- Presiden ke-6 RI SBY memberikan penghormatan terakhir kepada tiga prajurit TNI yang gugur akibat serangan bom Israel di Lebanon.
- SBY mendukung penuh desakan Presiden Prabowo agar PBB melakukan investigasi serius, jujur, dan adil atas insiden tersebut.
- SBY menegaskan bahwa zona aman UNIFIL kini menjadi medan perang berbahaya sehingga menuntut keputusan tegas untuk keselamatan prajurit.
Suara.com - Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY menyatakan duka cita mendalam atas gugurnya 3 prajurit TNI yang menjadi pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon, akibat dibom Israel.
SBY hadir langsung memberikan penghormatan terakhir kepada jenazah para pahlawan bangsa: Mayor Inf (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar, Serka (Anumerta) Muhammad Nur Ichwan, dan Kopda (Anumerta) Farizal Rhomadon di Cengkareng.
Bagi SBY, kehilangan ini bukan sekadar angka statistik, melainkan luka mendalam bagi keluarga besar TNI dan bangsa.
"Ketika saya ikut memberikan penghormatan kepada jenazah, hati saya ikut tergetar. Memang, seorang prajurit disumpah untuk siap mengorbankan jiwa dan raganya ketika tugas negara memanggil," kata SBY dikutip dari akun X pribadinya, Senin (6/4/2026).
Namun, kata dia, "Saya bisa merasakan duka yang mendalam dari keluarga mereka (istri, anak dan orang tua) yang hadir di Cengkareng. Saat saya ikut mengucapkan bela sungkawa yang mendalam kepada mereka, saya tahu arti air mata yang jatuh di pipi mereka."
Teringat AHY Berada di Garis Depan
Melihat situasi Lebanon yang kian memanas, memori SBY kembali ke tahun 2006. Saat itu, ia merupakan inisiator utama pengiriman satu batalyon plus Indonesia ke Lebanon setelah pecahnya perang antara Israel dan Hizbullah.
SBY mengenang bagaimana ia mendesak Organisasi Kerjasama Islam (OKI) dan PBB untuk segera bertindak demi kemanusiaan.
Momentum tersebut sangat personal bagi SBY. Kontingen pertama, Garuda XXIII/A yang berangkat pada November 2006, menyertakan sosok-sosok yang kini menjadi figur penting di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Baca Juga: SBY Buka Suara Terkait 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Singgung Investigasi PBB dan Mandat UNIFIL
"Kontingen Indonesia pertama, Garuda XXIII/A, tiga bulan kemudian (November 2006) sudah bisa berangkat ke Libanon. Untuk diketahui, 3 orang anggota kabinet Presiden Prabowo adalah bagian dari kontingen Indonesia tersebut, yaitu Kapten Kav Muhammad Iftitah Sulaiman, Lettu Inf Agus Harimurti Yudhoyono, dan Lettu Kav Ossy Dermawan." ungkap SBY.
Untuk diketahui, AHY kini menjadi Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan. Muhammad Iftitah Sulaiman menjadi Menteri Transmigrasi. Sedangkan Ossy Dermawan menjabat Wakil Menteri ATR/BPN.
Keputusan mengirimkan AHY dan para perwira muda lainnya saat itu, diambil SBY dengan penuh perhitungan risiko, namun didorong oleh kewajiban moral Indonesia di mata dunia.
SBY bahkan menceritakan bagaimana ia harus menelepon langsung Presiden Perancis Jacques Chirac, untuk mempercepat pengadaan kendaraan tempur VAB buatan Perancis agar pasukan Indonesia bisa bertugas dengan perlindungan yang memadai.
Kritik Keras Terhadap Situasi Lebanon Saat Ini
Sebagai tokoh yang pernah menjadi Kepala Pengamat Militer PBB di Bosnia (1995-1996), SBY memberikan analisis tajam terkait status pasukan UNIFIL saat ini.
Berita Terkait
-
SBY Buka Suara Terkait 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Singgung Investigasi PBB dan Mandat UNIFIL
-
Tiga Prajurit Gugur di Lebanon, KSAD: Mereka Putra Terbaik Bangsa
-
Prabowo Berduka 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Kecam Keras Serangan terhadap Pasukan Perdamaian
-
Ribuan Massa Kepung Kedubes AS, Beri Penghormatan untuk 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon
-
Panglima TNI Pimpin Pemakaman Mayor Zulmi, Pahlawan Perdamaian yang Gugur di Misi UNIFIL Lebanon
Terpopuler
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- Petinggi FPI Novel Bamukmin Ditunjuk Jadi Komisaris Hotel Indonesia Natour
- 'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Running Asics Diskon di Sports Station, Potongan Harga hingga 64 Persen
Pilihan
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
Terkini
-
Ribuan Pelayat Ayatollah Khamenei Kibarkan Bendera Merah, Serukan Balas Dendam
-
Bukan Kurang Bagus, Cak Imin: Brand Lokal Sulit Mendunia karena Pintu Tertutup
-
Gagal Kabur! Polisi Sikat 4 Remaja Pembawa Celurit Saat Bubarkan Tawuran di Cengkareng
-
Spesifikasi Pesawat Sukhoi Su-35 Milik Iran yang Disiapkan Oleh Rusia
-
Gunung Anak Krakatau Siaga, Badan Geologi: Isu Tsunami Hoaks, Warga Banten-Lampung Harap Tenang
-
LPDP Tambah 14 Kampus Top Dunia Khusus STEM, Ada NUS Hingga UCLA!
-
Jangan Tertipu! Video Erupsi Anak Krakatau Itu Hoaks, Ini Radius Bahaya yang Sebenarnya
-
Teror Drone Granat Sasar Pengacara di Tangsel, Pelaku Beri Pesan: Ini Baru Permulaan!
-
'Emang Kenapa Kalo Gue Tampol?' Identitas Pria Arogan di Jagakarsa Terkuak, Polisi Buru Pelaku
-
Sengketa Lahan Berujung Teror! Rumah Advokat Sulardi Dilempar Molotov, Pelaku Terekam CCTV