-
IRGC menguasai penuh Selat Hormuz dan menolak membukanya karena tekanan politik Donald Trump.
-
Serangan rudal dan drone Iran menyebabkan kenaikan harga minyak dunia secara signifikan.
-
Pangkalan militer serta kapal induk Amerika Serikat dilaporkan mundur akibat gempuran Iran.
Angkatan bersenjata Iran masih berdiri tegap melawan agresi dan sudah meluncurkan gelombang ke-89 Operasi True Promise 4.
Dalam operasi besar ini, militer Iran mengerahkan berbagai teknologi mutakhir untuk melumpuhkan titik-titik pertahanan musuh secara presisi.
"(IRGC) menggunakan kombinasi rudal balistik dan jelajah Qadeer serta drone serang untuk menghancurkan target militer utama milik pasukan AS dan Israel," tulis laporan Tasnim.
Salah satu prestasi militer yang diklaim adalah penghancuran dua sistem peringatan dini milik AS yang berada di wilayah Uni Emirat Arab.
Sistem canggih tersebut hancur total setelah dihantam proyektil Iran yang memiliki tingkat akurasi sangat tinggi dalam mengenai sasaran.
Pihak IRGC juga secara terbuka mengaku bertanggung jawab atas insiden yang menimpa kapal tanker Aqua 1 milik QatarEnergy.
Kapal tersebut menjadi sasaran karena diidentifikasi sebagai aset yang terafiliasi dengan rezim yang dianggap tidak sah oleh pihak Teheran.
Selain di laut, serangan juga menyasar markas intelijen tersembunyi milik militer Amerika Serikat yang berada di luar jangkauan Armada Kelima.
Lokasi strategis di Bahrain itu luluh lantak setelah dihujani oleh kawanan drone tempur dan rudal balistik jarak jauh.
Baca Juga: Negara Timur Tengah Siaga Satu Hadapi Hujan Drone Iran, Sasar Bandara Kuwait Hingga Perbankan Arab
Efek ledakan di pangkalan tersebut dikabarkan membuat sejumlah petinggi militer laut AS harus segera dilarikan ke fasilitas kesehatan.
Berdasarkan data intelijen, pusat perbaikan helikopter jenis Chinook di pangkalan Al Udeiri juga tidak luput dari amukan senjata Iran.
Gudang penyimpanan persenjataan milik pasukan koalisi di lokasi yang sama dilaporkan mengalami kerusakan yang sangat parah.
Bahkan, gugus tempur kapal induk USS Abraham Lincoln terpaksa melakukan manuver mundur di kawasan Samudra Hindia bagian utara.
Citra dari satelit memperlihatkan armada raksasa Amerika tersebut menjauh dari posisi awalnya untuk menghindari jangkauan drone Iran.
Serangan udara ke pangkalan di Uni Emirat Arab pun dilaporkan telah merenggut nyawa puluhan personel militer dari pihak lawan.
Konflik bersenjata antara aliansi AS-Israel melawan Iran ini kini telah memasuki masa krusial pada minggu kelima pelaksanaannya.
Tragedi ini telah memakan korban jiwa dalam jumlah yang sangat besar, termasuk figur sentral yakni Ayatollah Ali Khamenei.
Awalnya, militer Iran hanya memfokuskan serangan pada instalasi perang milik Amerika Serikat dan Israel di Timur Tengah.
Namun strategi berubah drastis setelah fasilitas energi milik Iran menjadi target penghancuran oleh pihak pasukan koalisi pimpinan Washington.
Kini Teheran membalas dengan menyerang balik pusat energi Israel dan negara-negara yang memberikan dukungan logistik bagi serangan ke wilayah Iran.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 2 Juli 2026, Ada Kuda hingga Anjing
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Perludem Usul Sistem e-Banpol, Publik Bisa Pantau Penggunaan Dana Partai Secara Real-Time
-
Vonis Seumur Hidup untuk Priyo, Eksekutor Keji yang Habisi 5 Nyawa di Indramayu
-
Korban Penyekapan 3 Tahun Bakal Jalani Operasi Bertahap, Begini Kondisinya Kini
-
Bayar Rp200 Ribu Sebulan Bisa Naik Transjakarta Setiap Hari? Begini Skemanya
-
PBNU Masih Survei Lokasi Muktamar ke-35 NU, Persiapan Teknis Terus Dikebut
-
'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup
-
Dalami Amplop dari Bupati Kuansing, KPK Buka Peluang Periksa Menhut Raja Juli
-
PLN Klaim Pemadaman Listrik di Kalbar Bukan karena Krisis Batu Bara, Ini Penyebabnya
-
Said Iqbal Beri Deadline Disnakertransgi DKI, Senin Harus Ada Keputusan Soal Kasus Mau Print
-
Pengusaha Kalbar Rugi Akibat Listrik Padam, DPRD Desak PLN Lebih Terbuka