- Pemprov DKI Jakarta mengimbau pendatang memiliki keterampilan dan tempat tinggal yang jelas agar mampu bertahan hidup dengan baik.
- Pendatang wajib melapor kepada pengurus RT/RW dalam waktu 1x24 jam untuk menjaga akurasi data kependudukan pemerintah daerah.
- Dukcapil menyediakan platform digital dan layanan jemput bola selama April 2026 guna memudahkan pendataan administrasi kependudukan warga.
Suara.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menegaskan bahwa Ibu Kota tetap terbuka bagi para pendatang dari berbagai daerah, asalkan datang dengan persiapan yang matang, terutama keterampilan.
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta, Denny Wahyu, mengatakan keterampilan menjadi kunci utama untuk bisa bertahan hidup di Jakarta.
“Pokoknya kalau tinggal di Jakarta, punya keterampilan satu saja, pasti bisa hidup di Jakarta,” ujar Denny dalam sebuah siniar, Jumat (3/4/2026), dikutip dari ANTARA.
Selain memiliki kemampuan, pendatang juga diimbau memastikan tempat tinggal, meski hanya bersifat sementara. Hal ini penting untuk menunjang kehidupan sehari-hari sekaligus memudahkan proses administrasi kependudukan.
Denny menekankan, setiap pendatang wajib melaporkan kedatangannya kepada pengurus RT/RW paling lambat 1x24 jam setelah tiba di Jakarta. Pelaporan ini bertujuan untuk menjaga akurasi data kependudukan yang menjadi dasar dalam perencanaan kebijakan pemerintah.
“Data yang akurat penting agar layanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan layanan publik lainnya bisa diberikan secara tepat sasaran,” jelasnya.
Kewajiban pelaporan tersebut juga tercantum dalam Surat Edaran Sekretaris Daerah Nomor SE/14/2026 tentang Imbauan Menjaga Keamanan, Ketentraman, dan Ketertiban Umum selama Hari Raya Idulfitri 1447 H/2026 M.
Untuk mendukung proses pendataan, Dukcapil DKI menyediakan platform digital melalui laman datawarga-dukcapil.jakarta.go.id yang dapat digunakan oleh pengurus RT/RW dalam mendata pendatang di wilayah masing-masing.
Selain itu, sepanjang April 2026, Dukcapil DKI juga menggelar layanan jemput bola di seluruh wilayah Jakarta guna mempermudah administrasi kependudukan bagi warga, termasuk pendatang baru.
Baca Juga: Jumat Agung 2026 di Katedral Jakarta: Ini Jadwal Ibadah dan Lokasi Parkir Jemaat
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Trump Pecat Jaksa Agung Pam Bondi, Buntut Skandal Epstein dan Gagal Jerat Lawan Politik
-
Jenazah Tiga Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon Dipulangkan Pekan Depan, RI Tuntut Investigasi PBB
-
Militer AS Guncang, Kepala Staf Angkatan Darat Dipecat Mendadak di Tengah Perang Iran
-
Lautan Serap Energi Berlebih, Jadi Ancaman Serius bagi Pangan Global: Kenapa?
-
Pemerintah Pastikan Pemulangan Jenazah 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon
-
Krisis Tambak di Kaltim: Bagaimana Petambak Bisa Bertahan di Tengah Perubahan Iklim?
-
Liga Arab Siap Amankan Jalur Minyak Selat Hormuz di Dewan Keamanan PBB Besok
-
Kolaborasi Pembiayaan Hijau Kian Digenjot, Sasar Kelestarian Hutan dan Ekonomi Petani
-
Kajari Karo 'Siap Salah' di DPR, 7 Fakta Kasus Amsal Sitepu yang Divonis Bebas
-
Momen Kajari Karo Akui Salah di Depan Komisi III DPR Soal Kasus Amsal Sitepu: Siap Salah Pimpinan