Militer Iran menyerang Bandara Ben Gurion menggunakan drone sebagai aksi balasan serangan nuklir.
Serangan rudal AS-Israel ke PLTN Bushehr menewaskan satu karyawan dan memicu protes Rusia.
Konflik berkepanjangan sejak Februari telah menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran dan 1.200 warga sipil.
Teheran melihat bahwa fasilitas penerbangan tersebut menjadi basis logistik bagi pasukan asing untuk menekan wilayah Iran.
Sentimen kemarahan publik di Iran turut mendorong militer untuk mengambil langkah ofensif yang lebih berani.
Insiden Serangan Terhadap PLTN Bushehr
Sebelumnya, dunia internasional dikejutkan oleh kabar serangan terhadap fasilitas nuklir strategis milik pemerintah Iran.
Organisasi Energi Atom Iran (AEOI) melaporkan bahwa Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Bushehr menjadi sasaran rudal.
Amerika Serikat dan Israel diduga kuat berada di balik aksi perusakan fasilitas energi nuklir yang sensitif tersebut.
Insiden di Bushehr tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga merenggut nyawa salah satu staf ahli di sana.
Kematian karyawan di lokasi pembangkit nuklir tersebut menyulut kecaman keras dari berbagai pihak termasuk sekutu Iran.
Respon Internasional dan Kecaman Rusia
Baca Juga: Kronologi Israel Serang Markas UNIFIL, Tiga Prajurit TNI Terluka
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, segera memberikan pernyataan resmi mengenai situasi yang kian memanas.
"Kami semakin prihatin dengan laporan serangan rudal baru terhadap PLTN Bushehr pada 4 April. Kami tengah mempelajari informasi yang masuk mengenai masalah ini. Kami mengecam keras aksi kejam yang menyebabkan korban jiwa ini," kata Zakharova.
Rusia memandang bahwa eskalasi bersenjata di fasilitas nuklir dapat membawa dampak bencana bagi lingkungan global.
Zakharova memperingatkan bahwa tindakan kekerasan di area sensitif tersebut harus segera diakhiri demi keselamatan bersama.
Ia lantas mendesak agar serangan terhadap fasilitas nuklir Iran, termasuk PLTN Bushehr, dihentikan untuk "mencegah hal terburuk."
Upaya Diplomasi di Tengah Konflik
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
- Bawa Energi Positif, Ini 7 Warna Cat Tembok yang Mendatangkan Hoki Menurut Feng Shui
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- 6 Sunscreen Moisturizer Terbaik untuk Anti Aging, Kulit Kencang dan Bebas Kerutan
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
PSI Semprot Israel Usai Tahan 9 WNI: Tindakan Pengecut, Langgar Konvensi Jenewa
-
Mendagri: Daerah Segera Realisasikan Tambahan TKD Rp10,6 T untuk Penanganan Pascabencana Sumatera
-
Disiksa Pakai Taser dan Peluru Karet, 9 WNI Ceritakan Horor di Penjara Israel
-
Nyanyian Staf Ahli Soal Uang Ratusan Juta, Budi Karya Sumadi Bakal Segera Dipanggil KPK?
-
Nyaru Jadi Manajer, 4 WNA China di Jakbar Ternyata Komplotan Scam Online Kelas Kakap
-
Sentilan Keras Dosen UI Soal Kampus yang Jadi Ruang Komersial dan Amnesia Sejarah
-
KNKT Ungkap Fakta Baru Kecelakaan Kereta Bekasi Timur
-
Driver Ojol Senang GoRide Hemat Dihapus: Pendapatan Naik, Orderan Tetap Gacor
-
Usai Ditemui Putin, Xi Jinping akan Melawat ke Korut: Barisan Anti Amrik Rapatkan Barisan
-
'Maaf Negara Mengkhianatimu', Pesan Haru Aksi Kamisan untuk Andrie Yunus