- Panglima TNI memerintahkan prajurit UNIFIL di Lebanon tetap berada di dalam bunker guna menjamin keselamatan personel.
- Instruksi tersebut diberikan pada Sabtu (4/4/2026) sebagai langkah perlindungan diri saat situasi keamanan di Lebanon berisiko tinggi.
- TNI akan membentuk tim khusus untuk menginvestigasi kronologi insiden yang menimpa prajurit Indonesia di zona konflik tersebut.
Suara.com - Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengeluarkan instruksi tegas kepada seluruh prajurit TNI yang tergabung dalam misi perdamaian PBB (UNIFIL) di Lebanon.
Mengingat situasi keamanan yang semakin berisiko, Panglima TNI memerintahkan prajurit untuk memprioritaskan pengamanan internal dan berlindung di dalam bunker.
Instruksi tersebut disampaikan Jenderal Agus melalui sambungan video call langsung dengan Komandan Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL di Lebanon, yang juga diunggah melalui akun Instagram resminya.
"Jaga moril prajurit yang ada di sana, tetap laksanakan pengamanan intern ya, masuk ke bunker-bunker, dan tidak ada kegiatan lagi keluar, dan jaga moril prajurit supaya tetap semangat ya, makasih, semangat bertugas," ujar Panglima TNI kepada Komandan Satgas di lapangan dikutip Suara.com dari unggahan Instagramnya, Sabtu (4/4/2026).
Dalam unggahan tersebut, Agus menekankan bahwa fokus utama TNI saat ini adalah menjamin keselamatan seluruh personel yang bertugas di zona konflik.
Ia juga memberikan dukungan moril dan doa bagi keselamatan "Pasukan Garuda".
"Semoga seluruh prajurit senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, diberikan kekuatan dan keteguhan di setiap langkah pengabdian. Doa kami menyertai setiap langkah kalian," tulis Jenderal Agus dalam keterangan unggahannya.
Ditemui secara terpisah di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta usai upacara pelepasan jenazah tiga prajurit TNI yang gugur di Lebanon, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak memberikan penjelasan teknis mengenai instruksi tersebut.
Menurutnya, perintah masuk ke dalam bunker merupakan bagian dari Standar Operasional Prosedur (SOP) yang sudah ditetapkan dalam misi internasional.
Baca Juga: 3 Prajurit TNI Kembali Jadi Korban di Lebanon, Menlu Sugiono Beri Pernyataan Keras ke PBB
"Eh, sebetulnya itu udah SOP-nya dalam penugasan ya. Dalam kondisi tertentu mereka ada instruksi untuk masuk bunker dan lain sebagainya," jelas Jenderal Maruli.
Lebih lanjut, Maruli menyatakan bahwa TNI tidak tinggal diam atas rentetan insiden yang menimpa prajurit Indonesia belakangan ini.
Ia memastikan akan ada tim khusus yang mendalami kronologi kejadian tersebut secara mendetail.
"Jadi ini makanya kita harus ada nanti, saya kira pasti ada tim yang akan mencari apa, bagaimana sih sebetulnya peristiwa tersebut," pungkas Maruli.
Berita Terkait
-
3 Prajurit TNI Kembali Jadi Korban di Lebanon, Menlu Sugiono Beri Pernyataan Keras ke PBB
-
Penghormatan Terakhir untuk Tiga Prajurit UNIFIL TNI yang Gugur di Lebanon
-
KSAD Minta Keluarga Prajurit TNI yang Bertugas di Lebanon Tak Risau: Doakan Saja
-
Lepas Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur, Menlu Sugiono Mengutuk Keras Serangan Terhadap Pasukan UNIFIL
-
SBY Hadiri Upacara Pelepasan 3 Jenazah Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Haru Saat Hampiri Keluarga
Terpopuler
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
- 5 Kipas Angin Sedingin AC Lebih Murah dan Irit Listrik
- Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Program 'Speling' Jateng di Banyumas, Wagub Taj Yasin Dekatkan Dokter Spesialis ke Tingkat Kecamatan
-
Rencana Kemasan Rokok Polos Tuai Protes, Dinilai Rugikan Petani dan Industri Tembakau
-
Roy Suryo Ajukan Praperadilan Lagi, Padahal Putusan Gugatan Pertama Tinggal Hitungan Hari
-
OTT Diduga Bocor di Kasus Bupati Kuansing dan Langkat, KPK Bakal Evaluasi
-
Agus Jabo Minta Kader PRIMA Kawal Program Kerakyatan Pemerintahan Prabowo
-
Pengembalian Gratifikasi Tak Hapus Pidana, KPK Bakal Dalami Pernyataan Raja Juli
-
Tawuran Remaja di Cengkareng Digagalkan Patroli Gabungan, Celurit hingga Petasan Disita
-
Transportasi dan Wisata Jakarta Bakal Digratiskan 5 Hari Saat HUT Ke-500
-
Sambut HUT ke-80, BNI Hadirkan Program Terus Ada, Ada Terus bagi Pengabdian untuk Negeri
-
Biaya Haji 2027 Berpotensi Naik, DPR Minta Pemerintah Cari Celah Efisiensi