-
IRGC menguasai penuh Selat Hormuz dan menolak membukanya karena tekanan politik Donald Trump.
-
Serangan rudal dan drone Iran menyebabkan kenaikan harga minyak dunia secara signifikan.
-
Pangkalan militer serta kapal induk Amerika Serikat dilaporkan mundur akibat gempuran Iran.
Suara.com - Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC memberikan pernyataan tegas mengenai kondisi terkini di wilayah perairan Selat Hormuz.
Pihak Teheran mengklaim bahwa jalur perdagangan laut paling vital di dunia tersebut saat ini berada di bawah kendali penuh mereka.
Pernyataan ini sekaligus menjadi jawaban telak untuk membantah klaim sepihak yang sempat dilontarkan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Melalui laporan resmi pada hari Rabu, IRGC memastikan kekuatan angkatan laut mereka masih mendominasi kawasan tersebut tanpa tandingan.
Kedaulatan maritim di wilayah itu disebut tidak akan goyah meskipun mendapatkan tekanan politik dari pihak Gedung Putih.
IRGC menegaskan Selat Hormuz tak akan dibuka kembali "di bawah sandiwara" Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap bangsa Iran.
Kebijakan penutupan jalur air ini telah diberlakukan secara efektif sejak pecahnya peperangan pada tanggal 28 Februari lalu.
Dampaknya sangat masif bagi stabilitas ekonomi dunia karena ribuan kapal logistik komersial terjebak dan tidak bisa melanjutkan perjalanan.
Banyak perusahaan pelayaran memilih berhenti beroperasi karena ketakutan akan potensi serangan rudal yang bisa datang sewaktu-waktu.
Baca Juga: Negara Timur Tengah Siaga Satu Hadapi Hujan Drone Iran, Sasar Bandara Kuwait Hingga Perbankan Arab
Keberanian militer Iran dalam mengunci jalur ini telah membuat distribusi barang di pasar internasional mengalami hambatan yang sangat serius.
Iran tercatat telah melakukan puluhan aksi penyerangan terhadap kapal dagang yang dianggap memiliki kaitan erat dengan aliansi AS dan Israel.
Tindakan tegas ini diambil sebagai bentuk sanksi bagi pihak-pihak yang tidak patuh terhadap aturan maritim yang ditetapkan Teheran.
Akibat dari blokade berkepanjangan ini, nilai jual minyak mentah di pasar global melonjak hingga menyentuh angka tertinggi sejak dua tahun lalu.
IRGC menuding bahwa pihak Washington dan Tel Aviv selama ini hanya menyebarkan kebohongan kepada masyarakat internasional.
Klaim Amerika yang menyatakan kekuatan serangan Iran mulai melemah disebut sebagai propaganda kosong yang tidak sesuai dengan fakta lapangan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan
-
Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN
-
Tarif Rp5 Ribu Dikritik Warga, Sekda Janji Evaluasi Parkir Alun-Alun Tegar Beriman
-
Promo Anniversary Bukan Cuma Diskon, Ada Treasure Hunt dan Mini Games
-
URI Bukan Solusi! Pengangguran Terdidik Terjadi karena Sarjana Tak Punya Skill
-
Sekolah Ramah Anak Tak Selalu Dimulai dari Hal Besar, Dua Inovasi Siswa Ini Buktinya
-
KPK Ungkap Dugaan Permintaan Opini WTP oleh Bupati PALI, Ada Nama Anggota BPK RI
-
Kapal Tanzania MV Ocean Porter Tertangkap di Riau, Angkut 2,6 Ton Sabu Cair dan Rokok China
-
Kapolri Terjun Langsung ke Lokasi Gempa NTT, Boni Hargens Sebut Polri Garda Terdepan Kemanusiaan
-
BRI Turut Berperan Aktif Dalam Percepat Pemulihan Gempa NTT Lewat Posko Logistik BRI Peduli