- Presiden Donald Trump mendesak anggota NATO mengirimkan kapal angkatan laut untuk mengamankan jalur vital distribusi energi di Selat Hormuz.
- Konflik di Timur Tengah menyebabkan gangguan pelayaran minyak di Selat Hormuz sejak Maret akibat eskalasi antara AS dan Iran.
- Trump dijadwalkan bertemu Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, di Washington pekan depan guna membahas keamanan di kawasan Selat Hormuz.
Suara.com - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mendesak negara-negara anggota NATO untuk berani mengirimkan kapal angkatan laut ke Selat Hormuz yang tengah memanas akibat konflik di Timur Tengah.
“Mereka harus berani masuk dan mengirimkan kapal-kapal mereka ke sana dan menikmatinya,” kata Trump kepada harian Politico, Kamis (2/4/2026).
Dalam pernyataannya, Trump juga menyinggung absennya NATO di kawasan tersebut, yang kini berada di bawah kendali Iran sebagai respons atas serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel ke Teheran.
“Saya tidak peduli. Saya tidak membutuhkan mereka,” ujarnya saat ditanya mengenai sikapnya terhadap NATO.
Selat Hormuz merupakan jalur vital distribusi energi global, dengan sekitar 20 juta barel minyak melintas setiap harinya. Namun, jalur ini mengalami gangguan sejak awal Maret akibat eskalasi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Trump sebelumnya telah berulang kali mendesak sekutu Eropa serta negara-negara Teluk untuk mengambil peran lebih aktif dalam menjaga keamanan jalur tersebut. Ia menilai negara-negara yang bergantung pada pasokan minyak dari Selat Hormuz harus ikut bertanggung jawab membuka kembali akses pelayaran.
Menurut laporan The Wall Street Journal, Trump dijadwalkan bertemu Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, di Washington pada pekan depan untuk membahas situasi tersebut.
Sepanjang sejarahnya, NATO baru satu kali mengaktifkan Pasal 5, yakni setelah serangan teroris 11 September 2001 di Amerika Serikat. Pasal tersebut menyatakan bahwa serangan terhadap satu anggota dianggap sebagai serangan terhadap seluruh anggota.
Namun, dalam situasi terkini, sejumlah sekutu NATO mengkritik langkah Trump yang dinilai memicu konflik dengan Iran tanpa konsultasi terlebih dahulu.
Baca Juga: Selat Hormuz Dibuka Gratis untuk Kapal Malaysia
Dalam wawancara terpisah dengan The Telegraph, Trump bahkan menyebut anggota NATO sebagai “pengecut” dan membuka kemungkinan Amerika Serikat menarik diri dari aliansi tersebut.
Meski demikian, rencana tersebut tidak mudah direalisasikan. Undang-undang yang disahkan pada 2023 mengharuskan dukungan dua pertiga anggota Senat AS bagi presiden yang ingin menarik negaranya keluar dari NATO.
(Antara)
Berita Terkait
-
Selat Hormuz Dibuka Gratis untuk Kapal Malaysia
-
Iran Pastikan Selat Hormuz Terbuka untuk Dunia, Tapi....
-
Respons Komentar Trump, China Salahkan Serangan AS dan Israel sebagai Akar Masalah di Selat Hormuz
-
Trump Ancam Bom Pembangkit Listrik Iran Hingga ke Zaman Batu Jika Negosiasi Gagal Total Pekan Ini
-
Serangan Udara Beruntun Guncang Selat Hormuz, Fasilitas Vital Iran Hancur
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 2 Juli 2026, Ada Kuda hingga Anjing
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
PAN Tegaskan Kasus Syah Afandin Bukan 'Dosa' Partai: Itu Tanggung Jawab Pribadi!
-
Teka-teki Lokasi Muktamar NU, 5 Provinsi Ini Bersaing Ketat
-
DTKJ Usul Mikrotrans Tak Lagi Gratis, Tarif Rp 2.000 Dinilai Bikin Data Penumpang Lebih Akurat
-
Kenapa Warga Bela Bandar Narkoba? Bedah Kasus Katingan yang Tewaskan Aipda Yudhi Perdana
-
Kasus dr Icha Jadi Titik Balik, Kemenkes Siapkan Perpres Perlindungan Nakes hingga Aturan Sanksi
-
Heboh Gembok 'Sakti' Rp92,5 Miliar di Kemenimipas, Anggota DPR Temukan Harga Tak Wajar
-
DTKJ Usul Tarif Langganan Transjakarta Rp 200 Ribu per Bulan, Ada Diskon 20 Persen
-
Catatan Kritis DPR Soal Rencana Taruna Akmil Masuk Sekolah Rakyat
-
Dukung Liga Akar Rumput, Kadispora DKI Intruksikan Sudin Fasilitasi Talenta Sepak Bola Jalanan
-
Anak Disabilitas Psikososial Alami Hambatan di Sekolah, Apa yang Salah?