP yang Dibagikan
-
Daftar Atlet Wakil Indonesia di BWF World Championship 2026
-
Kapal Tenggelam di Perairan Rupat, 3 Pekerja Migran Masih Hilang
-
BNI Salurkan Bantuan Bagi Masyarakat Terdampak Gempa NTT, Pastikan Layanan Perbankan Tetap Berjalan
-
15 Contoh Teks Doa HUT Ke-81 RI pada 17 Agustus 2026 yang Penuh Makna
-
Hari Jadi Ke-81 Jateng: Akses Pendidikan Kian Luas dan Gratis, Harapan Tak Lagi Terkikis