- Dewan Keamanan PBB akan melakukan pemungutan suara hari ini untuk memutuskan pengerahan militer guna membuka kembali Selat Hormuz.
- Resolusi yang diajukan Bahrain bertujuan mengizinkan penggunaan segala sarana pertahanan untuk mengamankan jalur perdagangan minyak internasional tersebut.
- Persetujuan resolusi memerlukan dukungan minimal sembilan anggota tanpa adanya veto dari lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB.
Suara.com - Dewan Keamanan PBB pada hari ini, Jumat (3/4/2026) akan menggelar pemungutan suara untuk memutuskan pengerahan kekuatan militer di Selat Hormuz, jalur perdagangan dunia yang ditutup Iran sejak negara itu diserang Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari lalu.
Bahrain, yang kini memimpin Dewan Keamanan PBB, telah menyusun resolusi tentang perlindungan jalur perdagangan Selat Hormuz dan proposal ini yang akan menjadi objek voting pada pertemuan hari ini.
Jika resolusi Bahrain ini disetujui oleh Dewan Keamanan PBB - lembaga yang paling berkuasa dan menentukan di organisasi internasional terbesar di dunia itu - maka Iran harus bersiap menghadapi kekuatan militer internasional di Selat Hormuz.
Dilansir dari Reuters, draf resolusi itu mengizinkan penggunaan "segala sarana pertahanan" untuk membuka kembali jalur perdagangan yang dilewati oleh sekitar 20 persen minyak dunia.
"Kami menantikan kesatuan sikap dari dewan yang terhormat ini dalam pemungutan suara atas rancangan resolusi yang akan dilaksanakan besok, insyaallah," kata Menteri Luar Negeri Bahrain Abdullatif bin Rashid Al Zayani pada Kamis kemarin.
Al Zayani mengatakan aksi bersama dunia internasional diperlukan karena Iran telah mengendalikan jalur perdagangan internasional di Selat Hormuz secara ilegal dan sewenang-wenang. Aksi Iran itu, kata dia, merugikan dunia dan harus direspons dengan tuntas.
Resolusi Bahrain ini disokong oleh dunia Arab. Sekretaris Jenderal Liga Arab Ahmed Aboul Gheit mengatakan kepada Dewan Keamanan PBB bahwa mereka mendukung usul Bahrain.
Sementara Inggris, pada Kamis kemarin, menggelar pertemuan dengan lebih dari 40 negara untuk membahas rencana pengerahan militer di Selat Hormuz untuk menjamin lalu-lintas keamanan kapal-kapal dagang. Inggris juga mendukung resolusi dari Bahrain.
Adapun resolusi tersebut, agar bisa diterima dan dilaksanakan, harus diterima setidaknya oleh 9 dari 15 anggota Dewan Keamanan PBB. Dan yang terpenting, tidak satu pun dari lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB - yakni AS, Rusia, China, Inggris dan Prancis - yang mengajukan veto.
Baca Juga: Donald Trump Desak NATO Kirim Kapal ke Selat Hormuz
Duta Besar China untuk PBB Fu Chong sebelumnya sudah menolak penggunaan cara-cara militer untuk membuka kembali Selat Hormuz. Ia mengatakan pengerahan militer yang disetujui PBB hanya akan menambah eskalasi konflik yang sedang berlangsung.
Berita Terkait
-
Operasi True Promise 4 Iran Target Alutsista AS di UEA, Puluhan Perwira Masuk Rumah Sakit
-
Sekretaris Pertahanan AS Minta Kepala Staf Angkatan Darat Mundur di Tengah Perang dengan Iran
-
Dunia Ramai-ramai Tolak Bantu AS Serang Iran
-
Semakin Buruk, Sekjen PBB Desak Penghentian Konflik AS-Israel dan Iran
-
Negara Timur Tengah Siaga Satu Hadapi Hujan Drone Iran, Sasar Bandara Kuwait Hingga Perbankan Arab
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
-
Aksi Mahasiswa Dibatasi hingga UOB Plaza, Polda Metro Siagakan 9.242 Personel
-
Jelang Demo Mahasiswa Hari ini, 21 Orang Bawa Bom Molotov Ditangkap Polisi
Terkini
-
Daftar HP Samsung yang Tak Lagi Dapat Security dan Android Update Tahun Ini
-
Rupiah Takluk Lawan Dolar AS Hari Ini di Level Rp17.844
-
"Paket Santet" Hadirkan Teror Lewat Kiriman Online dan Dendam Masa Lalu
-
Detik-detik Kapolsek dan Danramil Cicalengka Dipukuli Peserta Karnaval, Pelaku Ditangkap
-
Perpres Ojol Masuk Tahap Finalisasi, DPR dan Pemerintah Masih Berkoordinasi
-
56 Ribu Anak Sleman Diskrining Kesehatan: Hipertensi, Prediabetes hingga Depresi Berat Ditemukan
-
Gejolak Aceh-Papua Dinilai Bukan Kebetulan, Negara Disebut Gagal Pahami Akar Masalah
-
Gus Yaqut Bantah Rugikan Negara! Kebijakan Kouta Haji Diklaim Jadi Penyelamat Fiskal
-
DPR Setuju Bahas RAPBN 2027, Anggaran MBG Jadi Sorotan
-
Pascagempa, Sejumlah Bandara di Flores Masih Batalkan Penerbangan