Iran meluncurkan serangan balasan menggunakan rudal dan drone ke wilayah Israel dan Kuwait.
Donald Trump mengancam hancurkan pembangkit listrik Iran jika Selat Hormuz tidak dibuka segera.
Konflik dipicu gugurnya Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan udara gabungan pada Februari lalu.
Dunia internasional terkejut karena salah satu korban jiwa adalah Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Kehilangan sosok sentral tersebut memicu kemarahan besar dari rakyat dan militer Republik Islam Iran.
Pemblokiran Selat Hormuz dan Gejolak Ekonomi
Sebagai bentuk balasan atas agresi tersebut, Iran mengambil langkah drastis dengan memblokir total navigasi.
Selat Hormuz yang menjadi urat nadi distribusi minyak mentah global kini sepenuhnya berada dalam penutupan.
Dampaknya langsung terasa pada pasar energi internasional dengan kenaikan harga minyak yang sangat signifikan.
Negara-negara importir energi kini menghadapi krisis pasokan akibat terhentinya kapal tanker dari Teluk.
Donald Trump tidak tinggal diam melihat stabilitas ekonomi global yang mulai goyah akibat penutupan itu.
Ancaman Penghancuran Infrastruktur Listrik oleh Amerika
Baca Juga: Mediasi Buntu, Iran Tolak Mentah-mentah Tawaran Gencatan Senjata AS
Gedung Putih memberikan batas waktu yang sangat sempit bagi Teheran untuk melunakkan sikap mereka.
Trump secara terbuka mengancam akan menghancurkan seluruh fasilitas pembangkit listrik di wilayah Iran tanpa sisa.
Ancaman ini akan dilaksanakan jika dalam 48 jam Selat Hormuz tetap tidak bisa dilewati.
Presiden Amerika Serikat tersebut menekankan bahwa kesabaran pihak sekutu sudah mencapai batas akhirnya saat ini.
"Waktu hampir habis - 48 jam sebelum neraka menimpa mereka," ujarnya.
Respon Keras Iran Terhadap Ultimatum Amerika
Pemerintah Iran di Teheran segera memberikan tanggapan balik terhadap pernyataan provokatif dari Donald Trump.
Mereka dengan tegas menolak mentah-mentah tuntutan yang diajukan oleh pemimpin negara adidaya tersebut.
Pejabat Iran menilai bahwa gertakan Amerika tersebut hanyalah bentuk ekspresi dari rasa frustasi semata.
Pihak Teheran melihat bahwa ancaman serangan ke pembangkit listrik adalah tindakan yang tidak berdaya.
Narasi yang dibangun oleh Iran adalah bahwa Washington sedang berada dalam kondisi mental yang gugup.
Ketidakpastian Masa Depan Keamanan Global
Hingga kini militer Iran tetap dalam posisi siaga penuh untuk menghadapi kemungkinan invasi lanjutan.
Dunia internasional sedang menanti apakah negosiasi masih mungkin dilakukan dalam sisa waktu yang tersedia.
Jika Selat Hormuz tetap tertutup, maka ancaman "neraka" dari Trump berpotensi menjadi kenyataan pahit.
Seluruh mata dunia kini tertuju pada perbatasan Iran untuk melihat langkah apa yang diambil.
Situasi ini diprediksi akan mengubah peta geopolitik di wilayah Timur Tengah secara permanen dan total.
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris
-
Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026
-
Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI
-
Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI
-
Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere
-
Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las
-
Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026
-
5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran
-
Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo
-
Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan