- Presiden ke-6 RI SBY memberikan penghormatan terakhir kepada tiga prajurit TNI yang gugur akibat serangan bom Israel di Lebanon.
- SBY mendukung penuh desakan Presiden Prabowo agar PBB melakukan investigasi serius, jujur, dan adil atas insiden tersebut.
- SBY menegaskan bahwa zona aman UNIFIL kini menjadi medan perang berbahaya sehingga menuntut keputusan tegas untuk keselamatan prajurit.
Ia menekankan, prajurit Indonesia di bawah mandat Chapter 6 Piagam PBB bertugas untuk menjaga perdamaian, bukan untuk berperang.
Namun, realita di lapangan telah berubah drastis. Wilayah yang seharusnya menjadi zona aman (blue zone) kini telah berubah menjadi medan perang (war zone).
"Kontingen Indonesia, hakikatnya bertugas di Blue Line, yang memisahkan teritori Israel dengan teritori Libanon. Sekarang ini, kenyataannya berada di war zone, yang sehari-hari sudah berkecamuk pertempuran antara pihak Israel dan Hizbullah. Bahkan dikabarkan pasukan Israel sudah maju 7 km dari Blue Line. Keadaan ini tentu sangat berbahaya bagi peacekeeper karena setiap saat bisa menjadi korban dari pertempuran yang tengah berlangsung." tegasnya.
Dukungan Penuh untuk Investigasi Presiden Prabowo
SBY secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap langkah tegas Presiden Prabowo Subianto, yang mendesak PBB untuk melakukan investigasi menyeluruh atas insiden yang menewaskan dan melukai prajurit Indonesia.
Ia menuntut PBB bersikap adil, dan tidak menggunakan standar ganda dalam menangani keselamatan petugas kemanusiaan dan penjaga perdamaian.
"Merasakan ini semua, secara pribadi saya mendukung langkah-langkah pemerintahan Presiden Prabowo yang mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk melakukan investigasi secara serius, jujur dan adil. Indonesia berhak untuk itu. PBB (utamanya UNIFIL) dengan penuh rasa tanggung jawab, harus bisa menjelaskan mengapa sejumlah insiden beruntun yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan luka-luka “peacekeeper” dari Indonesia itu terjadi." tutur SBY.
Ia juga menyarankan agar PBB segera mengambil keputusan tegas, apakah akan menghentikan penugasan UNIFIL sementara, atau memindahkan lokasi mereka ke luar medan pertempuran yang masih membara.
SBY mengingatkan bahwa keselamatan nyawa prajurit adalah prioritas utama yang tidak bisa ditawar.
Baca Juga: SBY Buka Suara Terkait 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Singgung Investigasi PBB dan Mandat UNIFIL
Dalam akhir pesannya, SBY memberikan suntikan moral bagi para prajurit Kontingen Garuda XXIII/S yang masih berada di Lebanon.
"Sebagai seorang sesepuh dan senior TNI, saya sampaikan kepada para prajurit Kontingen Garuda XXIII/S yang masih berada di Lebanon, untuk tetap bersemangat dalam mengemban tugas mulia. Do your best dan jaga diri baik-baik. Keluarga yang mencintai kalian menunggu kehadiran kembali di Tanah Air." pungkasnya.
Berita Terkait
-
SBY Buka Suara Terkait 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Singgung Investigasi PBB dan Mandat UNIFIL
-
Tiga Prajurit Gugur di Lebanon, KSAD: Mereka Putra Terbaik Bangsa
-
Prabowo Berduka 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Kecam Keras Serangan terhadap Pasukan Perdamaian
-
Ribuan Massa Kepung Kedubes AS, Beri Penghormatan untuk 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon
-
Panglima TNI Pimpin Pemakaman Mayor Zulmi, Pahlawan Perdamaian yang Gugur di Misi UNIFIL Lebanon
Terpopuler
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
- Bawa Energi Positif, Ini 7 Warna Cat Tembok yang Mendatangkan Hoki Menurut Feng Shui
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- 6 Sunscreen Moisturizer Terbaik untuk Anti Aging, Kulit Kencang dan Bebas Kerutan
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
PSI Semprot Israel Usai Tahan 9 WNI: Tindakan Pengecut, Langgar Konvensi Jenewa
-
Mendagri: Daerah Segera Realisasikan Tambahan TKD Rp10,6 T untuk Penanganan Pascabencana Sumatera
-
Disiksa Pakai Taser dan Peluru Karet, 9 WNI Ceritakan Horor di Penjara Israel
-
Nyanyian Staf Ahli Soal Uang Ratusan Juta, Budi Karya Sumadi Bakal Segera Dipanggil KPK?
-
Nyaru Jadi Manajer, 4 WNA China di Jakbar Ternyata Komplotan Scam Online Kelas Kakap
-
Sentilan Keras Dosen UI Soal Kampus yang Jadi Ruang Komersial dan Amnesia Sejarah
-
KNKT Ungkap Fakta Baru Kecelakaan Kereta Bekasi Timur
-
Driver Ojol Senang GoRide Hemat Dihapus: Pendapatan Naik, Orderan Tetap Gacor
-
Usai Ditemui Putin, Xi Jinping akan Melawat ke Korut: Barisan Anti Amrik Rapatkan Barisan
-
'Maaf Negara Mengkhianatimu', Pesan Haru Aksi Kamisan untuk Andrie Yunus