- PT GoTo Gojek Tokopedia resmi menghapus program GoRide Hemat sebagai bentuk adaptasi terhadap Perpres Nomor 27 Tahun 2026.
- Penghapusan layanan ini dilakukan setelah kajian mendalam sejak program tersebut diuji coba pada November 2025 yang lalu.
- Kebijakan ini memberikan dampak positif berupa peningkatan pendapatan mitra pengemudi serta menjaga stabilitas jumlah pesanan penumpang saat ini.
Suara.com - PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (Gojek) resmi mengambil langkah strategis dengan menghapus program langganan layanan GoRide Hemat bagi mitra pengemudi.
Kebijakan ini merupakan bentuk adaptasi perusahaan terhadap regulasi terbaru, yakni Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun 2026 yang mengatur tentang potongan pendapatan mitra pengemudi.
Langkah ini juga diambil setelah pihak aplikator melakukan kajian mendalam terhadap program GoRide Hemat yang telah diuji coba sejak November 2025 dan sempat diperluas ke berbagai wilayah pada Februari 2026 lalu.
Penghapusan layanan "tarif murah" ini nyatanya mendapatkan respon positif dari para mitra pengemudi di lapangan.
Mulyana, seorang pengemudi Gojek yang telah beroperasi sejak 2014 di wilayah Depok dan sekitarnya, mengaku kebijakan ini membawa angin segar bagi kesejahteraan driver.
"Sebenarnya (penghapusan ini) bagus juga sih, jadi bisa membantu driver-driver yang lain, pemasukan gitu," ujar Mulyana saat ditemui Suara.com di Depok, pada Kamis (21/5/2026).
Dampak Terhadap Pendapatan Meskipun baru diberlakukan, Mulyana mengungkapkan mulai merasakan adanya perubahan pada kantongnya.
Ia menaksir ada peningkatan pendapatan meski belum signifikan.
"Ya memang ada sedikit sih (peningkatan penghasilan), ya sekitar 10 persen ke bawah lah," tambahnya.
Baca Juga: Potongan Driver Ojol Gojek dan Grab Resmi Turun, Ada Penyesuaian Tarif Baru
Terkait kekhawatiran akan berkurangnya jumlah penumpang akibat hilangnya opsi tarif hemat, Mulyana mengaku sejauh ini pesanan yang masuk masih cenderung stabil.
Menurutnya, layanan transportasi daring kini sudah menjadi kebutuhan pokok masyarakat yang mengedepankan efisiensi waktu dibandingkan sekadar harga murah.
"Sebenernya kalau itu kan kebutuhan ya (penggunaan Ojek Online), kalau mereka butuh sebenernya nggak masalah sih, dari saya tanya penumpang malah nggak keberatan (tidak menggunakan goride hemat) Itu kan dia mau cepat aja, yang penting cepat waktu, tepat, dan pelayanannya itu aja," Ujar Mulyana.
Harapan Realisasi Potongan 8 Persen
Di sisi lain, penghapusan GoRide Hemat ini juga membawa harapan baru terkait transparansi potongan komisi oleh aplikator.
Mulyana berharap agar pemerintah dan aplikator benar-benar merealisasikan aturan mengenai batasan potongan pendapatan mitra.
"Kalau bisa masalah orderan ya ditingkatkan dan jangan terlalu dibebankan ke driver. Masalah pemotongan yang baru direalisasi, yang 8 persen itu, semoga benar-benar tercapai dan terlaksana," ungkapnya.
Keputusan Gojek menghapus GoRide Hemat ini dipandang sebagai titik tengah dalam menyeimbangkan antara keterjangkauan harga bagi konsumen dan keberlangsungan pendapatan yang layak bagi mitra pengemudi di tengah regulasi baru yang semakin ketat. (Tsabita Aulia)
Berita Terkait
-
Ojol Untung, Konsumen Buntung? Imbas Gojek Ikuti Arahan Presiden Prabowo
-
Potongan Driver Ojol Gojek dan Grab Resmi Turun, Ada Penyesuaian Tarif Baru
-
Demo Harkitnas di DPR, Ribuan Guru Madrasah dan Ojol Tuntut Kesejahteraan dan Perlindungan
-
Hitung-hitungan Kasar Skema Baru Gojek: Angin Segar Buat Uang Belanja Istri Driver Ojol di Rumah
-
InDrive Nilai Transparansi dan Keadilan Jadi Tantangan Industri Ride-Hailing
Terpopuler
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
- Bawa Energi Positif, Ini 7 Warna Cat Tembok yang Mendatangkan Hoki Menurut Feng Shui
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- 6 Sunscreen Moisturizer Terbaik untuk Anti Aging, Kulit Kencang dan Bebas Kerutan
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
KNKT Ungkap Fakta Baru Kecelakaan Kereta Bekasi Timur
-
Usai Ditemui Putin, Xi Jinping akan Melawat ke Korut: Barisan Anti Amrik Rapatkan Barisan
-
'Maaf Negara Mengkhianatimu', Pesan Haru Aksi Kamisan untuk Andrie Yunus
-
Kecelakaan Maut Bekasi Timur: Sopir Taksi Listrik Injak Gas Tapi Transmisi di Posisi Parkir!
-
Pemberkasan Rampung, Siapa Yang Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta Api di Bekasi Timur?
-
Malaysia Gugat TikTok Karena Dinilai Gagal Kendalikan Penyebaran Konten Fitnah
-
Konser di Titik Nol Jogja, Ratusan Anak Muda Serukan Kebebasan Bersuara
-
Ingat Poster Demo Era 98, Haris Rusly Moti Minta Prabowo Lebih Progresif Berantas Korupsi
-
Putri Ahmad Bahar Polisikan Hercules Terkait Penculikan hingga Teror Senjata Api
-
Siap-siap! Haji Doni Bocorkan Rencana Jual Hewan Kurban Unta di Indonesia, Berapa Harganya?